OPINI
Potret Buram Pendidikan Indonesia, Buah Sistem Sekularisme
Oleh: Fitria Al Askan
(Sahabat Tanah Ribath Media)
TanahRibathMedia.Com—Publik dihebohkan kembali pada dunia pendidikan saat ini. Viralnya guru SMK dikeroyok oleh murid beberapa waktu ini mencuri perhatian publik. Alih-alih tegur-menegur, berujung hina-menghina. Hingga berakhir baku hantam. Itulah potret pendidikan saat ini.
Kasus ini terjadi di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi. Seorang guru alih-alih menegur muridnya karena menegur dengan kata tidak layak. Akan tetapi teguran tersebut dianggap menghina siswa tersebut. Hingga berakhir dengan adu jotos (detik.com, 17-01-2016).
Kejadian tersebut terjadi pada Selasa (13/1) pagi, saat kegiatan belajar sedang berlangsung. Ketika guru tersebut sedang berjalan di depan kelas dan mendengar ada murid yang menegur guru tersebut dengan kata yang tidak pantas. Lantas guru tersebut langsung menanyakan perihal siapa yang mengucapkan kalimat tersebut. Salah satu murid pun mengaku. Sang Guru beranggapan kalimat tersebut malah menantang Sang Guru, Sang Guru pun refleks menampar murid tersebut (detik.com, 17-01-2016).
Sungguh ironis sekali melihat fakta pendidikan saat ini. Slogan “guru iku digugu lan ditiru” saat ini hanyalah sebatas tulisan. Maknanya sudah hilang ditelan sistem yang salah kaprah. Fakta ini bukanlah hanya sekadar konflik semata. Ini merupakan probematika yang sangat serius di dunia pendidikan. Hal tersebut menandakan bahwa pendidikan saat ini sedang tidak baik-baik saja.
Relasi murid dengan guru yang seharusnya dibangun atas keteladanan dan penghormatan justru berubah menjadi relasi penuh ketegangan bahkan kekerasaan seperti pukul-memukul, hina menghina, hingga saling keroyok. Disatu sisi, murid yang bertindak bak kehilangan adab seperti berkata kasar, tidak sopan, menghina dan lain sebagainya. Di sisi lain, ada pula guru yang sering kali menghina, berkata kasar, merendahkan, atau melabeli muridnya dengan kata-kata yang bisa saja melukai psikologis murid. Hingga akhirnya kedua belah pihak akan terjebak dalam lingkaran konflik yang berujung kekerasan.
Inilah potret buram pendidikan saat ini yang mengagungkan sistem pendidikan sekuler. Sistem yang menjauhkan penganutnya dari Islam. Hingga berakibat pada runtuhnya generasi saat ini.
Berbeda dengan pendidikan dalam Islam. Pendidikan di dalam Islam tidak hanya mencetak orang pintar. Pendidikan dalam Islam akan mencetak generasi yang beradab dan berilmu. Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya aku diutus hanyalah untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak.” (HR. Ahmad).
Mengutamakan adab dulu baru ilmu, merupakan keharusan yang ditetapkan dalam sistem pendidikan Islam. Para siswa akan dididik agar memiliki adab kepada guru yang nantinya akan memuliakan guru. Para guru pun mampu mendidik dengan memberikan teladan yang baik dan penuh kasih sayang, bukan sebalilknya. Guru merupakan figur teladan bukan hanya pengajar.
Oleh karena itu, perlunya sistem Islam dengan khalifah berperan sebagai penguasa di dalamnya. Khalifah akan hadir dan menetapkan kurikulum berbasis akidah Islam. Penguasa berkewajiban memenuhi kebutuhan umat salah satunya pendidikan. Di samping menetapkan kurikulum berbasis akidah Islam, khalifah pula akan menyeleksi guru yang mumpuni dan memiliki syakhsiyah Islam yang tinggi. Negara akan memenuhi kebutuhan dasar guru, sehingga mereka lebih fokus mengajar. Tidak terbebani dengan ekonomi keluarga. Hal itu akan terwujud dengan tegaknya aturan Islam yang menyeluruh.
Wallahu a’alam bisshowab.
Via
OPINI
Posting Komentar