SP
Anak SD Gantung Diri, Mirisnya Sistem Pendidikan Negeri Ini
TanahRibathMedia.Com—Seorang siswa berinisial YBR (10) kelas IV SD di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), ditemukan meninggal dunia. Dikutip dari Detiknews (29-01-2026), YBR mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di pohon cengkih. Diduga YBR merasa tertekan dan putus asa karena masalah ekonomi yang dialaminya. Sebelum bunuh diri, YBR sempat meminta uang untuk membeli buku dan pena kepada ibunya, namun ibunya tidak memberikan karena tidak memiliki uang. Diduga YBR juga ditagih pihak sekolah untuk segera membayar biaya sekolah sebesar 1,2 juta rupiah. Ini yang memicu YBR memilih mengakhiri hidupnya.
Kasus bunuh diri yang menimpa YBR menunjukkan mirisnya kondisi sistem pendidikan di negeri ini. Belum lagi kasus-kasus lain yang terjadi dalam dunia pendidikan seperti kasus bullying, pelecehan seksual, konflik guru dengan siswa/orang tua, masalah gaji guru honorer yang tidak sesuai, serta perubahan kurikulum yang sulit untuk dijalankan dan permasalahan-permasalahan lainnya yang semakin menunjukan kebobrokan dari sistem pendidikan di negeri ini. Berbagai regulasi sudah sering dilakukan oleh mereka yang memiliki wewenang dalam dunia Pendidikan. Nyatanya, regulasi yang mereka buat tidak mampu menyelesaikan masalah yang ada, justru menambah permasalahan-permasalahan baru dalam dunia pendidikan.
Islam menjelaskan pendidikan merupakan hak setiap individu. Artinya rakyat berhak untuk mendapatkan pendidikan yang layak, salah satunya biaya pendidikan yang tidak membebani rakyat, sehingga siswa mampu fokus untuk meraih pendidikan yang tinggi tanpa ikut memikirkan beratnya biaya pendidikan yang mahal. Apalagi sampai berpikir untuk mengakhiri hidup hanya karena tidak mampu membeli buku dan pena.
Pendidikan sudah seharusnya menjadi tanggung jawab negara. Di mana negara harus memberikan layanan pendidikan yang baik bagi rakyatnya bukan memberatkan rakyatnya. Pendidikan merupakan hak dasar yang harus dimiliki setiap individu, bukan hanya untuk orang-orang kaya saja namun juga untuk orang-orang miskin. Karena ketika setiap individu berpendidikan dengan kualitas yang baik maka segala persoalan negara dan juga kehidupan pun akan mudah diselesaikan.
Namun melihat penguasa hari ini dimana pendidikan tidak lebih utama dibandingkan MBG, maka akan sulit untuk menghadirkan individu-individu yang mampu menyelesaikan problem-problem kehidupan. Maka sudah saatnya baik penguasa maupun rakyat sama-sama menyadari bahwa pendidikan itu sangat penting dan harus saling mengupayakan untuk menghasilkan kualitas pendidikan yang baik dan tidak membebani rakyat agar tidak ada lagi anak-anak yang depresi lalu memilih mengakhiri hidup karena ikut memikirkan biaya pendidikan.
Aniroh, Amd.Akt
(Aktivis Muslimah)
Via
SP
Posting Komentar