SP
Gencatan Senjata dan BoP: Panggung Sandiwara Penjajah di Gaza
TanahRibathMedia.Com—Gencatan senjata? Itu hanya akal-akalan busuk penjajah. Tidak ada yang namanya gencatan senjata di Gaza. Hanya ada strategi busuk untuk mendapatkan wilayah Gaza. Faktanya, 6 Februari kemarin, Israel kembali melancarkan bola api besarnya ke arah Gaza (video.kompas.com, 7-02-2026).
Bersamaan dengan gencatan senjata yang dikhianati, muncullah BoP (Board of Peace), di mana Indonesia menjadi salah satu anggotanya bersama Israel. Badan ‘perdamaian’ ini disebut menjadi solusi yang bisa membantu Gaza. Selalu saja menawarkan solusi yang sebenarnya malah menjerumuskan Gaza ke jurang yang lebih dalam lagi.
Gencatan senjata dan BoP ini bukanlah solusi. Bisa dilihat dengan pengkhianatan Israel dengan melanggar gencatan senjata, BoP pun demikian. Entah kapan akan melayangkan pengkhianatan pada terwujudnya Palestina yang damai. Bisa-bisanya dunia benar-benar naif dan polos dengan solusi kosong yang ditawarkan terus menerus oleh pihak AS. Seolah selalu terlupakan dengan pelanggaran-pelanggaran Israel-AS atas gencatan senjata atau solusi yang ditawarkan mereka.
Sadarlah, bahwa gencatan senjata dan BoP yang dielu-elukan sebagai solusi itu hanyalah panggung sandiwara yang disutradarai oleh AS. Sandiwara yang dijalankan untuk melanggengkan penjajahan di tanah Gaza, Palestina. Para penguasa muslim, bernyali ciut untuk melawan penjajah seperti AS-Israel. Alasan pengecut seperti menjaga kedamaian dunia selalu menjadi tameng mereka semua. Mereka, termasuk Indonesia bahkan dengan relanya bergabung dalam skenario BoP ini.
Jangan mau lagi terperangkap dalam skenario sandiwara jahat mereka. Umat harus membuka mata, melebarkan telinga, meluaskan pikiran bahwa solusi yang benar untuk kedamaian Gaza dan pihak-pihak yang sedang dijajah itu bukan dengan bergabung dalam BoP atau meminta gencatan senjata saja, tetapi hadirnya naungan yang kuat dan kokoh yang bisa menandingi mereka.
Sekarang saatnya umat mulai tegas dan tidak menoleransi yang namanya gencatan senjata dan perdamaian yang digembar-gemborkan AS karena sudah pasti itu hanya kebohongan belaka. Kita bisa melawan hegemoni penjajah kafir bila umat bersatu dalam politik dan kepemimpinan.
Umat harus sadar dan menyadarkan sesama umat dan penguasa akan pentingnya jihad dan penyatuan negeri-negeri muslim dalam satu wadah yang dinamakan Khilafah. Maka, kita akan menjadi kuat. Mereka akan melemah. Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh.
Sarah Fauziah Hartono
(Sahabat Tanah Ribath Media)
Via
SP
Posting Komentar