Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
Tanah Ribath Media
Pasang Iklan Murah
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Telusuri
Beranda OPINI Preman Amuk di Belawan: Ketika Kekerasan Kecil Menunjukkan Lubang Besar Sistem Kapitalisme
OPINI

Preman Amuk di Belawan: Ketika Kekerasan Kecil Menunjukkan Lubang Besar Sistem Kapitalisme

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
20 Feb, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Oleh: Fitri Yani
(Aktivis Dakwah) 

TanahRibathMedia.Com—Pada Rabu pagi (4-1-2026), suasana Dermaga Bandar Udara Pelabuhan Belawan menjadi gaduh saat preman DZ (31) meledak marah. Setelah pemilik mobil menolak memberikan uang parkir yang tidak jelas, dia langsung menghadang kendaraan dan memecahkan kaca depan dengan tangan kasar hingga retak parah. Saat warga berusaha melerai, pelaku langsung kabur menyelinap ke jalanan ramai.
 
Berkat rekaman CCTV yang menangkap setiap gerakannya dan keterangan saksi yang jelas, tim Reskrim Polres Pelabuhan Belawan akhirnya mengamankan DZ pada Selasa (3-2-2026). Saat diamankan, polisi menyita senjata tajam, baju sangkar, celana jeans, dan dua ponselnya. Sementara itu, kasus ini masih terus diselidiki (Kompas.com,04/02/26)

Premanisme: Ketika Kekerasan Kecil Menjadi Cermin Kelemahan Sistem
 
Apa yang terjadi di Pelabuhan Belawan bukan sekadar kasus preman mengamuk gara-gara uang parkir. Di balik tindakan sembrono itu, tersembunyi masalah yang jauh lebih dalam – sebuah tanda bahaya bahwa struktur keamanan dan tata nilai masyarakat kita sedang tercoreng.
 
Pelaku yang merasa berhak memaksa bukan lahir dari hampa. Rasa "kuasa" yang salah yang mereka anut tumbuh subur karena ada ruang kosong yang dibiarkan sistem. Kawasan vital seperti pelabuhan seharusnya menjadi benteng keamanan yang terjaga ketat, tapi justru jadi ladang bagi mereka yang ingin mengambil keuntungan dengan kekerasan. Ketika delapan orang bisa dihadapkan dengan bebas, ketika kaca mobil bisa hancur tanpa rasa takut – itu berarti kontrol negara belum menyentuh setiap sudut yang perlu dilindungi.
 
Lebih dari itu, premanisme bukan hanya tentang satu orang atau sekelompok orang. Ia adalah penyakit sosial yang bisa menular dan berkembang menjadi bentuk kejahatan yang lebih besar. Seperti api yang mulai dari percikan kecil, jika tidak segera dipadamkan, bisa membakar seluruh ekosistem masyarakat – dari ekonomi lokal yang terganggu hingga hilangnya kepercayaan rakyat terhadap keamanan publik. Bahkan, pola kekerasan yang mereka tunjukkan memiliki kemiripan dengan ideologi terorisme yang menganggap kekerasan sebagai cara untuk mendapatkan apa yang diinginkan.
 
Di era yang mengedepankan keadilan dan keamanan, tidak bisa lagi kita hanya menangkap pelaku dan menganggap masalah selesai. Kita perlu menyelami akar masalah – mengapa mereka berani bertindak demikian? Apakah ada celah dalam regulasi? Bagaimana dengan pemantauan dan pencegahan yang lebih dini? Negara harus berperan aktif dalam membangun sistem yang tidak memberi ruang bagi premanisme untuk hidup, bukan hanya menjadi penangkap setelah kerusakan terjadi.

Islam, Jalan Penyelesaian yang Mengubah Wajah Premanisme
 
Agama Islam tidak datang hanya untuk mengatur ibadah, melainkan sebagai pijakan kuat untuk menyelesaikan segala masalah umat — termasuk premanisme yang merusak ketertiban masyarakat. Solusinya tidak sebatas menangkap pelaku, melainkan mengubah akar masalah dari dalam.
 
Percaya pada Allah menjadi landasan hati Nurani. Setiap tindakan selalu diawasi Sang Pencipta. Ini membuat hati kita sadar bahwa menyakiti orang lain atau mengambil hak yang bukan milik kita adalah dosa besar. Dengan keyakinan ini, tidak akan ada lagi keinginan untuk menunjukkan kekerasan atau menjadi orang yang ditakuti.
 
Di sistem Islam, tidak ada yang bisa bebas di atas hukum. Baik pelaku maupun korban sama di depan keadilan. Siapa saja yang melakukan pemerasan atau gangguan akan mendapatkan konsekuensi yang sesuai, sementara rakyat kecil selalu terlindungi dengan baik.

Lewat dakwah dan pembinaan akhlak, kita diajarkan untuk menghargai sesama, bekerja keras dengan cara benar, dan hidup rukun. Banyak orang yang dulunya terlibat premanisme kemudian berubah drastis setelah memahami ajaran Islam dengan benar.
 
Islam mengajarkan kita untuk saling membantu. Ketika semua orang bisa mendapatkan pekerjaan layak, pendidikan yang cukup, dan perawatan kesehatan, tidak akan ada alasan lagi untuk mencari nafkah dengan cara salah atau merasa terpaksa jadi preman.
 
Premanisme tidak bisa hilang hanya dengan kekerasan aparat. Perubahan yang sesungguhnya datang dari hati yang bertaubat, hukum yang adil, dan masyarakat yang saling menyayangi itulah solusi Islam yang sungguh menyeluruh.
Via OPINI
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Gantung Diri karena Buku, Bukti Sistem Pendidikan yang Gagal

Tanah Ribath Media- Februari 20, 2026 0
Gantung Diri karena Buku, Bukti Sistem Pendidikan yang Gagal
Oleh: Shofa Marwah (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Tragis! Siswa kelas IV SD di Kecamatan Jerebuu, Ngada, Nusa Tenggara Timur (N…

Most Popular

Bergabung dengan BoP, Pengkhianatan terhadap Muslim Palestina

Bergabung dengan BoP, Pengkhianatan terhadap Muslim Palestina

Februari 14, 2026
BoP Bukan Solusi Damai, tapi Siapa Mengatur Dunia

BoP Bukan Solusi Damai, tapi Siapa Mengatur Dunia

Februari 14, 2026
Polemik Penonaktifan PBI: Antara Anggaran dan Nyawa

Polemik Penonaktifan PBI: Antara Anggaran dan Nyawa

Februari 20, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Juni 09, 2023
Terhubung tapi Terasing: Mengungkap Kesepian akibat Media Sosial di Era Kapitalisme Liberalisme

Terhubung tapi Terasing: Mengungkap Kesepian akibat Media Sosial di Era Kapitalisme Liberalisme

Oktober 02, 2025

Popular Post

Bergabung dengan BoP, Pengkhianatan terhadap Muslim Palestina

Bergabung dengan BoP, Pengkhianatan terhadap Muslim Palestina

Februari 14, 2026
BoP Bukan Solusi Damai, tapi Siapa Mengatur Dunia

BoP Bukan Solusi Damai, tapi Siapa Mengatur Dunia

Februari 14, 2026
Polemik Penonaktifan PBI: Antara Anggaran dan Nyawa

Polemik Penonaktifan PBI: Antara Anggaran dan Nyawa

Februari 20, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us