SP
Hardiknas dan Potret Dunia Pendidikan yang Memprihatinkan
TanahRibathMedia.Com—Berita buruk di dalam dunia pendidikan seolah tidak ada hentinya. Baru beberapa bulan di tahun 2026 banyak peristiwa yang memprihatinkan terjadi. Dari kasus pelajar dikeroyok sesama pelajar hingga tewas, modus joki UTBK, kasus pelecehan di kampus ternama hingga penghinaan oleh siswa terhadap guru. Kasus seperti ini tidak hanya terjadi satu dua kasus namun terus terjadi berulang-ulang di berbagai wilayah. Ini menunjukkan potret dunia pendidikan yang buram dan memprihatinkan.
Dikutip dari detik.com (02-05-2026), Kemendikdasmen menetapkan tema Hari Pendidikan Nasional 2026 adalah "Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua". Tema ini jelas masih jauh dari gambaran realitas dunia pendidikan yang sedang terjadi. Peringatan hardiknas seharusnya menjadi alarm keras bagi semua pihak bahwa dunia pendidikan saat ini tangan jauh dari kata bermutu. Semua pihak harus berinisiatif untuk segera memperbaiki kondisi buruk dunia pendidikan hari ini. Pendidikan harus jelas akan implementasi arahnya karena jika terjadi kegagalan dalam mengimplementasikan arah pendidikan tentu akan menghasilkan pelajar yang krisis kepribadiannya, yaitu menjadi pelajar yang sekuler, liberal, dan pragmatis sehingga jauh dari predikat kaum intelektual yang beradab dan bermoral.
Jika diamati lebih dalam permasalahan dalam dunia pendidikan yang semakin buram dan memprihatinkan saat ini tidak lepas dari sistem pendidikan kapitalistik. Sistem pendidikan kapitalistik adalah sistem pendidikan yang menghasilkan intelektual-intelektual yang fokus hanya pada kesuksesan materi, mendapatkan uang secara instan tanpa mau berusaha serius dan juga menggunakan berbagai cara untuk mendapatkan keinginan dunia tanpa memperhatikan halal dan haram.
Sistem pendidikan kapitalis juga menjadikan negara melonggarkan sanksi terhadap pelajar yang melakukan kriminalitas dengan dalih masih dibawah umur. Hal ini mengakibatkan banyak pelajar melakukan kriminalitas dengan mudah karena sanksi yang diberikan tidak memberikan efek jera. Minimnya peran agama juga menjadikan para pelajar memiliki kebebasan untuk berbuat kriminalitas sesukanya. Hal ini mengakibatkan kriminalitas dan kemaksiatan meraja lela dalam dunia pendidikan.
Dalam Islam, pendidikan merupakan hal penting dan mendasar yang wajib dijamin pemenuhannya oleh negara. Islam dijadikan sebagai asas akidah yang akan menghasilkan intelektual-intelektual yang tidak berfokus pada materi namun menjadi insan yang cerdas dan bertakwa sehingga tidak perlu melakukan kecurangan untuk mendapatkan kesuksesan. Pendidikan Islam juga fokus pada pembentukan karakter (syakhsiyah Islamiyah) yang mana pelajar harus memiliki keserasian antara pola pikir dan pola sikapnya. Pendidikan Islam juga menerapkan sanksi yang membuat pelajar merasakan efek jera untuk tidak melakukan kejahatan yang berulang. Sejatinya solusi yang terbaik untuk memperbaiki dunia saat ini adalah dengan menerapkan sistem pendidikan Islam.
Aniroh, Amd. Akt
(Aktivis Muslimah)
Via
SP
Posting Komentar