Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
Tanah Ribath Media
Pasang Iklan Murah
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Telusuri
Beranda OPINI Israel Raya, Mimpi Ekspansi di Tanah Palestina
OPINI

Israel Raya, Mimpi Ekspansi di Tanah Palestina

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
22 Jun, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp


Oleh: Tati Pranita
(Sahabat Tanah Ribath Media)

TanahRibathMedia.Com—Palestina kembali menjadi sorotan dunia. Di tengah seruan perdamaian, penghormatan terhadap hak asasi manusia, dan berbagai upaya diplomasi internasional, rakyat Palestina justru terus menghadapi penderitaan yang belum berkesudahan. Gaza dibombardir, Tepi Barat terus dirampas, dan Masjid Al-Aqsa semakin sering menjadi sasaran provokasi. Ironisnya, semua itu terjadi di hadapan dunia yang mengaku menjunjung tinggi keadilan dan kemanusiaan. 

Berbagai peristiwa tersebut memunculkan pertanyaan besar. Apakah yang terjadi saat ini sekadar konflik wilayah yang berkepanjangan, atau bagian dari agenda yang lebih besar? Banyak pihak menilai bahwa berbagai tindakan yang dilakukan entitas Zionis tidak dapat dilepaskan dari ambisi mewujudkan "Israel Raya", yakni gagasan ekspansi yang bertujuan memperluas dominasi Zionis atas Palestina dan kawasan sekitarnya.

Jika ambisi ini terus berjalan tanpa hambatan, maka yang terancam bukan hanya masa depan Palestina, tetapi juga stabilitas kawasan dan kehormatan umat Islam secara keseluruhan.

Dari Gaza hingga Al-Aqsa, Jejak Ekspansi Zionis Kian Terbuka

Dilansir dari metrotvnews.com (5-6-2026), agresi terhadap Gaza terus berlangsung meskipun berbagai seruan gencatan senjata datang dari masyarakat internasional. Serangan yang berulang telah menimbulkan penderitaan besar bagi rakyat sipil, menghancurkan rumah, fasilitas pendidikan, rumah sakit, serta berbagai sarana kehidupan lainnya. Jutaan warga hidup dalam kondisi yang sangat memprihatinkan akibat blokade dan keterbatasan akses terhadap kebutuhan dasar.

Di saat yang sama, pembangunan pemukiman Yahudi di Tepi Barat terus diperluas. Ribuan unit pemukiman dibangun di atas tanah Palestina sehingga mempersempit ruang hidup rakyat Palestina. Perluasan pemukiman ini bukan sekadar pembangunan kawasan hunian, tetapi juga menjadi instrumen untuk memperkuat kontrol dan penguasaan wilayah secara bertahap.

Tidak hanya itu, Masjid Al-Aqsa yang merupakan kiblat pertama kaum muslimin dan salah satu tempat suci umat Islam juga terus menghadapi berbagai bentuk provokasi. Salah satunya adalah pengibaran bendera Israel di kawasan Al-Aqsa yang dipandang sebagai simbol klaim kekuasaan atas wilayah tersebut. Berbagai tindakan semacam ini memicu kemarahan umat Islam karena dianggap sebagai upaya mengubah status historis dan identitas Al-Aqsa.

Jika dicermati, ketiga peristiwa ini memiliki pola yang sama. Gaza dihancurkan melalui kekuatan militer, Tepi Barat dipersempit melalui ekspansi pemukiman, dan Al-Aqsa ditekan melalui berbagai simbol penguasaan. Semuanya mengarah pada penguatan dominasi Zionis atas Palestina.

Israel Raya Bukan Sekadar Mimpi, Melainkan Agenda Politik yang Berjalan

Apa yang terjadi di Palestina tidak dapat dipandang sebagai peristiwa yang berdiri sendiri. Berbagai kebijakan dan tindakan yang dilakukan entitas Zionis menunjukkan adanya pola yang konsisten, yaitu memperluas kontrol wilayah, mengubah komposisi penduduk, dan memperkuat dominasi politik atas Palestina. Dalam kerangka ini, penghancuran Gaza bukan sekadar operasi militer. Serangan yang terus berlangsung telah menyebabkan penderitaan luar biasa dan melemahkan kemampuan rakyat Palestina untuk bertahan hidup. Sementara itu, perluasan pemukiman di Tepi Barat menjadi cara sistematis untuk mengubah peta demografi dan mempersempit peluang berdirinya negara Palestina yang merdeka.

Adapun berbagai tindakan yang menyasar Masjid Al-Aqsa memiliki makna yang lebih dalam dari sekadar provokasi simbolik. Al-Aqsa bukan hanya bangunan bersejarah, tetapi juga simbol akidah, identitas, dan kemuliaan umat Islam. Karena itu, setiap upaya mengubah status dan kedudukannya akan menimbulkan dampak politik dan psikologis yang besar. Banyak kalangan memandang bahwa berbagai tindakan tersebut merupakan bagian dari proyek ekspansi yang lebih luas. Demi mewujudkan ambisi tersebut, berbagai cara dilakukan, mulai dari tekanan militer, perluasan pemukiman, hingga upaya mengubah realitas politik di lapangan. Akibatnya, rakyat Palestina terus kehilangan tanah, keamanan, dan hak-hak dasar mereka.

