Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
Tanah Ribath Media
Pasang Iklan Murah
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Telusuri
Beranda opini Rakyat Palestina di Bawah Bayang-Bayang Pemusnahan Massal
opini

Rakyat Palestina di Bawah Bayang-Bayang Pemusnahan Massal

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
05 Feb, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp


Oleh: Ummu Amar Ma'ruf
(Aktivis Muslimah)

TanahRibathMedia.Com—Zionis Yahudi terus menghancurkan dan merampas wilayah Palestina, 19 pemukiman baru dibuka di Tepi Barat. Sementara genosida, pelaparan Gaza, serangan pasca gencatan senjata seolah terlupakan. Media bungkam, dunia diam, seolah Gaza telah aman saat ini. Faktanya telah terjadi pemusnahan massal terhadap rakyat Palestina oleh Zionis Yahudi dan sekutunya. Kabinet Keamanan Israel menyetujui pembangunan permukiman baru, mengabaikan resolusi Dewan Keamanan PBB yang memerintahkan Israel untuk menghentikan kegiatan pembangunan permukiman ilegal di wilayah Palestina yang diduduki.

Uni Emirat Arab, Mesir, Qatar, dan Arab Saudi menilai pembangunan pemukiman baru sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional dan resolusi Dewan Keamanan PBB. Tak hanya itu, langkah ini juga bisa kembali menjadi sengketa dan hambatan serius bagi penyelesaian dua negara.

Gelombang kritik juga datang dari Eropa dan Amerika Utara. Berdasarkan laporan The Guardian, sebanyak 14 negara, termasuk Inggris, Kanada, dan Jerman, mengeluarkan pernyataan bersama yang mengecam keputusan Israel dan memperingatkan risiko meningkatnya ketidakstabilan regional. Negara-negara tersebut menilai bahwa perluasan pemukiman, berpotensi merusak upaya mendorong fase kedua gencatan senjata Gaza. Tak hanya itu, hal ini juga mengancam upaya perdamaian jangka panjang di Timur Tengah.

Tindakan sepihak itu, sebagai bagian dari intensifikasi kebijakan pemukiman yang lebih luas di Tepi Barat, tidak hanya melanggar hukum internasional tetapi juga berisiko memicu ketidakstabilan. Di sisi lain, pembangunan pemukiman juga berlangsung di tengah meningkatnya kekerasan di Tepi Barat.

Termasuk serangan pemukim Israel terhadap warga Palestina dan operasi militer Israel yang intensif sejak pecahnya perang Gaza pada Oktober 2023. Bertambahnya pemukiman Israel di wilayah pendudukan, tekanan diplomatik terhadap Tel Aviv, Israel akan semakin menguat, sementara peluang pembentukan negara Palestina kian menyempit di tengah maraknya konflik politik dan keamanan yang belum mereda (Detik.com, 26 Desember 2025).

Pada September 2025, Presiden AS Donald Trump meluncurkan rencana damai yang terdiri dari 20 poin untuk mengakhiri konflik Gaza. Pada 17 November, Dewan Keamanan PBB memutuskan resolusi yang mendukung rencana Trump. 13 dari 15 anggota dewan memberikan dukungan resolusi tersebut, sementara Rusia dan China abstain (Antaranews, 27 Desember 2025).

 Genjatan Senjata yang Manipulatif

Israel sejak dulu begitu menginginkan menguasai wilayah Palestina, meskipun berdasarkan fakta dan data mereka tidak memiliki bukti historis yang kuat. Namun mereka mengklaim bahwa Palestina adalah tanah yang dijanjikan untuk bangsa Yahudi. Ini jelas kebohongan yang dipertontonkan. Mereka adalah bangsa yang tak memiliki wilayah dan tak diterima di manapun. Untuk itu mereka menempuh segala cara untuk merampas dan menguasai seluruh wilayah Palestina.

20 poin yang AS berikan sebagai solusi perdamaian nyatanya hanya alat memuluskan agenda penjajahannya yang lebih sempurna. Dengan dukungan dunia yang masih berharap pada adidaya yang rakus dan bengis menghabisi apa saja yang menghalangi ambisinya menguasai seluruh wilayah Palestina. Kecaman dan penolakan 20 poin sebagai upaya penolakan solusi perdamaian semu itu nyatanya tak mampu menghentikan kekejaman penjajah. Karena di balik itu sebagian besar negara masih berwala pada Israel dan sekutunya.

Umat tidak boleh lupa bahwa para pendahulunya para Khalifah tidak pernah sudi berkompromi dengan kafir harbi fi'lan dalam urusan apapun selain bahasa perang. Hal ini harusnya dilakukan oleh semua bangsa agar tidak memberikan peluang sekecil apapun kepada penjajah untuk membiarkan mereka bebas berbuat semaunya. Genjatan senjata yang ditawarkan adalah tipu muslihat untuk tetap mengendalikan Palestina di bawah pendudukan.

lsarel menunjukkan sikap arogansi untuk memimpin dan mendominasi politik dan ekonomi dunia. Berbagai kekejaman yang dilakukan kepada rakyat Palestina membuat rakyat dibelahan dunia tersadar, bahwa politik dan ekonomi yang dijalankan hari ini penuh kejahatan dan kekejaman. Rangkaian aksi dan demonstrasi rakyat diberbagai belahan dunia mendesak pimpinannya, memutus hubungan diplomasi dan mengirim pasukan membebaskan Palestina tidak dilaksanakan.

