Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
Tanah Ribath Media
Pasang Iklan Murah
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Telusuri
Beranda OPINI Valentine's Day Merusak Generasi, Islam Solusinya
OPINI

Valentine's Day Merusak Generasi, Islam Solusinya

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
20 Feb, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp


Oleh: Marlina Wati, S.E 
(Muslimah Peduli Umat)

TanahRibathMedia.Com—Valentine's Day di bulan Februari adalah hari banyaknya kemaksiatan terjadi di mana-mana. Valentine's Day bukan sekadar coklat dan bunga. Ia adalah perayaan yang berasal dari tradisi orang kafir yang saat ini banyak sekali remaja Muslim mengikutinya padahal bukan bagian dari ajaran Islam. Masalahnya bukan pada hadiahnya tetapi mengikuti tradisi orang kafir yang jelas-jelas itu haram diikuti.

Hari Valentine biasanya identik dengan cinta, bunga, cokelat, dan kartu ucapan. Banyak orang merayakannya sebagai momen romantis. Namun, sebenarnya sejarah Valentine tidak selalu seindah perayaannya sekarang. Ada yang menganggapnya sebagai hari penuh kasih sayang, ada juga yang melihatnya hanya sebagai perayaan bisnis, bahkan ada yang merasa ini mengingatkan bahwa mereka masih jomblo.

Walaupun begitu, perayaan 14 Februari sudah ada sejak ratusan tahun lalu dan maknanya terus berubah dari waktu ke waktu. Hari Valentine dirayakan di banyak negara seperti Amerika Serikat, Australia, Kanada, Prancis, Meksiko, Inggris, dan negara lainnya di seluruh dunia. Di Amerika Serikat tahun 2026, Valentine jatuh pada hari Sabtu dan dekat dengan Hari Presiden pada 16 Februari.

Bulan Februari sendiri sejak lama dianggap sebagai bulan yang berkaitan dengan cinta dan hubungan dengan lawan jenis. Perayaan Valentine dalam bentuk modern mulai berkembang di Inggris sekitar abad ke-17, bersamaan dengan perayaan datangnya musim semi. Tentu hari kasih sayang ini diikuti oleh anak muda yang belum menikah (Kompas.com, 14-02-2026).

Rusaknya Generasi Islam karena Meniru Tradisi Non-Muslim: Dampak Sistem Kapitalisme

Hari Valentine sering dipromosikan sebagai hari kasih sayang. Namun di balik itu, perayaan ini justru mendorong generasi muda Muslim untuk meniru budaya yang bukan berasal dari ajaran Islam. Mulai dari pacaran bebas, tukar hadiah dengan pasangan non-mahram, hingga perilaku yang mendekati zina, semua dianggap wajar karena “tren”.

Fenomena ini bukan sekadar masalah individu, tetapi buah dari sistem yang diterapkan saat ini oleh sistem kapitalisme. Dalam sistem kapitalisme, segala sesuatu diukur dari keuntungan materi. Valentine dijadikan momen bisnis besar — penjualan cokelat, bunga, hadiah, hotel, hingga hiburan meningkat tajam. 

Akibatnya, nilai agama dikalahkan oleh kepentingan ekonomi. Media, iklan, dan industri hiburan terus membentuk opini bahwa merayakan Valentine adalah tanda cinta dan modernitas. Generasi muda yang minim pemahaman agama akhirnya mengikuti arus tanpa menyadari bahwa mereka sedang menjauh dari identitas Islamnya.

 Kapitalisme juga menjadikan kebebasan sebagai nilai utama bebas berekspresi, bebas berhubungan, bahkan bebas melanggar batas agama selama menghasilkan keuntungan. Inilah yang perlahan merusak akhlak generasi Islam, bukan karena mereka membenci agama, tetapi karena sistem tidak mendukung mereka untuk tetap taat.

Jika nilai Islam benar-benar dijadikan dasar kehidupan, cinta tidak perlu dirayakan dengan tradisi yang bertentangan dengan syariat. Islam sudah mengajarkan bentuk kasih sayang yang suci, melalui pernikahan, keluarga, dan kepedulian sosial, bukan melalui budaya konsumtif tahunan. 

Karena itu, rusaknya generasi bukan semata kesalahan anak muda, melainkan akibat sistem yang membentuk cara berpikir dan gaya hidup mereka. Selama kapitalisme masih menjadi landasan, tradisi semacam ini akan terus diproduksi dan dipasarkan, sementara nilai Islam semakin terpinggirkan.

