OPINI
Bebaskan Palestina dengan Penerapan Islam Kaffah
Oleh: Yuni Oktaviani
(Sahabat Tanah Ribath Media Pekanbaru-Riau)
TanahRibathMedia.Com—Nestapa Palestina, terutama Gaza masih terus berlanjut. Malah kebiadaban Zionis Israel semakin terang-terangan menyerang masyarakat Gaza. Demi bisa memperluas pendudukan tanah Palestina. Langkah perdamaian yang dilakukan Mahkamah Internasional atau PBB pun bahkan tidak mampu mencegah kekejian Zionis tersebut. Pembunuhan, penangkapan, dan penahanan warga tanpa pembelaan masih saja terjadi. Dehumanisasi Muslim Palestina oleh Zionis begitu mengerikan. Bukan hanya menimpa warga yang masih hidup, tapi juga yang sudah meninggal. Tindakan apa lagi yang mesti dilakukan oleh penguasa Muslim dunia? Bagaimana Islam memandang persoalan Palestina ini?
Dilansir dari metrotvnews.com (10-5-2026), Zionis Israel kembali melancarkan serangan udara ke wilayah jalur Gaza, Palestina, pada Jumat malam 8 Mei 2026 waktu setempat. Sejumlah bangunan tempat tinggal hancur, beberapa warga sipil, juga anak-anak mengalami luka-kuka.
Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (OHCHR), telah memverifikasi kematian hampir 300 jurnalis sejak Oktober 2023, ketika Zionis Israel mulai meluncurkan agresi ke Gaza. Sejumlah besar jurnalis juga mengalami luka selama melakukan peliputan di wilayah kantor tersebut. (antaranews, 04-05-2026)
Keji dan Brutal
Entah berapa banyak kata atau kalimat yang dapat menggambarkan betapa bengis dan kejinya Zionis Israel lakhnatullah. Belum cukup dengan pembunuhan, penangkapan massal, dan lain-lain yang dilakukannya, Israel juga menyiapkan serangan baru untuk memperluas pendudukan. Gaza bukan hanya menjadi penjara terbesar di dunia. Tapi, juga sudah dijadikan ladang pembantaian terbesar dalam sejarah. Lebih 200 ribu ton peledak dijatuhkan untuk menghancurkan Gaza. Sebanyak 72 ribu orang tewas dan 173 ribu orang luka-luka sejak serangan 7 Oktober 2023 lalu. Bahkan, ribuan lainnya tidak ditemukan karena tertimbun reruntuhan bangunan atau dieksekusi mati oleh tentara Zionis.
Lebih keji lagi, warga Palestina terus dibantai, termasuk anak-anak dan orangtua renta. Bahkan, jenazah yang sudah mati tidak boleh dikuburkan di tanah miliknya sendiri. Bukan cuma dialami oleh warga Gaza. Para jurnalis sudah lebih dari 300 orang yang tewas ulah militer Zionis. Tentu saja bohong besar jika serangan militer Zionis sejak Oktober 2023 disebut sebagai pembelaan diri. Karena, target serangan adalah pemukiman penduduk, sekolah, rumah sakit, dan pasar. Korban jiwa yang berjatuhan pun terdiri dari anak-anak, perempuan, tenaga medis, dan jurnalis. Selain itu, pencurian organ jenazah warga Gaza juga dilakukan Zionis Yahudi. Ini sudah tindakan brutal, dan paling keji di dunia. Apa masih pantas disebut pembelaan diri?
Zionis Israel adalah Penjajah
Bercokolnya Israel secara terus menerus di bumi Palestina bukanlah karena kekuatan dan tidak terkalahkannya mereka. Hal itu lebih karena perlindungan dan dukungan Barat, terutama Amerika terhadap Israel. Israel adalah pihak yang selalu mendapatkan bantuan militer terbesar. Serta sengaja dibuat, dipertahankan, dan dilindungi oleh Barat. Tujuannya tentu saja untuk melemahkan kaum Muslim, mitos kedigdayaannya ditanamkan untuk membuat kaum Muslim tidak berdaya. Sehingga, terhalang lah kaum Muslim kembali pada Islam. Tampak jelas dan gamblang dari sini sikap hipokrit internasional, Barat dengan Amerika dan PBB sebagai gembongnya. Tidak ada standar yang baku tentang keadilan dan kebaikan bagi mereka, kecuali kepentingan semata.
