OPINI
Kemampuan Iran dan Potensi Kemenangan dalam Naungan Khilafah
Oleh: Marsa Qalbina N
(Sahabat Tanah Ribath Media)
TanahRibathMedia.Com—Dikutip dari Media Indonesia (10-04-2026), pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menggaungkan klaim kemenangan negaranya Israel. Ia menegaskan bahwa ketahanan Iran di tengah tekanan internasional telah menjadikan Teheran menjadi sumber inspirasi bagi bangsa-bangsa lain di dunia.
Perang AS-Israel dan Iran yang sudah terjadi kurang lebih selama satu bulan ini tak kunjung menemukan titik temu, bahkan berdasarkan laporan per April 2026, Iran dan Amerika Serikat akan menyepakati genjatan senjata sementara selama dua pekan. Namun ternyata setelah melakukan perundingan kembali, genjatan senjata hanya omong kosong belaka, salah satunya karena Iran menganggap itu hanyalah taktik yang diberi Amerika dan Israel agar memiliki jeda waktu untuk memperkuat penyerangan.
Di sini jelas bahwa Iran berani dalam mengambil langkah untuk menolak kebijakan dengan negara super power tersebut. Disamping fran memiliki kemandirian militer dan strategi pertahanan yang unggul, menjadikan posisi Amerika tak sekuat yang dibayangkan oleh dunia. Terlebih aksi demo besar-besaran dengan slogan "No Kings" yang memproteskebijikan Presiden Donald Trump, termasuk tindakan agresif terhadap konflik Iran.
Meski banyak negara yang bersekutu dengan Amerika, namun mereka semua tak mungkin mau bersekutu secara permanen dengan AS Jika tak memiliki kepentingan politik. Kita lihat saja, anggota NATO, seperti Inggris, Prancis, Jerman. Mereka juga bungkam dan tak membantu banyak terhadap perang Amerika dan Israel ini, karena mereka menganggap hal tersebut berada diluar tanggung jawab NATO.
Melihat kondisi Amerika yang semakin terpuruk saja tak cukup untuk benar-benar menghentikan serangan, selama politik seluruh negara masih didasari sistem buatan Barat, yakni Kapitalisme Sekularisme. Karena hal yang paling mencongkol munculnya permaslahan antar negara sebab adanya paham "Nation State".
Padahal jika negara muslim bersatu, pasti bisa melemahkan negara adidaya tersebut. Karena nyatanya banyak sekali negeri muslim selain Iran yang memiliki kekuatan militer yang besar, seperti Turki, Pakistan, Mesir, Maka seharusnya dengan bersatunya negeri muslim bisa menjadi kekuatan global baru, namun itu semua nihil di bawah naungan sistem bejat sekarang.
Peran Negara Islam (Khilafah) dalam Menghadapi Konflik Perpolitikan antarnegara
Khilafah dipandang sebagai institusi tunggal yang dapat menyatukan seluruh umat muslim di dunia, menghilangkan batas-batas negara, atau yang biasa kita kenal dengan sebutan "nation-state, maka otomatis kekuatan militer yang Islam miliki sangat besar, sehingga mengurangi ketergantungan pada negara barat. Dengan hal ini pasti wilayah umat Islam memiliki posisi yang kuat dan disegani.
Maka permasalahan negeri-negeri muslim, seperti Palestina, Iran, Lebanon, dan lain sebagainya akan dapat diatasi dengan bersatunya umat muslim di bawah naungan Khilafah Islaamiyyah, dengan asas akidah Islam yang akan menyatukan pemikiran, perasaan, dan peraturan. Apabila kita melihat dari sisi kesadaran politik ideologis Islam, bahwa Iran sebenarnya bisa mengalahkan AS, asalkan perjuangannya berlandaskan kepada sistem Islam.
Dengan memiliki pandangan seperti itu, kita akan lihat bahwa yang terjadi adalah benturan peradaban antara Islam dan kekufuran. Khilafah akan menuntut umatnya melakukan jihad, apabila negara kafir tidakmenerima seruan dakwah. Karena dengan dakwah dan jihad, yang akan membawa rahmat bagi seluruh alam.
Oleh karena itu, benturan-benturan yang terjadi antarnegara bisa kita hadapi, jikalau umat muslimin berada dalam persatuan hakiki dibawah institusi Khilafah, hanya negara Khilafah sebagai junnah (pelindung) bagi kaum muslimin. Maka memperjuangkannya dengan masuk partai politik Islam ideologis yang akan menyadarkan urgensi persatuan umat Islam, bukan partai politik semu, yang menjauhkan umat dari kebangkitan hakiki.
Wallahu a'lam.
Via
OPINI
Posting Komentar