Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
Tanah Ribath Media
Pasang Iklan Murah
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Telusuri
Beranda OPINI Program MBG Gagal? Islam Solusi Konfrehensif
OPINI

Program MBG Gagal? Islam Solusi Konfrehensif

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
11 Feb, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp


Oleh: Nurjanah 
(Sahabat Tanah Ribath Media)

TanahRibathMedia.Com—Lagi-lagi dunia pendidikan kembali dirundung pilu, sebab mencuatnya kasus keracunan MBG yang kembali terjadi pada awal 2026. Dikabarkan dari sekitar 1.178 siswa di SMAN 2 kudus Jawa Tengah, sekitar 600 siswa dan guru menjadi korban dalam kasus keracunan makanan bergizi (MBG). Diduga mereka menderita keracunan setelah selesai memakan sajian makanan bergizi (MBG). Sekitar 118 siswa  harus menjalani perawatan di rumah sakit (Kompastv.com, 29-1-2026).

Kasus yang sama pun terjadi di kota Tomohon. Tercatat sekitar 180 siswa keracunan MBG, bahkan dua minggu sebelumnya dikabarkan sekitar 803 orang di kabupaten Grobogan mengalami hal yang sama. Menurut dugaan dari Tim satgas percepatan MBG, keracunan tersebut berasal menu ayam.

Keracunan yang kian berulang dalam program MBG ini, membuktikan kegagalan program tersebut dalam melindungi generasi. Bukannya menjadi solusi yang fundamental dalam memenuhi kebutuhan gizi demi mencetak generasi yang sehat dan berkualitas serta mencegah stunting, justru mendatangkan persoalan baru yang kian mengancam keselamatan nyawa generasi. Akan tetapi fakta kegagalan program tersebut hingga saat ini sama sekali tidak mampu menghentikan berjalannya program tersebut. Bahkan penguasa justru tak segan dalam menaikkan anggaran untuk keberlanjutan program tersebut sekalipun kegagalannya sudah jelas merugikan masyarakat, karena terkurasnya dana publik yang besar namun tanpa jaminan hasil yang sepadan.

Program MBG pada dasarnya adalah program pragmatis yang lahir dari kapitalis yang solusinya sama sekali tidak dapat menyentuh akar persoalan, selain itu program ini berjalan seperti tanpa persiapan dan perencanaan yang matang, serta pertimbangan yang Konfrehensif dan kurangnya persiapan yang menyeluruh dari berbagai sisi.

Pada hakikatnya permasalahan gizi generasi terjadi dikarenakan kemiskinan struktural yang dialami, sehingga menyebabkan ketimpangan akses terhadap pemenuhan kebutuhan pokok yang sulit, serta daya beli masyarakat yang rendah. Semua ini terjadi karena adanya pembatasan peran negara oleh paradigma sekular, sehingga negara hanya berperan sebagai regulator dan fasilitator saja. Negara abai terhadap tanggung jawabnya dalam memenuhi kebutuhan rakyat nya.

Negara seharusnya bertanggung jawab dalam memenuhi kebutuhan gizi serta kebutuhan pokok generasi, karena pada dasarnya negara adalah raa'in wal junnah yaitu sebagai pengurus serta perlindung. Namun semua itu hanya dapat terwujud dalam naungan khilafah. Dalam sistem khilafah, kebijakan politik ekonominya bertujuan untuk menjamin kebutuhan pokok setiap individu warga negara, sekaligus membuka peluang untuk mereka dalam memenuhi kebutuhan sekunder dan tersier sesuai kemampuan.

Untuk mewujudkan semua itu diperlukan penerapan syari'at Islam yang menyeluruh sebab hanya syari'at Islamlah yg memiliki mekanisme dalam menjamin kepala keluarga untuk mendapatkan pekerjaan dengan upah yang layak. Ini membuat mereka mampu dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga nya. Selain itu negara juga akan memastikan pendidikan yang gratis serta berkualitas bagi seluruh rakyatnya, sehingga calon kepala keluarga atau bahkan generasi muda memiliki keterampilan serta kemampuan yang memadai sehingga memudahkan dalam mendapatkan pekerjaan yang layak. 

Negara juga akan memastikan terbuka nya lapangan pekerjaan yang layak dan luas dengan mengelola sumber daya alam seperti minyak, gas, listrik, pertambangan, perairan, laut, yang menyerap tenaga kerja yang banyak sehingga memberi peluang pekerjaan untuk rakyatnya, dan memastikan tidak dikelola oleh korporasi swasta.

Selain itu hasil dari pengolahan sumberdaya alam tersebut didedikasikan untuk kemaslahatan umat, seperti memberikan pendidikan gratis, pelayanan kesehatan gratis, transportasi yang murah bahkan gratis serta pelayanan lainnya sebab negara dalam khilafah berperan sebagai pelayan umat, sehingga setiap sektor strategis yang berkaitan dengan pelayanan umat akan dikuasai oleh negara tapi tidak menjadi milik negara melainkan tetap menjadi kepemilikan umum.

Jika ada rakyatnya yang miskin negara akan menjamin kebutuhan pokok nya, melalui mekanisme zakat sehingga dipastikan tidak ada rakyat miskin yang terlantar. Dengan sistem ini sudah dipastikan generasi akan sehat serta terdidik dalam memiliki keterampilan yang memadai, sebab negara yang bertanggung jawab secara Islam, akan memastikan setiap rakyatnya memperoleh haknya, sehingga stunting, gizi buruk, kemiskinan, ataupun kesenjangan sosial dengan mudah diatasi secara tuntas dan seluruhnya tidak hanya sementara seperti halnya program MBG

Wallahu ‘alam bissawab.
Via OPINI
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Ironi 1.000 Ton Impor Beras di Tengah Janji Swasembada Pangan

Tanah Ribath Media- Maret 13, 2026 0
Ironi 1.000 Ton Impor Beras di Tengah Janji Swasembada Pangan
Oleh: Nurhy Niha (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Besar pasak daripada tiang, begitulah cara kita memaknai kedaulatan pangan hari…

Most Popular

Ekonomi Sulit, Rakyat Makin Terjepit

Ekonomi Sulit, Rakyat Makin Terjepit

September 25, 2025
Potret Buram Pendidikan dalam Sistem yang Suram

Potret Buram Pendidikan dalam Sistem yang Suram

Februari 10, 2026
BoP Bukan Solusi Damai, tapi Siapa Mengatur Dunia

BoP Bukan Solusi Damai, tapi Siapa Mengatur Dunia

Februari 14, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Juni 09, 2023
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024

Popular Post

Ekonomi Sulit, Rakyat Makin Terjepit

Ekonomi Sulit, Rakyat Makin Terjepit

September 25, 2025
Potret Buram Pendidikan dalam Sistem yang Suram

Potret Buram Pendidikan dalam Sistem yang Suram

Februari 10, 2026
BoP Bukan Solusi Damai, tapi Siapa Mengatur Dunia

BoP Bukan Solusi Damai, tapi Siapa Mengatur Dunia

Februari 14, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us