Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
Tanah Ribath Media
Pasang Iklan Murah
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Telusuri
Beranda OPINI Penyesatan Opini di Balik Topeng BoP
OPINI

Penyesatan Opini di Balik Topeng BoP

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
13 Mar, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp


Oleh: Nurhy Niha
(Sahabat Tanah Ribath Media)

TanahRibathMedia.Com—Ramadan tahun ini, Gaza masih menjadi panggung tragedi yang menyayat hati. Di tengah kehancuran infrastruktur dan jeritan kelaparan, ratusan ribu warga masih menetap di tenda-tenda pengungsian. Ironis, di saat bantuan kemanusiaan tersendat, narasi perdamaian justru dialihkan pada pembentukan Board of Peace (BoP). Sebuah badan yang menjanjikan pengelolaan baru, namun terasa asing bagi mereka yang sedang berjuang sekadar untuk bertahan hidup di tanah sendiri.

Dikutip dari CNN Indonesia (20-02-2026), sebuah komite bernama National Committee for the Administration of Gaza (NCAG) resmi diperkenalkan. NCAG merupakan perpanjangan tangan dari Board of Peace, sebuah inisiatif Donald Trump yang bertujuan menggeser kontrol faksi militer (Hamas) ke tangan profesional sipil. Terdiri dari 15 teknokrat independen di bawah pimpinan Ali Shaath, komite ini dirancang sebagai pengelola administratif pascakonflik. Faktanya pusat operasi komite ini masih tertahan di Kairo, menunggu restu dari Israel untuk menyeberangi perbatasan.

Rasanya sulit membayangkan keadilan dapat terwujud ketika aktor utamanya telah ratusan kali melanggar perjanjian tanpa pernah menerima sanksi internasional yang berarti. Ketimpangan ini menunjukkan bahwa upaya tersebut hanyalah formalitas administratif yang mengabaikan realitas pelanggaran di lapangan.

Warga Palestina memiliki alasan kuat untuk skeptis terhadap BoP rakitan Trump. Selama puluhan tahun, Amerika Serikat secara konsisten menjadi tameng diplomatik dan pemasok amunisi bagi Israel, bahkan tak segan menggunakan hak veto di PBB demi menjegal keadilan bagi Palestina. Berharap pada BoP untuk menghadirkan kedamaian hakiki hanyalah sebuah ilusi yang bertolak belakang dengan kenyataan pahit di lapangan. Retorika perdamaian yang mereka bangun justru menjadi pondasi bagi kehancuran masa depan Palestina yang lebih sistematis.

AS dan Israel nampaknya sedang menggunakan BoP sebagai instrumen legitimasi untuk agenda yang lebih gelap, pembersihan etnis dan perampasan tanah secara sistematis. Di balik istilah New Gaza, terdapat agenda tersembunyi yang bertujuan untuk mengaburkan kenyataan mengenai upaya pembersihan etnis secara sistematis.

'New Gaza' hanyalah upaya untuk mengalihkan perhatian dunia. Di balik janji efisiensi tersebut, ada realita pahit yang berusaha ditutupi agar publik internasional memberikan simpati. Ini bukan tentang membangun kembali kehidupan warga, melainkan tentang bagaimana mengamankan teritorial Palestina dengan cara yang terlihat sah secara birokrasi internasional.
Bukannya memberikan pembelaan yang tegas, sebagian penguasa negeri-negeri muslim seolah terjebak dalam orkestra politik Washington demi melegitimasi rencana "New Gaza" ini. Dukungan ini tanpa sadar memberikan napas panjang bagi agenda penjajahan, seolah penguasa-penguasa tersebut lebih memilih menjadi saksi bisu demi menjaga relasi diplomatik yang timpang.
Pembentukan NCAG bukanlah solusi bagi kepentingan rakyat Palestina, melainkan bentuk penyesatan opini yang masif.

Membungkus isu penjajahan dengan istilah "transisi administratif" hanyalah upaya untuk mengalihkan fokus dunia dari akar masalah yang sebenarnya. Selama kendali utama masih berada dalam skenario BoP, maka teknokrat tersebut hanyalah operator administratif dalam sistem yang dirancang untuk meminggirkan hak-hak kedaulatan Palestina.

