Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
Tanah Ribath Media
Pasang Iklan Murah
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Telusuri
Beranda OPINI Potret Buram Pendidikan Indonesia, Buah Sistem Sekularisme
OPINI

Potret Buram Pendidikan Indonesia, Buah Sistem Sekularisme

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
02 Feb, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Oleh: Fitria Al Askan
(Sahabat Tanah Ribath Media)

TanahRibathMedia.Com—Publik dihebohkan kembali pada dunia pendidikan saat ini. Viralnya guru SMK dikeroyok oleh murid beberapa waktu ini mencuri perhatian publik. Alih-alih tegur-menegur, berujung hina-menghina. Hingga berakhir baku hantam. Itulah potret pendidikan saat ini. 

Kasus ini terjadi di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi. Seorang guru alih-alih menegur muridnya karena menegur dengan kata tidak layak. Akan tetapi teguran tersebut dianggap menghina siswa tersebut. Hingga berakhir dengan adu jotos (detik.com, 17-01-2016).

Kejadian tersebut terjadi pada Selasa (13/1) pagi, saat kegiatan belajar sedang berlangsung. Ketika guru tersebut sedang berjalan di depan kelas dan mendengar ada murid yang menegur guru tersebut dengan kata yang tidak pantas. Lantas guru tersebut langsung menanyakan perihal siapa yang mengucapkan kalimat tersebut. Salah satu murid pun mengaku. Sang Guru beranggapan kalimat tersebut malah menantang Sang Guru, Sang Guru pun refleks menampar murid tersebut (detik.com, 17-01-2016). 

Sungguh ironis sekali melihat fakta pendidikan saat ini. Slogan “guru iku digugu lan ditiru” saat ini hanyalah sebatas tulisan. Maknanya sudah hilang ditelan sistem yang salah kaprah. Fakta ini bukanlah hanya sekadar konflik semata. Ini merupakan probematika yang sangat serius di dunia pendidikan. Hal tersebut menandakan bahwa pendidikan saat ini sedang tidak baik-baik saja.

Relasi murid dengan guru yang seharusnya dibangun atas keteladanan dan penghormatan justru berubah menjadi relasi penuh ketegangan bahkan kekerasaan seperti pukul-memukul, hina menghina, hingga saling keroyok. Disatu sisi, murid yang bertindak bak kehilangan adab seperti berkata kasar, tidak sopan, menghina dan lain sebagainya. Di sisi lain, ada pula guru yang sering kali menghina, berkata kasar, merendahkan, atau melabeli muridnya dengan kata-kata yang bisa saja melukai psikologis murid. Hingga akhirnya kedua belah pihak akan terjebak dalam lingkaran konflik yang berujung kekerasan.

Inilah potret buram pendidikan saat ini yang mengagungkan sistem pendidikan sekuler. Sistem yang menjauhkan penganutnya dari Islam. Hingga berakibat pada runtuhnya generasi saat ini. 

Berbeda dengan pendidikan dalam Islam. Pendidikan di dalam Islam tidak hanya mencetak orang pintar. Pendidikan dalam Islam akan mencetak generasi yang beradab dan berilmu. Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya aku diutus hanyalah untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak.” (HR. Ahmad). 

Mengutamakan adab dulu baru ilmu, merupakan keharusan yang ditetapkan dalam sistem pendidikan Islam. Para siswa akan dididik agar memiliki adab kepada guru yang nantinya akan memuliakan guru. Para guru pun mampu mendidik dengan memberikan teladan yang baik dan penuh kasih sayang, bukan sebalilknya. Guru merupakan figur teladan bukan hanya pengajar.

Oleh karena itu, perlunya sistem Islam dengan khalifah berperan sebagai penguasa di dalamnya. Khalifah akan hadir dan menetapkan kurikulum berbasis akidah Islam. Penguasa berkewajiban memenuhi kebutuhan umat salah satunya pendidikan. Di samping menetapkan kurikulum berbasis akidah Islam, khalifah pula akan menyeleksi guru yang mumpuni dan memiliki syakhsiyah Islam yang tinggi. Negara akan memenuhi kebutuhan dasar guru, sehingga mereka lebih fokus mengajar. Tidak terbebani dengan ekonomi keluarga. Hal itu akan terwujud dengan tegaknya aturan Islam yang menyeluruh.

Wallahu a’alam bisshowab.
Via OPINI
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Ironi 1.000 Ton Impor Beras di Tengah Janji Swasembada Pangan

Tanah Ribath Media- Maret 13, 2026 0
Ironi 1.000 Ton Impor Beras di Tengah Janji Swasembada Pangan
Oleh: Nurhy Niha (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Besar pasak daripada tiang, begitulah cara kita memaknai kedaulatan pangan hari…

Most Popular

Penyesatan Opini di Balik Topeng BoP

Penyesatan Opini di Balik Topeng BoP

Maret 13, 2026
Ironi 1.000 Ton Impor Beras di Tengah Janji Swasembada Pangan

Ironi 1.000 Ton Impor Beras di Tengah Janji Swasembada Pangan

Maret 13, 2026
Normalisasi Gaul Bebas, Bikin Kebablasan

Normalisasi Gaul Bebas, Bikin Kebablasan

Maret 13, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Juni 09, 2023
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024

Popular Post

Penyesatan Opini di Balik Topeng BoP

Penyesatan Opini di Balik Topeng BoP

Maret 13, 2026
Ironi 1.000 Ton Impor Beras di Tengah Janji Swasembada Pangan

Ironi 1.000 Ton Impor Beras di Tengah Janji Swasembada Pangan

Maret 13, 2026
Normalisasi Gaul Bebas, Bikin Kebablasan

Normalisasi Gaul Bebas, Bikin Kebablasan

Maret 13, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us