PUISI
Budak dalam Ruang kosong
Oleh: Nun Qolami
TanahRibathMedia.Com—Diam bukan berarti tak bicara
Hatiku bercerita
Pikiranku berkisah
Jiwaku berkelana
Tapi bibirku hampa
Sunyi bukan berarti tak besuara
Mataku berteriak
Telingaku menyeruh
Naluriku berlari
Tapi lisanku sepi
Ada ruang yang kosong terjebak pada gurita kehinaan
Hati yang berpenghuni tapi lenyap tak bertuan
Hanyut dalam derasnya ombak kefasikan
Tak ada lagi pelangi ketulusan
Entah masih adakah setetes keikhlasan...
Yg hinggap pada ranting kekejaman zaman
Duhai Pemilik Alam Semesta
Hanya Engkaulah kekuatan kami
Tempat kami berlabuh mengadu nasib yang tak berujung dan berpangkal
Ketika kebiadaban rezim merenggut izzah kami
Secercah cahaya ketundukkan tertutupi oleh gerhana keangkuhan
Senyuman itu masih ada
Walau ada ruang yang pilu
Tersungkur pada nestapa kezaliman kapital
Untukmu Allah, kami bertahan
Dalam genggaman api yang membara
Karena kutahu Surga di sisi-Mu akan menanti
para wanita-wanita suci daru kelamnya fitnah dan durjana kehidupan
Via
PUISI
Posting Komentar