OPINI
Dehumanisasi Muslim Palestina oleh Zionis Yahudi, Makin Mengerikan!
Oleh: Ratna Sari
(Sahabat Tanah Ribath Media)
TanahRibathMedia.Com—Kondisi Muslim Palestina saat ini, benar-benar dalam kondisi yang mengenaskan. Warga Palestina dipaksa untuk menggali kuburan dan memindahkan jenazah yang dikubur tersebut ke tempat lain, dengan alasan tempat tersebut terlalu dekat dengan pemukiman Isra*l (SindoNews, 10-5-2026).
Dehumanisasi yang terjadi pada Muslim Palestina sungguh mengerikan, Isra*l tidak hanya mengganggu orang yang hidup, tetapi juga yang sudah mati. Bagaimana tidak, orang yang hidup dibunuh, termasuk anak-anak. Bahkan yang sudah mati, jenazahnya tidak boleh dikuburkan di tanahnya sendiri, bahkan harus dibongkar lagi dan dipindahkan.
Belum lagi saat ini, Keberadaan wilayah yang dikuasai Isra*l pun semakin luas. Awalnya hanya beberapa persen meningkat menjadi lebih luas. Selain melakukan perluasan wilayah, mereka juga telah menyiapkan serangan baru untuk memperluas pendudukan.
Selain itu, saat ini Gaza telah menjadi tempat yang paling mematikan bagi para jurnalis. Lebih dari 300 orang jurnalis menjadi korban dan meninggal sejak 7 Oktober 2023. Bahkan, Jumlah masyarakat yang menjadi korban di Gaza sejak 7 Oktober 2023 mencapai 72.736 orang tewas dan 172.535 orang luka-luka. Innalilaahi.
Belum lagi, saat ini banyak anak Palestina yang tubuhnya diamputasi akibat perang. Isra*l tidak memandang mana yang harus dijaga atau dibiarkan, mereka memukul rata bahwa semua orang Palestina, baik laki-laki, perempuan, orangtua, bahkan anak-anak, tidak luput untuk dijadikan sasaran dan dibunuh. Naudzubillaah!
Isra*l tidak menghiraukan kesepakatan gencatan senjata yang sudah ditetapkan dan terus menyerang Gaza (dengan dukungan politik, militer, dan keuangan dari AS) untuk memperluas wilayah pendudukannya dan melakukan genosida hingga jumlah korban bertambah semakin banyak, termasuk anak-anak. Untuk membungkam media dan pers dari menyiarkan kejahatan yang sudah mereka lakukan kepada para warga palestina pada dunia, Isra*l menargetkan pembunuhan para jurnalis.
Dunia dan kaum muslim seharusnya tidak diam saja atas pendudukan Gaza yang terjadi saat ini. Akar masalah yang terjadi di Gaza adalah keberadaan entitas Isra*l di tanah milik kaum muslim Palestina sehingga sudah saatnya entitas ini harus segera dihapuskan dan dimusnahkan dari muka bumi ini.
Para Penguasa yang lebih dari 50 negeri muslim hari ini masih tidak tergerak untuk melakukan jihad membebaskan Palestina, karena sampai detik ini mereka terbelenggu dan terpasung oleh sekat ‘nation state’ yang telah mengikis bahkan menghapus ukhuwah islamiyah.
Saat ini, untuk melakukan pembebasan Palestina sangat dibutuhman ukhuwah islamiyah yang hakiki, yakni berupa persatuan seluruh muslim di dunia untuk melakukan aktivitas berjihad. Harus kita sadari bersama bahwa ukhuwah ini hanya dapat terwujud dengan berdirinya Khilafah yang merupakan institusi yang menyatukan umat.
Selain itu, Khilafah sebagai sebuah institusi negara, akan menghentikan penindasan, pendudukan wilayah dan genosida Isra*el terhadap Palestina, serta akan sesegera mungkin mengembalikan tanah Palestina pada pemiliknya, Kaum Muslim Palestina, sekaligus akan me-riayah warga Palestina agar bisa hidup mulia, dan dengan penuh keberkahan dari seluruh alam.
Tujuan utama (qadhiyah masiriyah) umat Islam hari ini adalah penegakan kembali Khilafah yang akan mampu mengerahkan seluruh kekuatan militer di dunia Islam untuk melakukan jihad membebaskan Palestina, menghilangkan dan memusnahkan entitas Isra*l.
Maka dari itu, kita jangan sampai merasa terpuruk dengan kondisi yang terjadi saat ini kepada saudara kita di Palestina. Tugas kita disini adalah untuk terus menyebarluaskan kondisi yang terjadi pada mereka disana, dengan tentunya terus meminta pertolongan kepada Allah Swt., agar disegerakan nya Khilafah berdiri kembali dengan segenap aturan yang akan diterapkan, karena hanya dengan tegaknya Khilafah, semua kaum muslim dapat bersatu dalam persatuan yang hakiki dan penuh kemuliaan.
Wallahu'alam bishawab.
Via
OPINI
Posting Komentar