Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
Tanah Ribath Media
Pasang Iklan Murah
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Telusuri
Beranda OPINI Generasi Niradab dan Nirakhlak Lahir dari Sistem Rusak
OPINI

Generasi Niradab dan Nirakhlak Lahir dari Sistem Rusak

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
11 Mei, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Oleh: Irohima
(Sahabat Tanah Ribath Media)

TanahRibathMedia.Com—Hari Pendidikan Nasional yang selalu dirayakan tiap tanggal 2 Mei, bertujuan untuk refleksi diri, memotivasi dan berupaya menghadirkan pendidikan yang berkualitas, selain itu, perayaan ini juga dimaksudkan untuk menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga pembangunan karakter bangsa terutama para pemuda. Namun upaya ini tak sejalan dengan kenyataan, kasus kekerasan dan pelecehan seksual kini makin banyak dilakukan oleh pelaku yang justru berasal dari lingkaran dunia pendidikan itu sendiri, yakni pelajar dan mahasiswa. Di sekolah maupun kampus, ruang aman bahkan menjadi ruang yang sangat sulit untuk ditemukan.

Baru-baru ini terdapat kasus yang mencengangkan, seorang pelajar SMA Negeri 5 Bandung, Jawa Barat, Muhammad Fahdly (17) tewas dikeroyok oleh 6 pelajar sekolah lain di kawasan Cihampelas. Video pengeroyokan Fahdly sempat viral di media sosial (Kompas.id, 21-4-2026). Di sisi lain, kecurangan, budaya plagiat dan maraknya joki yang terungkap dalam Ujian Tulis Berbasis Komputer dan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes makin marak terjadi dan hampir merata di semua lembaga pendidikan. Kondisi ini diperburuk juga oleh data, bahwa pelaku dan pengedar obat terlarang juga banyak berasal dari kalangan mahasiswa dan pelajar. Tak cukup sampai di situ, perilaku niradab juga kerap mereka tunjukkan dengan membully atau mengancam, melawan bahkan menganiaya guru.

Dunia pendidikan kita makin buram dan memprihatinkan. Generasi muda yang kita harap akan melanjutkan estafet perjuangan menuju perubahan gemilang, nyatanya kini mereka justru berjalan ke arah kerusakan. Tentu kondisi ini merupakan ancaman serius bagi masa depan. Perayaan Hari pendidikan Nasional harusnya menjadi alarm keras bagi semua pihak untuk segera memperbaiki kondisi buruk saat ini. 

Karut-marut persoalan yang melingkari dunia pendidikan tak lepas dari sistem sekuler kapitalis yang diterapkan di negeri ini. Implementasi arah/peta jalan pendidikan sekarang telah menghasilkan pelajar dengan krisis kepribadian yang cenderung sekuler (meniadakan peran agama), liberal (berperilaku bebas dalam segala hal), dan pragmatis (lebih berorientasi pada hasil tanpa memikirkan proses dan dampak). Walhasil, meski generasi sekarang berpendidikan namun minim moral dan adab.

Sistem pendidikan kapitalistik sekuler sama sekali tidak mengindahkan akan pentingnya menanamkan nilai-nilai agama dan moral, padahal agama merupakan salah satu faktor penting pembentuk karakter manusia yang berkualitas baik. Sistem sekuler kapitalistik yang berlandaskan pada kebebasan dan manfaat akan menghasilkan output manusia yang ingin meraih keberhasilan secara instan, tanpa mau berusaha keras. Sistem ini juga mengondisikan persaingan yang ketat hingga menimbulkan kesenjangan ekonomi maupun sosial. Orang-orang pun tak ragu menghalalkan segala cara dalam meraih keuntungan demi memenuhi standar hidup dalam sistem sekuler kapitalistik, yakni kenyamanan, keamanan, kemudahan serta kesejahteraan dan pengakuan hanya akan didapat oleh orang-orang dengan harta berlimpah dan memiliki kuasa.

Merebaknya kasus kekerasan yang banyak terjadi di lingkungan pendidikan akhir-akhir ini juga merupakan dampak dari lemahnya penerapan hukum di negeri ini. Longgarnya sanksi yang dijatuhkan pada pelaku remaja  dianggap lumrah karena status mereka yang masih di bawah umur. Negara kerap menoleransi kriminalitas yang melibatkan para pelajar ketimbang mengadilinya, karena masih dianggap anak-anak. Hukuman yang mereka jalani juga tak berefek jera sama sekali, justru kasus serupa terus menerus terjadi. Penanaman nilai-nilai agama yang sangat minim juga ikut memperburuk kondisi saat ini, ruang kebebasan yang dilebarkan dalam segala aspek, termasuk bebas dalam berperilaku, pada akhirnya mengikis moral dan kepribadian mereka bahkan menyeret mereka dalam tindak kejahatan.