Perdamaian bagi entitas penjajah hanyalah strategi waktu untuk melanggar janji berikutnya. Dalam sejarah, kelompok Yahudi (seperti Bani Qainuqa, Bani Nadhir, dan Bani Quraizhah) berulang kali melanggar perjanjian damai yang telah dibuat dengan Nabi Muhammad SAW di Madinah. Hal ini berlanjut dalam era modern, di mana Zionis Israel sering melanggar perjanjian internasional, resolusi PBB, dan gencatan senjata. Sebagaimana Allah telah menuliskan dalam surat Al-Maidah ayat 82,

"Pasti akan kamu dapati orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman, ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik..."

Untuk itu, umat Islam dilarang keras untuk terjebak dalam janji-janji palsu, apalagi memberikan legitimasi atas nama perdamaian kepada pihak yang jelas-jelas memusuhi eksistensi Islam. Kita harus menyadari bahwa AS dan Israel adalah representasi kekuatan yang bersekutu untuk menguasai dunia melalui penjajahan politik dan ekonomi. Allah mengingatkan tentang tabiat mereka seperti yang tertulis dalam Al-Quran surat Al-Maidah ayat 64,

"...Setiap kali mereka menyulut api peperangan, Allah memadamkannya. Dan mereka berbuat kerusakan di bumi dan Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan."

Sebagai umat Muslim, kita tidak seharusnya mengandalkan solusi dari pihak-pihak yang justru membiarkan penderitaan saudara kita sendiri. Skema perdamaian apa pun tidak akan bisa menghapus fakta penjajahan di Palestina, ini adalah persoalan kemanusiaan yang harus kita hadapi dengan persatuan. Sebagaimana ditegaskan dalam surat An-Nisa ayat 141,

"...Dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman."

Umat Islam perlu melihat dengan jernih bahaya dari pengkhianatan para pemimpin yang lebih memilih bersekutu dengan BoP buatan AS. Bergabung dalam lingkaran yang melibatkan Israel sebagai anggotanya adalah bentuk pengabaian terhadap kehormatan kaum muslimin. Diplomasi yang meniadakan prinsip keadilan hanya akan memperpanjang masa penjajahan atas tanah diberkati, Palestina.
Solusi hakiki yang ditawarkan Islam adalah membangun kembali kekuatan global dalam satu kesatuan. Umat memerlukan kepemimpinan yang berdaulat, yaitu Khilafah Rasyidah, yang mampu berdiri tegak melawan dominasi penjajahan AS dan Israel. Hanya dengan kekuatan politik dan militer yang terpusat dan berlandaskan wahyu, kedaulatan Palestina dapat dikembalikan sepenuhnya dan penjajahan di atas bumi ini dapat dihentikan.
Via OPINI
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Ironi 1.000 Ton Impor Beras di Tengah Janji Swasembada Pangan

Tanah Ribath Media- Maret 13, 2026 0
Ironi 1.000 Ton Impor Beras di Tengah Janji Swasembada Pangan
Oleh: Nurhy Niha (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Besar pasak daripada tiang, begitulah cara kita memaknai kedaulatan pangan hari…

Most Popular

Kekerasan Aparat dan Suburnya Ketidakadilan, Dampak Sistem Sekuler

Kekerasan Aparat dan Suburnya Ketidakadilan, Dampak Sistem Sekuler

Maret 10, 2026
Aneh, MBG tetap Jalan Meski di Bulan Ramadan

Aneh, MBG tetap Jalan Meski di Bulan Ramadan

Maret 10, 2026
Kekerasan Aparat, Cermin Gagalnya Sistem Sekuler

Kekerasan Aparat, Cermin Gagalnya Sistem Sekuler

Maret 08, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Juni 09, 2023
Terhubung tapi Terasing: Mengungkap Kesepian akibat Media Sosial di Era Kapitalisme Liberalisme

Terhubung tapi Terasing: Mengungkap Kesepian akibat Media Sosial di Era Kapitalisme Liberalisme

Oktober 02, 2025

Popular Post

Kekerasan Aparat dan Suburnya Ketidakadilan, Dampak Sistem Sekuler

Kekerasan Aparat dan Suburnya Ketidakadilan, Dampak Sistem Sekuler

Maret 10, 2026
Aneh, MBG tetap Jalan Meski di Bulan Ramadan

Aneh, MBG tetap Jalan Meski di Bulan Ramadan

Maret 10, 2026
Kekerasan Aparat, Cermin Gagalnya Sistem Sekuler

Kekerasan Aparat, Cermin Gagalnya Sistem Sekuler

Maret 08, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us