Puluhan resolusi telah dibuat, namun dilanggar oleh Israel tanpa ada sedikit pun sanksi yang diberikan PBB maupun lembaga internasional lainnya. Mereka benar-benar mandul dan melempem dengan semua agresi yang telah dilakukan militer Zionis terhadap warga Gaza. Padahal sudah tampak jelas kedudukan Zionis di atas tanah Palestina adalah sebagai penjajah. Solusi yang ditawarkan Barat ataupun lembaga internasional selama ini justru melegalisasi penjajahan Israel atas wilayah Palestina. Seperti solusi dua negara (two state solution) beberapa waktu silam.
Mirisnya, negara-negara Arab dan pemerintahan Otoritas Palestina sendiri malah menerima usulan two state solution tersebut. Padahal jelas, zionis Israel menduduki, menjajah, merampas, mengusir, bahkan membunuh penduduknya tanpa pandang bulu. Tidak semestinya eksistensi penjajah diakui, atau bahkan dilegalisasi.
Bebaskan Palestina dengan Daulah Islam
Penjajahan Zionis Israel terhadap negeri Palestina sudah jelas dalam pandangan Islam. Kewajiban jihad fii sabilillah untuk mengusir penjajah telah disepakati para ulama. Sebagaimana Imam Ibnu Qudamah al-Maqdisi (620 H) menyebutkan bahwa jika kaum kafir menduduki suatu negeri kaum Muslim, maka penduduk negeri itu wajib memerangi kaum kafir tersebut. Jika mereka tidak mampu, maka kewajiban itu meluas kepada kaum Muslim yang ada di negeri sekitarnya.
Di dalam Al-Quran pun sudah jelas ayat yang memerintahkan jihad. Diantaranya firman Allah Swt, dalam surat al-Baqarah ayat 190, yang artinya, "perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kalian".
Maka wajib seluruh kaum Muslim mengorbankan jiwa demi membebaskan negeri kaum Muslim yang dikuasai oleh kaum kafir. Demkianlah pernyataan imam an-Nawawi (676 H) berkaitan dengan ayat tersebut. Pada dasarnya, kaum Muslim di dunia tidaklah lemah. Menurut situs Global Firepower, kekuatan militer negara-negara Muslim jauh diatas kekuatan militer Israel. Contohnya saja, Pakistan ada di peringkat 7 untuk kekuatan militernya. Disusul Turki urutan ke-11, Indonesia urutan ke-13, Mesir diurutan ke-14, lalu Iran diurutan ke-17. Sementara Israel hanya menempati urutan ke-18 dari 145 negara di dunia.
Seharusnya dengan kekuatan militer yang lebih banyak, dan lengkap dibanding Zionis Israel, negeri-negeri Muslim bisa melawan dan membela Palestina dari penjajahan dan penindasan yang sudah 75 tahun dirasakan. Namun, kepengecutan para penguasanya yang membuat Palestina berjuang sendirian hingga hari ini.
Tidak adanya pemersatu umat saat ini juga semakin melemahkan keberadaan kaum Muslim dunia. Dialah Daulah Islamiyah yang menerapkan syariat Islam secara kaffah. Hanya dengan adanya negara yang dilandasi akidah Islam inilah kaum Muslim akan terlindungi. Sosok Khalifah sebagai kepala negara akan mengkhidmatkan diri dan kekuasaannya untuk Islam dan kaum Muslim seluruhnya.
Maka, penderitaan saudara Muslim di Palestina akan mampu dihapuskan. Sikap tegas dengan cara memerangi atau mengirim angkatan militer untuk melawan agresor dan perampas tanah kaum Muslim sudah pasti dilakukan. Inilah urgensi keberadaan Daulah Islamiyah di tengah-tengah umat Islam sesungguhnya. Wallahu a'lam bish-shawab.
Via
OPINI
Posting Komentar