Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
Tanah Ribath Media
Pasang Iklan Murah
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Telusuri
Beranda OPINI Lebaran: Tingginya Keinginan, Islam Rambu-Rambunya
OPINI

Lebaran: Tingginya Keinginan, Islam Rambu-Rambunya

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
17 Apr, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp


Oleh: Dewi Puspita Sari, M.T
(Pengamat Kebijakan Publik)

TanahRibathMedia.Com—Habis lebaran terbitlah utang, fenomena sebagian besar masyarakat Indonesia yang euforia menyambut hari raya. Ternyata suka cita menyambut hari kemenangan ini tidak berbanding lurus dengan fakta mayoritas masyarakat yang masih dihimpit berbagai kesulitan. Meski pemerintah menyediakan banyak diskon menjelang hari raya, mulai dari gelar pasar murah, diskon tarif tol disejumlah ruas jalan, hingga potongan tiket mudik mencapai 18%. Nyatanya tidak mampu menyelamatkan perekonomian masyarakat. Inflasi yang terus menanjak, rupiah kian terpuruk menunjukkan negeri ini sedang mengalami krisis.

OJK (Ototitas Jasa Keuangan) memproyeksikan meningkatnya pinjol (pinjaman online), Multifinance, Gadai selama Ramadan dan Idulfitri ditengah masyarakat. Utang keluarga naik karena daya tahan ekonomi sebagian rumah tangga Indonesia lemah, sementara harga barang naik, ongkos mobilitas bertambah, tekanan kurs, dan jaring pengaman sosial yang belum sepenuhnya tepat sasaran.

Meski pemerintah telah melakukan berbagai upaya seperti menurunkan sebagian ongkos, tetapi belum menyentuh total biaya perjalanan yang ditanggung keluarga, biaya tol mungkin turun pada hari tertentu, namun biaya makan di perjalanan, bahan bakar, angkutan lanjutan, dan harga kebutuhan di kampung tetap naik. Diskon yang terlalu sempit akhirnya seperti payung kecil di tengah hujan lebat (Inilah.com, 24 Maret 2026).

Kebijakan Tambal Sulam Ala Kapitalisme

Di tengah kehidupan masyarakat yang semakin hedonis, banyak pihak yang memanfaatkan momen Lebaran sebagai ajang kapitalisasi, maraknya pinjol, pegadaian sehingga melahirkan tekanan sosial dan beban ekonomi bagi keluarga. Demi prestise dan eksis masyarakat rela melakukan segala cara untuk mendapatkan tambahan uang agar bisa memenuhi segala keinginannya menjelang hari raya. 

Di tengah rapuhnya daya beli keluarga, era digitalisasi memberikan alternatif solusi utang yang makin membahayakan ekonomi keluarga. Perputaran ekonomi rakyat justru difasilitasi utang di tengah menurunnya upah. Kondisi ini akan makin menjadikan keluarga bergantung pada utang ribawi yang mencekik untuk memenuhi hasrat yang seringkali tidak sesuai dengan kemampuan. Jadilah sebagian besar masyarakat bergantung pada tambahan pendapatan (pinjaman ribawi) untuk bertahan.

Kebijakan pemerintah yang memudahkan regulasi aturan perusahaan pinjol agar terdaftar dan legal, mensinergikan antara UMKM (usaha mikro kecil menengah) untuk memudahkan pencairan bantuan kredit dengan bunga rendah dan menghapus pinjol ilegal dan praktek bunga berlipat ganda, nyatanya bukan solusi fundamental terhadap masalah ekonomi yang dihadapi masyarakat. Bahkan hal itu memuluskan praktek ribawi yang didukung penuh pemerintah. Ini keharaman yang nyata berupa dosa besar yang membawa kerusakan dan harus ada upaya perbaikan sistemik berupa perubahan sistem kehidupan.Kemasan yang dirubah agar terkesan manis dari "pinjol" menjadi "pindar (pinjaman daring)" adalah akal-akalan para kapitalis yang bekerja sama dengan penguasa memanfaatkan kesengsaraan rakyat untuk mengeruk keuntungan disaat sulit. 

Tidak sedikit rumah tangga berantakan, kasus penipuan hingga pembunuhan bermuara dari pinjol yang menjerat. Masyarakat saat ini tidak bisa membedakan mana kebutuhan, mana keinginan karena syahwat meraih sebanyak-banyaknya kepuasan adalah slogan hidup kapitalis saat ini. Jadilah mereka terbawa arus yang mengedepankan hasrat daripada manfaat. Padahal sebagai negeri mayoritas muslim seharusnya Indonesia menjadi minatur negeri yang baldatun toyyibun wa ro'bun ghofur: negeri yang baik (aman, subur, makmur) dengan Tuhan Yang Maha Pengampun sesuai dengan Firman Allah Swt.

Kapitalis telah merusak tatanan kehidupan yang seharusnya masyarakat didorong untuk saling tolong menolong dan pemimpin melaksanakan tanggung jawabnya mengelola sumber daya alam untuk memenuhi kebutuhan masyarakat malah menyerahkan kehidupannya pada kapitalis yang serakah. 

