SP
Indonesia Bergabung dengan BoP, Pengkhianatan terhadap Palestina
TanahRibathMedia.Com—Presiden Prabowo menyatakan sangat optimis perdamaian Palestina segera terwujud setelah menandatangani Board of Piece (BoP) Charter yang diprakasai Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, di Davos Swiss, pada tanggal 22 Januari 2026 kemarin. Menurutnya, keterlibatan Indonesia dalam Board of piece (BoP) merupakan momen bersejarah dan peluang nyata mendorong upaya perdamaian di Palestina (https//setkab.go.id/tandatangani-bop, 22 januari 2026)
Sebuah Lembaga Dewan perdamaian yang dibentuk oleh negara kafir, Amerika Serikat, yang notabene pendukung penuh Israel, sang penjajah Palestina. Beranggotakan negeri-negeri muslim termasuk Indonesia. Dengan menyetor iuran 1 milyar (16,7 trilliun) yang akan digunakan untuk membangun Gaza.
Yang jadi pertanyaan, apakah benar perdamaian Palestina akan terwujud sementara Palestina sendiri tidak dilibatkan? Apakah perdamaian akan terwujud sementara zionis Israel, ada dalam anggota Board of Peace tersebut?
Sangat miris memang. Inilah ironi terbesar bagi dunia Islam. Negara kafir muncul sebagai juru damai umat Islam. Amerika menjadi aktor utama penentu nasib negeri kaum muslimin. Padahal Allah mengingatkan tidak akan memberikan jalan bagi orang-orang kafir untuk menguasai kaum muslimin (TQS. anNisa; 141).
Di samping itu, kita sudah mengetahui rekam jejak negara Kafir penjajah, Amerika sebagai penjajah besar, dengan melakukan invasi, kudeta dan
penghancuran negri-negri islam di dunia.
Di sisi lain, hal ini merupakan pengkhianatan terhadap saudara-saudara kita di Palestina. Bukannya mengerahkan pasukan untuk mengusir penjajah Israel, negeri-negeri muslim malah masuk ke dalam Dewan Perdamaian ini, dan duduk bersama dengan kafir penjajah. Mereka malah ikut melegitimasi skema penjajahan gaya Barat. Tunduk dan patuh atas skema penjajahan ala Amerika. Bukannya memerdekakan Palestina, yang ada menghancurkannya dan membangun kembali Palestina sesuai kepentingan penjajah. Sayangnya lagi keputusan RI 1 ini disetujui oleh 16 ormas islam, termasuk MUI. Sebetulnya mereka berpihak kepada siapa? Palestina yang jelas- jelas saudara seiman mereka, ataukah penjajah Israel?
Sejak dahulu penjajahan tidak bisa dihentikan dengan meja perundingan atau negoisasi. Solusi tuntas atas masalah Palestina adalah mengusir Zionis Israel dari bumi Palestina dengan jihad fisabilillah oleh negara yang berdaulat penuh yaitu Daulah Khilafah Islamiyah ala minhajin Nubuwwah.
Wallahu a'lam bish showab.
Ummu Qiya
(Sahabat Tanah Ribath Media)
Via
SP
Posting Komentar