OPINI
BoP, Badan Koalisi Penjajah
Oleh: Ummu Adul
(Sahabat Tanah Ribath Media)
TanahRibathMedia.Com—Board of Peace (BoP) Charter, telah ditandatangani oleh presiden Republik Indonesia, yang diinisiasi oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Presiden Prabowo dengan optimisme menyampaikan keterangannya, kepada awak media di Davos, Swiss. Kamis (22-01-2026).
Bergabungnya penguasa negri ini, dengan Board of Peace merupakan suatu penghianatan terhadap muslim palestina karena mengakui kesepakatan di bawah Amerika Serikat. Prabowo menyampaikan optimisme kuat terhadap tercapainya perdamaian di Gaza usai menandatangani Board Of Peace (BoP) charter yang diinisiasi oleh presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Pemerintah Indonesia menandatangani BoP, dengan alasan untuk perdamaian palestina dengan keterlibatan Indonesia di BoP untuk mendorong upaya perdamaian khususnya untuk rakyat Gaza dan Palestina. Indonesia pun harus membayar 1 Miliar dolar (Rp. 17 Triliun) untuk memperoleh keanggoataan. Ikut serta bergabung dengan Boar of Peace (BoP) jelas-jelas adalah penjajahan gaya baru yang dibuat oleh Trump (AS). Penjajahan baru ini merupakan kesewenang-wenangan dan kezaliman, karena (BoP) dikendalikan oleh Trump (AS) dengan kuasa vetonya.
Oleh karena itu melakukan kesepakatan bergabung dengan BoP tidak akan mampu menyelesaikan dan memberikan solusi yang tepat untuk palestina. Di negara mana pun, BoP tidak akan mampu berlaku adil, selama berada di bawah kepemimpinan sistem kapitalisme, yang ada hanya atas dasar kepentingan dan keuntungan bagi para penjajah. Sedangkan negara Palestina tidak dilibatkan sama sekali.
Dengan demikian telah terbukti semua itu bukan untuk membela negri kaum muslim, melainkan untuk kepentingan geopolitik dan ekonomi AS. Karena Trump cuma ingin menguasai tanah Palestina dan mengusir penduduknya itu terbukti dengan dipasoknya senjata ke negara zionis yang ingin membabat habis penduduk Palestina, dan menyediakan legislasi hukum, sehingga PBB itu tidak bisa bergerak. Mereka pun menyambut kerja sama dan dedikasi untuk Israel.
Padahal AS memiliki jejak panjang sebagai penjajah besar. AS melakukan sejumlah invasi, kudeta dan penghancuran negeri negri muslim. Sedangkan Indonesia adalah negara yang mayoritas muslim. Mengapa harus terlibat dalam BoP? Ini merupakan pengkhianatan terhadap Palestina apalagi mereka duduk bersama Yahudi, penjajah dan penjagal Palestina. Begitu pun dengan negara-negara muslim lainnya, justru ikut dalam skema yang mengamankan penjajah. Padahal Allah Swt. telah berfirman:
"Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian menjadikan orang-orang Yahudi dan Nasrani sebagai pemimpin." (TQS.Al-Maidah [5]: 51).
Maka dengan adanya BoP sebenarnya tidak akan membuat tanah Palestina merdeka ataupun terbebas. Yang Palestina butuhkan adalah merdeka dari penjajahan Zionis. Untuk membebaskan enjajahan Barat di mana pun termasuk Palestina, sesunguhnya tidak akan pernah berakhir di meja perundingan yang tidak seimbang, hanya berat sebelah dan tidak memberikan keadilan. Palestina yang sekian lama terjajah sama sekali tidak akan mampu di bebaskan oleh dewan-dewan internasioanal buatan kafir penjajah.
Oleh Karena itu, umat Islam sedunia saat ini sangat membutuhkan seorang khalifah, sebagaimana sabda rasullah saw.:
"Seorang Imam (khalifah) adalah perisai (pelindung).” (HR. Bukhori dan Muslim)
Khalifah sebagai pemimpin negara khilafah dan merupakan satu-satunya institusi yang akan mengomando jihad akbar untuk membebaskan Palestina. Begitu pun dengan negeri-negeri muslim tidak boleh bersekutu dengan kafir harbi fi'lan yang tengah memerangi muslim palestina. Negeri-negeri muslim harus segera menegakkan khilafah. Umat Islam harus menjadikan khilafah sebagai qhodiyah masiriyah (agenda utama) dan merealisasikannya.
Wallahu alam bissawab.
Via
OPINI
Posting Komentar