Sistem sekuler kapitalistik telah nyata terbukti gagal dalam menciptakan individu yang bermartabat dan berkualitas, dan kegagalan ini sampai pada sebuah kesimpulan bahwa kita mesti meninggalkan sistem ini jika menginginkan keselamatan anak-anak sebagai generasi penerus, juga kelangsungan peradaban. Dan satu-satunya sistem yang bisa menyelamatkan kita hanyalah sistem Islam. 

Dalam Islam, pendidikan merupakan hal penting dan kebutuhan mendasar yang wajib dipenuhi oleh negara. Sistem pendidikan dalam Islam akan dilandaskan pada akidah sehingga output yang dihasilkan tak hanya memiliki kecerdasan intelektual namun juga bertakwa dan berkepribadian mulia. Mereka tidak akan melakukan kecurangan dan melakukan segala cara demi keuntungan, karena individu yang terbina dengan Islam akan memiliki keimanan dan senantiasa taat akan keterikatannya dengan aturan-aturan Islam.

Dalam Islam, pendidikan akan fokus pada pembentukan karakter (syakhsiyah Islamiyah), di mana para siswa harus memiliki keselarasan antara pola pikir dan pola sikapnya. Islam juga akan menerapkan sistem sanksi yang tegas bagi para pelaku kejahatan, termasuk pelajar. Dalam Islam, seseorang akan resmi memikul beban hukum syariat jika telah memasuki usia baligh, jadi meski ia seorang pelajar namun jika telah baligh maka sanksi syariat akan diberlakukan. Penerapan hukum yang tegas seperti inilah yang akan mampu memutus mata rantai pelaku kejahatan di antara pelajar.

Selain memastikan  keluarga sebagai salah satu faktor pendukung yang turut membangun karakter sang anak, negara dalam Islam juga akan menciptakan lingkungan dengan suasana yang penuh dengan ketakwaan, dengan begitu orang-orang akan terdorong  dalam berlomba-lomba melakukan kebaikan. Dengan peran dari keluarga, lingkungan dan juga negara yang menerapkan syariat, generasi yang akan lahir, bukanlah generasi dengan adab dan moral yang rusak dan hanya membuat kerusakan tapi generasi yang beriman, bertakwa, cerdas dan mampu mengukir peradaban yang gemilang.
Wallahualam bis shawab
Via OPINI
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Hardiknas dan Potret Dunia Pendidikan yang Memprihatinkan

Tanah Ribath Media- Mei 11, 2026 0
Hardiknas dan Potret Dunia Pendidikan yang Memprihatinkan
TanahRibathMedia.Com— Berita buruk di dalam dunia pendidikan seolah tidak ada hentinya. Baru beberapa bulan di tahun 2026 banyak peristiwa yang mem…

Most Popular

Wibawa Guru Direndahkan: Buah Sistem Pendidikan Sekuler Kapitalistik

Wibawa Guru Direndahkan: Buah Sistem Pendidikan Sekuler Kapitalistik

Mei 05, 2026
Kekerasan terhadap Anak di Daycare, Menagih Kembalinya Peran Ibu

Kekerasan terhadap Anak di Daycare, Menagih Kembalinya Peran Ibu

Mei 05, 2026
Kampus Tak Lagi Aman: Peringatan Serius atas Kekerasan Seksual di Dunia Pendidikan

Kampus Tak Lagi Aman: Peringatan Serius atas Kekerasan Seksual di Dunia Pendidikan

Mei 08, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024
Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Juni 09, 2023

Popular Post

Wibawa Guru Direndahkan: Buah Sistem Pendidikan Sekuler Kapitalistik

Wibawa Guru Direndahkan: Buah Sistem Pendidikan Sekuler Kapitalistik

Mei 05, 2026
Kekerasan terhadap Anak di Daycare, Menagih Kembalinya Peran Ibu

Kekerasan terhadap Anak di Daycare, Menagih Kembalinya Peran Ibu

Mei 05, 2026
Kampus Tak Lagi Aman: Peringatan Serius atas Kekerasan Seksual di Dunia Pendidikan

Kampus Tak Lagi Aman: Peringatan Serius atas Kekerasan Seksual di Dunia Pendidikan

Mei 08, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us