Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
Tanah Ribath Media
Pasang Iklan Murah
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Telusuri
Beranda OPINI Aksi Freestyle Meresahkan sampai Merenggut Nyawa, Pendidikan Anak Perlu Dikoreksi
OPINI

Aksi Freestyle Meresahkan sampai Merenggut Nyawa, Pendidikan Anak Perlu Dikoreksi

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
20 Mei, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp


Oleh: Selly Fadilah
(Sahabat Tanah Ribath Media)

TanahRibathMedia.Com—Lagi-lagi, Seorang bocah meninggal dunia dengan dugaan setelah melakukan gaya freestyle seperti yang dilakukan dalam game online, bocah ini bernama Hamad Izan Wadi berusia 8 tahun dari Desa Lenek Baru, Kecamatan Lenek, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Hamad Izan, setelah bergaya demikian, mengalami cedera yang serius di bagian leher, diduga tulang lehernya patah (KumparanNews, 7-5-2026).

Tren aksi freestyle yang sering dilakukan anak-anak semakin meresahkan, aksi tersebut diduga ditiru anak-anak dari garena free fire yang merujuk pada gerakan lincah dan cekatan. Kita tahu bersama, anak-anak memang peniru yang ulung, dikarenakan nalar anak yang belum sempurna membuat mereka dengan mudah meniru apa saja yang menarik bagi mereka, tanpa berpikir apakah itu berbahaya atau tidak. Kurangnya kontrol orang dewasa, dalam hal ini orang tua dan lingkungan sekitar membuat anak dengan mudah mengakses informasi, bahkan yang berpotensi merusak dan membahayakan.

Mirisnya, pembatasan untuk akses konten online yang sudah direncanakan oleh negara pun, ternyata belum terlihat dampaknya, dan dari kejadian ini, kita akhirnya tahu bahwa anak masih dengan mudahnya mengakses hal apapun yang terdapat pada platform online mereka.

Berbicara tentang ini, memang menjadi permasalahan yang rumit. Dalam Islam, anak-anak belum terkena taklif hukum karena akalnya belum sempurna. Karena itu perlu banyak pihak yang terlibat untuk mendidik anak-anak, dalam hal ini orang tua, lingkungan, bahkan negara.  Orang tua memiliki peran yang utama dan sangat penting karena berinteraksi dengan anak secara langsung setiap harinya, dengan itu orang tua memiliki tanggung jawab penuh untuk mendidik dan mengasuh serta melindungi dari bahaya. 

Tumbuh kembang anak akan secara optimal jika pendidikan bertumpu pada 3 pilar utama, yaitu peran orang tua, lingkungan, dan negara. Sehingga akan terwujud lingkungan yang kondusif untuk perkembangan mereka. Peran negara juga sangat dibutuhkan untuk membatasi arus informasi yang tidak bermanfaat, sehingga anak akan terlindungi dari hal-hal yang membahayakan yang terpengaruh dari konten di media sosial. Negara juga seharusnya memperbanyak konten edukasi sehingga asupan tontonan anak akan berkualitas dan membentuk generasi yang cemerlang sesuai dengan harapan. Wallahu'alam bishawab.
Via OPINI
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Buruknya Pendidikan Saat Ini, Buah dari Sistem Kapitalisme

Tanah Ribath Media- Mei 20, 2026 0
Buruknya Pendidikan Saat Ini, Buah dari Sistem Kapitalisme
Oleh: Marlina Wati, S.E. (Muslimah Peduli Umat) TanahRibathMedia.Com— Akhir-akhir ini banyak berita yang menyesak dada. Belum sembuh luka dari kasu…

Most Popular

Dehumanisasi yang Dinormalisasi: Krisis Nurani terhadap Palestina dan Moralitas yang Terdegradasi

Dehumanisasi yang Dinormalisasi: Krisis Nurani terhadap Palestina dan Moralitas yang Terdegradasi

Mei 18, 2026
UU PPRT: Harapan Baru atau Bukti Kegagalan Negara Menyejahterakan Perempuan?

UU PPRT: Harapan Baru atau Bukti Kegagalan Negara Menyejahterakan Perempuan?

Mei 18, 2026
Pelecehan Seksual di Pesantren: Buah dari Sistem yang Gagal Melindungi

Pelecehan Seksual di Pesantren: Buah dari Sistem yang Gagal Melindungi

Mei 15, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024
Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Juni 09, 2023

Popular Post

Dehumanisasi yang Dinormalisasi: Krisis Nurani terhadap Palestina dan Moralitas yang Terdegradasi

Dehumanisasi yang Dinormalisasi: Krisis Nurani terhadap Palestina dan Moralitas yang Terdegradasi

Mei 18, 2026
UU PPRT: Harapan Baru atau Bukti Kegagalan Negara Menyejahterakan Perempuan?

UU PPRT: Harapan Baru atau Bukti Kegagalan Negara Menyejahterakan Perempuan?

Mei 18, 2026
Pelecehan Seksual di Pesantren: Buah dari Sistem yang Gagal Melindungi

Pelecehan Seksual di Pesantren: Buah dari Sistem yang Gagal Melindungi

Mei 15, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us