Kasih Sayang dalam Islam Ada dalam Pernikahan, Bukan Perayaan

Dalam Islam tidak ada yang namanya hari kasih sayang tahunan. Kasih sayang bukan dirayakan satu hari, lalu dilupakan di hari lain. Islam mengajarkan bahwa cinta yang benar hanya ada dalam ikatan pernikahan hubungan halal yang penuh tanggung jawab, kehormatan, dan keberkahan. Maka barang siapa yang meniru orang kafir, ikut merayakan dan menghadirinya bukan ciri orang beriman.

Merayakan berarti mengagungkan tokoh Valentine's Day yang merupakan pendeta Nasrani. Meraka jelas-jelas bukan orang Islam, maka mengucapkan selamat valentine berarti terjerumus dalam syirik dan kemaksiatan. Hari kasih sayang menjadi hari banyaknya orang berbuat zina dan meniru perbuatan setan.

Rasulullah saw. bersabda: "Sungguh kalian benar-benar mengikuti jalan orang - orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal." Para sahabat bertanya "Apakah Yahudi dan Nasrani?" Beliau menjawab siapa lagi kalau bukan mereka." (HR. Sahih Bukhari no. 3456 dan Sahih Muslim no. 2669)

Allah sudah memuliakan kita dengan pernikahan bukan dengan cara yang paling rendah, pernikahan bertujuan untuk menjaga generasi Islam agar tidak bermaksiat. Maka rusaknya generasi terjadi ketika cinta dipahami sebagai kebebasan tanpa batas pacaran, hubungan tanpa komitmen, dan meniru budaya yang tidak sesuai dengan ajaran Islam. 

Akibatnya, kehormatan diri semakin hilang dan nilai agama makin ditinggalkan. Hanya dalam sistem Islam generasi bisa diselamatkan. Karena Islam tidak hanya mengatur ibadah, tetapi juga pergaulan, pendidikan, dan kehidupan masyarakat agar tetap suci dan terjaga. Pemuda diarahkan untuk menjaga diri dan menyalurkan cinta melalui jalan yang halal, yaitu pernikahan.

Dalam Islam cinta dijaga dengan akad di rawat dengan tanggung jawab, dan diarahkan untuk meraih ridho Allah Swt. Kasih sayang sejati tidak butuh satu hari khusus. Ia hidup setiap hari dalam rumah tangga yang sakinah, mawadah, warahmah penuh cinta, dan diridhai Allah. Maka hanya sistem Islamlah satu-satunya solusi untuk menjaga generasi kita.
Via OPINI
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Gantung Diri karena Buku, Bukti Sistem Pendidikan yang Gagal

Tanah Ribath Media- Februari 20, 2026 0
Gantung Diri karena Buku, Bukti Sistem Pendidikan yang Gagal
Oleh: Shofa Marwah (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Tragis! Siswa kelas IV SD di Kecamatan Jerebuu, Ngada, Nusa Tenggara Timur (N…

Most Popular

Bergabung dengan BoP, Pengkhianatan terhadap Muslim Palestina

Bergabung dengan BoP, Pengkhianatan terhadap Muslim Palestina

Februari 14, 2026
BoP Bukan Solusi Damai, tapi Siapa Mengatur Dunia

BoP Bukan Solusi Damai, tapi Siapa Mengatur Dunia

Februari 14, 2026
Polemik Penonaktifan PBI: Antara Anggaran dan Nyawa

Polemik Penonaktifan PBI: Antara Anggaran dan Nyawa

Februari 20, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Juni 09, 2023
Terhubung tapi Terasing: Mengungkap Kesepian akibat Media Sosial di Era Kapitalisme Liberalisme

Terhubung tapi Terasing: Mengungkap Kesepian akibat Media Sosial di Era Kapitalisme Liberalisme

Oktober 02, 2025

Popular Post

Bergabung dengan BoP, Pengkhianatan terhadap Muslim Palestina

Bergabung dengan BoP, Pengkhianatan terhadap Muslim Palestina

Februari 14, 2026
BoP Bukan Solusi Damai, tapi Siapa Mengatur Dunia

BoP Bukan Solusi Damai, tapi Siapa Mengatur Dunia

Februari 14, 2026
Polemik Penonaktifan PBI: Antara Anggaran dan Nyawa

Polemik Penonaktifan PBI: Antara Anggaran dan Nyawa

Februari 20, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us