Islam: Sistem Alternatif Terbaik 

Keluarga butuh sistem ekonomi yang mampu menyejahterakan, bukan sekadar narasi ekonomi inklusif. Sistem ekonomi yang mampu membangun keseimbangan dan distribusi ekonomi yang merata di seluruh keluarga, bukan hanya untuk para kapitalis yang nyata membawa bencana untuk umat manusia. Kehidupan yang membawa keadilan. Aturan yang berasal dari Pencipta Allah Swt. yang tidak hanya menguntungkan segelintir pihak namun membawa maslahat untuk semua. Umat Butuh sistem ekonomi stabil baik dari nilai mata uang maupun harga barang. Sistem itu adalah sistem yang terbukti unggul dan bertahan selama belasan abad memimpin dunia dengan keunggulannya yang mampu mensejahterakan dunia. 

Khilafah Islam (Sistem pemerintahan Islam) mampu menerapkan sistem ekonomi yang mampu menyediakan lapangan kerja yang layak bukan memfasilitasi utang. Umat dituntun untuk bekerja agar dapat memenuhi kebutuhan hidupnya, dibimbing menjadi manusia produktif dan tidak menjadikan hutang ribawi sebagai sandaran. Rasulullah saw. bersabda: 

“Jauhilah tujuh (dosa) yang membinasakan. Sahabat bertanya, "Apa saja itu?" Beliau menjawab: Syirik, sihir, membunuh tanpa hak, makan riba, memakan harta anak yatim, lari dari perang, dan menuduh zina.” [Imam Bukhari (no. 2766) dan Muslim (no. 89) dari Abu Hurairah RA] 

Karena riba termasuk dosa besar, baik bunganya kecil apalagi berlipat ganda. Maka, sudah seharusnya umat sadar dan meninggalkan praktek jahiliyah semacam ini. Riba telah merusak sendi- sendi kehidupan yang jauh dari masyarakat Islam yang memiliki satu pemikiran, perasaan dan aturan yang sama yakni Islam. Maka sudah saatnya Islam menjadi sistem alternatif pengganti yang hadir menunjukkan kemuliaannya dalam mengatur kehidupan manusia. Sistem ekonomi Islam akan menuntaskan praktek-praktek kecurangan, manipulasi, ribawi, dan transaksi ghoror lainnya yang marak terjadi saat ini.

Namun sistem ekonomi Islam tidak bisa berdiri sendiri karena harus ada pondasi yang menopangnya. Ia adalah sistem politik Islam/sistem pemerintahan Islam/Khilafah. Islam akan menjadi rahmat bagi semesta alam ketika diterapkan secara utuh dan menyeluruh. 

Allah Swt. berfirman: 

“Wahai orang-orang yang beriman, masuklah ke dalam Islam (kedamaian) secara menyeluruh dan janganlah ikuti langkah-langkah setan! Sesungguhnya ia musuh yang nyata bagimu.” (TQS. Al-Baqarah: 208)

Dunia butuh kekuatan politik global untuk melepaskan ketergantungan dari globalisasi dan liberalisasi perdagangan yang penuh penindasan. Khilafah akan mampu menerapkan Sistem ekonomi Islam untuk membangun kesejahteraan bagi keluarga, mendistribusikan kekayaan alam secara merata, menciptakan lapangan kerja seluas-luasnya dan menjauhkan umat dari paham-paham sesat yang merusak seperti hedonisme, permisifme, sekulerisme, liberalisme yang nyata bertentangan dengan Islam.

Khilafah adalah mahkota kewajiban yang akan menerapkan Islam secara menyeluruh dan mengembalikan momentum Ramadan dan Idulfitri sesuai pandangan syariat, yaitu untuk mewujudkan ketakwaan bukan hanya pada tataran individu namun juga masyarakat dan negara. 

Wallahu a'lam.
Via OPINI
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Israel Biadab, Hukum Mati Tahanan Palestina Dilegalkan

Tanah Ribath Media- April 17, 2026 0
Israel Biadab, Hukum Mati Tahanan Palestina Dilegalkan
Oleh: Zahra Tenia  (Aktivis Muslimah) TanahRibathMedia.Com— Dunia Islam digemparkan kembali oleh ulah Israel. Lagi-lagi zionis penjajah tersebut me…

Most Popular

Lebaran yang Tak Lagi Sama

Lebaran yang Tak Lagi Sama

April 11, 2026
Klaim Kemenangan Manusia, Siapakah Pemenang di Sisi Allah?

Klaim Kemenangan Manusia, Siapakah Pemenang di Sisi Allah?

April 13, 2026
Superpower Baru: Khilafah Mengubah Peta Energi Dunia

Superpower Baru: Khilafah Mengubah Peta Energi Dunia

April 13, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Juni 09, 2023
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024

Popular Post

Lebaran yang Tak Lagi Sama

Lebaran yang Tak Lagi Sama

April 11, 2026
Klaim Kemenangan Manusia, Siapakah Pemenang di Sisi Allah?

Klaim Kemenangan Manusia, Siapakah Pemenang di Sisi Allah?

April 13, 2026
Superpower Baru: Khilafah Mengubah Peta Energi Dunia

Superpower Baru: Khilafah Mengubah Peta Energi Dunia

April 13, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us