Demokrasi yang katanya suara rakyat tak berlaku saat ada kepentingan yang bersebrangan. Arogansi Israel karena didukung AS dan sekutunya. PBB yang diharapkan sebagai kunci penyelesaian konflik yang berkepanjangan ini, nyata justru memeberikan hak veto kepada penjajah. Ia tidak lain perpanjangan tangan penjajah itu sendiri.

Dendam dan kebencian Zionis Israel terhadap Islam dan umat Islam nyata terus berjalan, dengan etnis cleansing yang dialami umat Islam bahkan dibanyak negeri. Kebencian Zionis Yahudi membuatnya melupakan sejarah bahwa khilafah Islam telah menyelamatkan bangsa Yahudi dari penindasan dan pengusiran di mana-mana.

Takkala seluruh dunia menolak kehadiran mereka, rakyat Palestina justru mengulurkan tangannya memberikan sebagian wilayahnya sebagai pemukiman. Tapi yang terjadi saat ini, mereka melakukan kekejaman terhadap rakyat yang dulu membelanya. Saat ini dunia tak punya kemampuan menghalangi tindakan jahat Zionis Israel dalam membuat kerusakan di muka bumi, termasuk genosida Gaza/Palestina. Karena umat terpecah belah, dan diadu domba. Sekularisme, nasionalisme, kapitalisme yang merupakan alat penjajahan membuat dunia tunduk pada aturan penjajah. Sementara itu, mereka bebas menghabisi umat yang tak bersalah. Tak ada payung yang menaungi umat hari ini, para pemimpin dunia harus memahami sejarah, sistem apa yang bisa melindungi nyawa manusia dari kekejaman Zionis Yahudi dan sekutunya?

Dunia Tidak Boleh Diam

Kejahatan bangsa Yahudi membuat kerusakan di muka bumi sudah dikabarkan Allah Swt. dalam Al-Qur'an dalam banyak ayat. Firman Allah Swt.:

“Dan telah Kami tetapkan terhadap Bani Israîl dalam Kitab itu: Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar”. (TQS. Al-Isra [17]:4)

Ini adalah peringatan keras bagi umat Rasulullah, bahwa Yahudi adalah musuh besar yang harus diwaspadai. Umat Islam harus mengikuti panduan Allah dan Rasul-Nya untuk tidak berwala' (memberikan loyalitas) pada orang kafir karena itu haram. Israel sebagai negara kafir harbi fi'lan, termasuk sekutunya Inggris, Prancis, AS. Berarti hubungan yang terjadi terhadap mereka adalah hubungan perang bukan hubungan damai.

Dalam shiroh, Rasulullah saw. bertindak tegas terhadap negara kafir yang memusuhi Islam dan pengkhianat perjanjian dengan menyatakan pengusirannya dari wilayah daulah dan memeranginya hingga tunduk, juga membayar jizyah pada Daulah Islam. Sejak saat itu Yahudi tak bertaji menghadapi kaum muslim. Hanya Jihad dan Khilafah yang bisa membungkam arogansi Israel untuk menguasai dunia dan berbuat banyak kerusakan/kejahatan.

Jihad puncak tertinggi kemuliaan Islam. Karena jihad meninggikan kalimat Allah, menghancurkan kebatilan dan mengembalikan kemuliaan umat. Khilafah sebagai perisai akan mengerahkan pasukan terbaik memimpin umat melaksanakan jihad membebaskan negeri-negeri terjajah. Umat akan dituntun menjadi umat terbaik yang akan berkhidmat kepada Islam. Karena hanya dengan kembalinya Khilafah yang dijanjikan keadilan akan tegak. Saat Khilafah tegak kesadaran umat akan terbentuk bahwa wala dan bara hanya layak diberikan kepada Allah dan Rasul-Nya.
Wallahu 'alam.
Via opini
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Banjir dan Longsor Aceh: Melumpuhkan Aktivitas dan Ekonomi Rakyat

Tanah Ribath Media- Februari 04, 2026 0
Banjir dan Longsor Aceh: Melumpuhkan Aktivitas dan Ekonomi Rakyat
Oleh: Pudji Arijanti (Pegiat Literasi untuk Peradaban) TanahRibathMedia.Com— Setelah bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh pada akhi…

Most Popular

Potret Buram Pendidikan Indonesia, Buah Sistem Sekularisme

Potret Buram Pendidikan Indonesia, Buah Sistem Sekularisme

Februari 02, 2026
Dunia Menanti Pemimpin Perdamaian Global

Dunia Menanti Pemimpin Perdamaian Global

Februari 03, 2026
Guru Dikeroyok Siswa, Murid Dihina Guru, Ada Apa dengan Dunia Pendidikan?

Guru Dikeroyok Siswa, Murid Dihina Guru, Ada Apa dengan Dunia Pendidikan?

Februari 03, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Juni 09, 2023
Terhubung tapi Terasing: Mengungkap Kesepian akibat Media Sosial di Era Kapitalisme Liberalisme

Terhubung tapi Terasing: Mengungkap Kesepian akibat Media Sosial di Era Kapitalisme Liberalisme

Oktober 02, 2025

Popular Post

Potret Buram Pendidikan Indonesia, Buah Sistem Sekularisme

Potret Buram Pendidikan Indonesia, Buah Sistem Sekularisme

Februari 02, 2026
Dunia Menanti Pemimpin Perdamaian Global

Dunia Menanti Pemimpin Perdamaian Global

Februari 03, 2026
Guru Dikeroyok Siswa, Murid Dihina Guru, Ada Apa dengan Dunia Pendidikan?

Guru Dikeroyok Siswa, Murid Dihina Guru, Ada Apa dengan Dunia Pendidikan?

Februari 03, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us