Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
Tanah Ribath Media
Pasang Iklan Murah
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Telusuri
Beranda OPINI Apakah Day Care Solusi bagi Ibu yang Bekerja?
OPINI

Apakah Day Care Solusi bagi Ibu yang Bekerja?

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
11 Mei, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Oleh: Ummu Afifah 
(Sahabat Tanah Ribath Media)

TanahRibathMedia.Com—Lagi-lagi dunia anak dikejutkan dengan kasus yang lagi viral di Yogyakarta. Luka hati orang tua yang menyaksikan keadaan buah hatinya dalam Daycare. Daycare adalah tempat penitipan anak atau pusat pengasuhan harian yang menyediakan layanan perawatan, perlindungan, dan pendidikan bagi anak-anak saat orang tua bekerja. Menurut Polresta Yogyakarta menetapkan 13 orang tersangka dalam kasus dugaan kekerasan di Daycare Little Aresha. 

Kasus ini terungkap setelah penggerebekan pada Jumat (24-4-2026), menyusul laporan mantan karyawan yang mengungkap dugaan penganiayaan dan penelantaran terhadap bayi dan anak sebelum akhirnya melapor ke polisi (Kompas.com, 25 April 2026). 

Polisi mencatat, terdapat 103 anak pernah dititipkan di daycare tersebut, dengan 53 di antaranya terkonfirmasi mengalami kekerasan fisik maupun verbal. Kasus seperti ini akan bermunculan dan akan terus muncul karena faktor solusi tidaklah menuntaskan sampai ke akar masalahnya. Yang menjadi persoalan adalah anak adalah amanah yang Allah Swt. berikan kepada kedua orangtua. 

Dalam kasus-kasus seperti ini, daycare seolah menjadi solusi yang menuntaskan permasalahan ketika seorang anak dititipkan ibunya yang bekerja. Memang saat ini ekonomi kita tidak dalam keadaan baik-baik saja. Makanya para ibu dan perempuan berusaha untuk menjadi penopang keluarga dalam menyeimbangkan antara pekerjaan dan kebutuhan hidup yang belum memenuhi standar, meskipun suami sudah bekerja apalagi suami yang pengangguran. Maka perempuan yang bekerja seolah menjadi solusi masalah ekonomi. 

Dalam dunia kapitalistik saat ini seluruh kebutuhan rakyat diserahkan pemenuhannya kepada setiap individu. Maka akan muncullah hukum rimba: “Siapa yang kuat modal maka dia akan merajai dunia ekonomi”. Kalau sekarang sebut saja rajanya ekonomi itu para korporasi /pengusaha/konglomerat. Mereka yang mengatur negeri ini dengan kebijakan pengelolaan SDA negeri ini melalui penguasa (DPR). Siaran DPR yang seharusnya adalah suara rakyat berubah haluan menjadi suara para konglomerat melalui UU MINERBA atau UU menguasai hidup orang banyak. UU ketenagakerjaan pun itu semua melalui suara para konglomerat dalam mengatur upah minimum. 

Suara Konglomerat diwakilkan melalui DPR. Akhirnya DPR bukanlah lagi lembaga yang membela aspirasi rakyat tapi lebih kepada suara untuk kesejahteraan segolongan konglomerat. Pundi-pundi uang dan dukungan jabatan tentu saja bagai angin segar bagi pejabat yang berpihak kepada para pengusaha(korporasi). Maka saat itu hilanglah hati nurani wakil rakyat terhadap suka nestapa yang dialami rakyat. 

Belum lagi lapangan pekerjaan yang semakin sulit terutama untuk para laki-laki. Yang ada adalah lapangan para perempuan yang dikatakan mereka rajin, teliti dalam pekerjaan dan bersedia dibayar murah. Dunia kapitalis di luar nalar manusia hingga para pejabat yang seharusnya melayani rakyat berganti menjadi perantara (calo) bagi pengusaha sebagai pedagang dan rakyat sebagai pembeli. 

Kejam... Yah memang kejam karena sistem Kapitalis adalah sistem yang bersumber dari akal manusia yang terbatas. Sistem kapitalis memiliki kecendrungan tidak adil terhadap satu dengan yang lainnya. Karena manusia memiliki kecendrungan berpihak kepada satu golongan yang menguntungkan baginya. Mereka tidak lagi berbicara tentang kelak ada pertanggungjawaban di hadapan Allah Swt. 