Yang membuat situasi semakin rumit adalah dukungan negara-negara besar terhadap Israel. Selama bertahun-tahun, bantuan militer, perlindungan diplomatik, dan dukungan politik terus mengalir. Akibatnya, berbagai kecaman internasional sering kali tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk menghentikan berbagai pelanggaran yang terjadi. Dukungan politik dan militer yang terus mengalir kepada Israel menunjukkan bahwa persoalan Palestina tidak dapat dilepaskan dari kepentingan geopolitik global. Selama kekuatan besar dunia masih menjadikan Israel sebagai mitra strategis di kawasan Timur Tengah, tekanan internasional terhadap berbagai pelanggaran yang terjadi akan sulit menghasilkan perubahan yang signifikan.

Akibatnya, rakyat Palestina terus menjadi pihak yang menanggung beban paling berat dari konflik yang berkepanjangan ini. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan Palestina bukan sekadar konflik lokal antara dua pihak yang memperebutkan wilayah. Konflik ini telah berkembang menjadi persoalan global yang melibatkan kepentingan politik, ekonomi, dan keamanan berbagai negara.

Di sisi lain, dunia Islam hingga kini belum menunjukkan persatuan politik yang kuat. Negeri-negeri muslim memiliki jumlah penduduk yang besar, sumber daya alam yang melimpah, serta posisi strategis di berbagai kawasan dunia. Namun, potensi tersebut belum terwujud menjadi kekuatan yang mampu memberikan perlindungan nyata bagi Palestina. 

Persatuan Umat dan Kepemimpinan Islam sebagai Benteng Palestina

Islam memandang bahwa penjajahan dan kezaliman adalah perkara yang harus dihilangkan. Allah Swt. berfirman:
"Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang zalim yang menyebabkan kamu disentuh api neraka." (TQS. Hud: 113)

Ayat ini menegaskan bahwa umat Islam tidak boleh berdiam diri terhadap kezaliman, apalagi memberikan dukungan kepada pihak yang melakukan penindasan.

Dalam perspektif Islam, akar persoalan Palestina bukan sekadar sengketa wilayah atau konflik perbatasan, melainkan penjajahan yang telah berlangsung selama puluhan tahun. Karena itu, penyelesaiannya tidak cukup hanya dengan kecaman politik, perundingan tanpa hasil, atau bantuan kemanusiaan semata. Semua itu penting untuk meringankan penderitaan rakyat Palestina, tetapi belum menyentuh akar masalah.

Islam mengajarkan pentingnya persatuan umat sebagai kekuatan untuk menjaga kemuliaan dan melindungi kaum muslimin. Allah Swt. berfirman:
"Dan berpegang teguhlah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai." (TQS. Ali Imran: 103)

Persatuan bukan sekadar slogan, melainkan kebutuhan strategis. Selama umat Islam terpecah oleh batas-batas nasionalisme dan kepentingan politik masing-masing, kemampuan mereka untuk melindungi Palestina dan negeri-negeri lain yang tertindas akan tetap lemah. Karena itu, umat Islam perlu menyatukan ukhuwah Islamiyah, meningkatkan kesadaran politik, serta menyatukan langkah dalam membela kaum muslimin yang tertindas. Bahwasanya persatuan umat secara menyeluruh membutuhkan kepemimpinan Islam yang mampu menyatukan potensi umat dan menjaga kepentingan mereka secara kolektif.

Sudah saatnya umat Islam menjadikan dakwah ideologis sebagai agenda utama mencerdaskan umat, menyerukan persatuan global dibawah kepemimpinan sistem Islam Khilafah agar bumi Palestina mampu dibebaskan dengan pengiriman tentara dibawah komando seorang Khalifah. Dunia hari ini membutuhkan kekuatan penyeimbang untuk menegakkan keadilan. Dan tiada keadilan yang sahih selain tegaknya hukum Allah Swt. bagi seluruh umat manusia. Wallahu a'lam bishshawab.
Via OPINI
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Kasus Korupsi Tak Henti, Bukti Urgensi Kembali kepada Syari’at Islam

Tanah Ribath Media- Agustus 11, 2026 0
Kasus Korupsi Tak Henti, Bukti Urgensi Kembali kepada Syari’at Islam
Oleh: Ummu Amira (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Korupsi besar yang kembali terungkap belakangan ini sekali lagi menampar kesada…

Most Popular

Darurat HIV pada Remaja, Ketika Sistem Gagal Menjaga Generasi

Darurat HIV pada Remaja, Ketika Sistem Gagal Menjaga Generasi

Agustus 10, 2026
Ustaz AI Tidak Bisa Menjadi Rujukan Agama

Ustaz AI Tidak Bisa Menjadi Rujukan Agama

Agustus 04, 2026
HIV Remaja: Krisis yang Tak Disentuh Akarnya

HIV Remaja: Krisis yang Tak Disentuh Akarnya

Agustus 05, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Agustus 06, 2024
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024

Popular Post

Darurat HIV pada Remaja, Ketika Sistem Gagal Menjaga Generasi

Darurat HIV pada Remaja, Ketika Sistem Gagal Menjaga Generasi

Agustus 10, 2026
Ustaz AI Tidak Bisa Menjadi Rujukan Agama

Ustaz AI Tidak Bisa Menjadi Rujukan Agama

Agustus 04, 2026
HIV Remaja: Krisis yang Tak Disentuh Akarnya

HIV Remaja: Krisis yang Tak Disentuh Akarnya

Agustus 05, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us