Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
Tanah Ribath Media
Pasang Iklan Murah
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Telusuri
Beranda OPINI Puasa Berjalan, MBG Dipertahankan: Siapa yang Diutamakan?
OPINI

Puasa Berjalan, MBG Dipertahankan: Siapa yang Diutamakan?

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
27 Feb, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Oleh: Rahmah Thayyibah
(Sahabat Tanah Ribath Media)

TanahRibathMedia.Com—Ramadan adalah bulan ibadah yang menghadirkan perubahan pola hidup, termasuk pola makan masyarakat. Namun di tengah suasana tersebut, pemerintah memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menegaskan bahwa MBG akan tetap dilaksanakan selama Ramadan dengan penyesuaian skema distribusi sesuai karakteristik penerima manfaat (bgn.go.id, 26-01-2026). Penegasan serupa disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan yang memastikan MBG tetap dijalankan pada Ramadan 2026 dengan pengaturan teknis agar mendukung umat yang berpuasa (Liputan6.com, 29-01-2026).

Sekilas, kebijakan ini tampak sebagai bentuk komitmen negara dalam menjaga asupan gizi masyarakat. Namun, sejumlah catatan kritis muncul. Pengamat Pertanian dari Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Eliza Mardian menilai, pemberian makanan kering kepada penerima MBG saat Ramadan berisiko tidak memenuhi kebutuhan gizi secara optimal. Makanan kering tentu berbeda kualitasnya dibandingkan makanan segar yang diolah dan dikonsumsi langsung. Jika orientasinya sekadar memastikan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tetap beroperasi, maka patut dipertanyakan: apakah substansi pemenuhan gizi benar-benar menjadi prioritas?


Lebih jauh, kebijakan yang berpijak pada paradigma kapitalistik cenderung berorientasi pada perputaran anggaran, proyek, dan keuntungan bagi pemilik modal. Program sosial pun rawan bergeser menjadi komoditas bisnis atau bahkan alat pencitraan politik. Padahal, urusan pangan adalah kebutuhan mendasar rakyat yang tidak boleh ditarik ke dalam logika untung-rugi.

Analisis Islam

Dalam Islam, pemenuhan kebutuhan dasar—termasuk pangan—merupakan kewajiban yang harus dijamin. Rasulullah saw. bersabda, “Imam (pemimpin) adalah ra’in dan ia bertanggung jawab atas rakyatnya.” Konsep ra’in menegaskan bahwa negara bukan sekadar regulator atau fasilitator proyek, melainkan pengurus langsung urusan rakyat.

Syariat menetapkan mekanisme pemenuhan kebutuhan secara berjenjang: pertama oleh kepala keluarga sebagai penanggung nafkah, kemudian kerabat yang mampu, lalu masyarakat sekitar, dan jika masih tidak terpenuhi maka negara wajib turun tangan melalui pengelolaan Baitul Mal. Artinya, intervensi negara harus benar-benar ditujukan untuk memastikan individu yang membutuhkan mendapatkan haknya secara layak, bukan sekadar menjalankan program secara administratif.

Dalam perspektif maqashid syariah, penjagaan jiwa (hifzh an-nafs) dan penjagaan keturunan (hifzh an-nasl) mensyaratkan terpenuhinya kebutuhan gizi secara optimal. Jika skema yang diterapkan justru berpotensi menurunkan kualitas pemenuhan gizi, maka perlu evaluasi serius agar tujuan syariat tidak terabaikan. Kebijakan publik semestinya dibangun atas asas kemaslahatan hakiki, bukan sekadar keberlanjutan proyek atau serapan anggaran.

Penjaminan kecukupan makan harus murni pelayanan, dijalankan dengan amanah, transparan, dan sesuai skala prioritas pengelolaan dana Baitul Mal. Ramadan seharusnya menjadi momentum memperkuat kepekaan sosial dan tanggung jawab negara sebagai pengurus rakyat. Pertanyaannya, ketika MBG tetap dipertahankan di bulan puasa, siapakah yang benar-benar diutamakan: kemaslahatan umat atau keberlangsungan program semata?

Wallahualam bi ashawab.
Via OPINI
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Insfrastruktur Rusak, Warga Mengadu, di Mana Pemerintah?

Tanah Ribath Media- Februari 27, 2026 0
Insfrastruktur Rusak, Warga Mengadu, di Mana Pemerintah?
Oleh: Nia Novita Sari, S.Pd (Aktivis Dakwah) TanahRibathMedia.Com— Telah beredar video di sosial media dalam akun instagram medantalktv (24-02-2026…

Most Popular

Sandiwara Gencatan Senjata

Sandiwara Gencatan Senjata

Februari 21, 2026
Ramadhan: Momentum Kembali kepada Al-Qur’an

Ramadhan: Momentum Kembali kepada Al-Qur’an

Februari 21, 2026
Rudapaksa Merajalela, Why?

Rudapaksa Merajalela, Why?

Februari 20, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Juni 09, 2023
Terhubung tapi Terasing: Mengungkap Kesepian akibat Media Sosial di Era Kapitalisme Liberalisme

Terhubung tapi Terasing: Mengungkap Kesepian akibat Media Sosial di Era Kapitalisme Liberalisme

Oktober 02, 2025

Popular Post

Sandiwara Gencatan Senjata

Sandiwara Gencatan Senjata

Februari 21, 2026
Ramadhan: Momentum Kembali kepada Al-Qur’an

Ramadhan: Momentum Kembali kepada Al-Qur’an

Februari 21, 2026
Rudapaksa Merajalela, Why?

Rudapaksa Merajalela, Why?

Februari 20, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us