Perempuan dan Solusi Islam

Gambaran sistem Islam yang pernah ada yang memuliakan manusia dengan sistem pemerintahan yang bersumber pada hukum syara'. Para penguasa bertanggung jawab atas rakyatnya. Para Penguasa dan pejabatnya turun langsung ke masyarakat melihat kondisi rakyatnya, "apakah kenyang atau kan lapar?" 

Dapat kita lihat dalam sejarah Islam bagaimana Khalifah Umar bin Al Khattab memikul dan memasakkan makanan di sebuah rumah seorang janda yang yang anak-anaknya menangis dan kaparan sementara ibunya memasak baru dengan menyabarkan anak-anaknya agar bersabar sampai masakannya menjadi matang. Padahal itu tidak mungkin terjadi batu yang dimasak bisa matang dan bisa dimakan. Sampai Khalifah Umar sendiri mengangkat bahan makanan dan memasaknya. 

Apa yang dilakukan Khalifah Umar tidak lain adalah menebus dosa atas kelalaiannya terhadap rakyat yang kelaparan. Begitulah penguasa dalam Sistem Islam yang sempurna tidak hanya memerintahkan untuk menjalankan ibadah mahdhoh saja melainkan memerintahkan seluruh aturan Allah Swt. untuk dijalankan oleh seluruh manusia dalam wilayah Negeri Islam. Semua itu dijalankan sebagai bentuk tanggungjawab seorang pemimpin yang melayani rakyatnya dengan penuh rasa takut kepada Allah Swt. 

Dalam sistem Islam yang sempurna tentunya para perempuan akan dimuliakan. Mereka boleh melakukan aktivitas di wilayah publik (luar wilayah rumah tangga). Misalnya perempuan yang menjadi dokter itu karena dibutuhkan untuk melayani pasien wanita, mereka bukan mencari uang tapi lebih kepada untuk menjadikan ilmunya bermanfaat. Bisa menjadi guru, ahli politik, namun mereka tidak meninggalkan perannya sebagai ibu pengurus, pengatur rumah tangga dan ibu sebagai guru (pendidik) pertama bagi anak-anaknya. 

Dalam sistem Islam yang sempurna akan membentuk manusia-manusia bertakwa karena dorongan keimanannya 
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman: 

وَا لَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ اُولٰٓئِكَ اَصْحٰبُ الْجَـنَّةِ ۚ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ 

"Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka itu penghuni surga. Mereka kekal di dalamnya." (QS. Al-Baqarah: 82) 

Semoga Allah Swt. memberikan kita kemudahan agar keluar dari sistem kapitalis yang rusak dan cacat berganti dengan sistem Islam yang komprehensif. 
Wallahu'alam bishowab.
Via OPINI
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Hardiknas dan Potret Dunia Pendidikan yang Memprihatinkan

Tanah Ribath Media- Mei 11, 2026 0
Hardiknas dan Potret Dunia Pendidikan yang Memprihatinkan
TanahRibathMedia.Com— Berita buruk di dalam dunia pendidikan seolah tidak ada hentinya. Baru beberapa bulan di tahun 2026 banyak peristiwa yang mem…

Most Popular

Wibawa Guru Direndahkan: Buah Sistem Pendidikan Sekuler Kapitalistik

Wibawa Guru Direndahkan: Buah Sistem Pendidikan Sekuler Kapitalistik

Mei 05, 2026
Refleksi May Day, Negara Mandul Ciptakan Lapangan Kerja

Refleksi May Day, Negara Mandul Ciptakan Lapangan Kerja

Mei 08, 2026
Mengkritisi Proyek BRT, ketika Kemajuan Tak Sekadar Fisik

Mengkritisi Proyek BRT, ketika Kemajuan Tak Sekadar Fisik

Mei 08, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024
Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Juni 09, 2023

Popular Post

Wibawa Guru Direndahkan: Buah Sistem Pendidikan Sekuler Kapitalistik

Wibawa Guru Direndahkan: Buah Sistem Pendidikan Sekuler Kapitalistik

Mei 05, 2026
Refleksi May Day, Negara Mandul Ciptakan Lapangan Kerja

Refleksi May Day, Negara Mandul Ciptakan Lapangan Kerja

Mei 08, 2026
Mengkritisi Proyek BRT, ketika Kemajuan Tak Sekadar Fisik

Mengkritisi Proyek BRT, ketika Kemajuan Tak Sekadar Fisik

Mei 08, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us