Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
Tanah Ribath Media
Pasang Iklan Murah
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Telusuri
Beranda SP Teror Konten Kreator, Demokrasi Otoriter?
SP

Teror Konten Kreator, Demokrasi Otoriter?

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
18 Jan, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp


TanahRibathMedia.Com—Dalam beberapa waktu terakhir, publik dikejutkan oleh maraknya teror dan intimidasi terhadap konten kreator, aktivis, serta influencer yang menyuarakan kritik terhadap kebijakan rezim, khususnya terkait penanganan pasca bencana di Sumatra. Sejumlah media nasional dan internasional melaporkan setidaknya tujuh konten kreator mengalami tekanan serius usai menyampaikan pandangan kritisnya di ruang publik (mediaindonesia.com, 31-12-2025).

Masih di laman yang sama, bentuk teror yang dilaporkan pun sangat beragam dan mengkhawatirkan. Mulai dari ancaman fisik, peretasan akun digital, doxxing (penyebaran data pribadi), hingga vandalisme. Bahkan, ada yang menerima kiriman bangkai ayam, bom molotov, serta intimidasi yang menyasar anggota keluarga. Situasi ini menciptakan paradoks dalam komitmen negara terhadap prinsip-prinsip demokrasi. Kebebasan berekspresi yang dijamin secara konstitusional tampak tereduksi oleh praktik kekerasan struktural, baik melalui tindakan langsung maupun pembiaran hukum. 

Dalam tinjauan politik, kondisi ketika kritik dibalas dengan ancaman merupakan ciri khas dari demokrasi otoriter (sebuah sistem yang mempertahankan prosedur formal demokrasi namun mempraktikkan represi substansial untuk menjaga stabilitas kekuasaan). Hal ini menciptakan chilling effect, yakni masyarakat cenderung melakukan sensor mandiri (self-censorship) karena adanya rasa takut akan konsekuensi negatif dari bersuara kritis. Demokrasi semacam ini hanya memberi ruang bagi kritik yang aman dan jinak, sementara kritik substansial dianggap ancaman kekuasaan. 

Dalam perspektif Islam, kondisi ini menunjukkan kegagalan sistem sekuler-demokrasi dalam menjamin keadilan dan perlindungan hak rakyat secara hakiki. Islam memiliki paradigma kepemimpinan yang sangat berbeda. Dalam Islam, penguasa adalah junnah (perisai/pelindung) bagi rakyatnya, bukan peneror apalagi pengancam. 

Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya imam (khalifah) adalah perisai, di mana orang-orang berperang di belakangnya dan berlindung dengannya.” (HR Muslim). 

Hubungan penguasa dan rakyat diatur secara jelas oleh syariat. Penguasa wajib menjalankan peran sebagai ra’in (pengurus urusan rakyat) dan junnah, sementara rakyat memiliki kewajiban muhasabah lil hukam (mengoreksi dan menasihati penguasa ketika terjadi penyimpangan). Kritik dalam Islam bukan kejahatan, melainkan kewajiban amar makruf nahi mungkar. 

Sejarah Khilafah Islam memberikan teladan agung. Para khalifah sangat terbuka terhadap kritik. Umar bin Khattab ra. pernah ditegur rakyatnya di ruang publik, dan beliau menerimanya dengan lapang dada. Tidak ada intimidasi, apalagi teror. Maka, solusi hakiki atas paradoks demokrasi dan teror terhadap suara kritis bukan sekadar reformasi hukum atau pergantian rezim, melainkan perubahan sistemik menuju penerapan Islam kaffah. Hanya dengan syariat Islam, kebebasan berbicara terjamin dalam koridor kebenaran, dan penguasa benar-benar menjadi pelindung rakyat dan bukan musuhnya.

Najwa Nazahah
(Aktivis Remaja)
Via SP
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Satu Bulan Bencana, Keselamatan Rakyat Masih Jadi Taruhan

Tanah Ribath Media- Januari 17, 2026 0
Satu Bulan Bencana, Keselamatan Rakyat Masih Jadi Taruhan
Oleh: Amirah Desi (Sahabat Tanah Ribath Media)   TanahRibathMedia.Com— Kurang lebih satu bulan pascabencana banjir dan tanah longsor di Aceh, Suma…

Most Popular

Bagaimana Cara Merebut Palestina Kembali?Tinjauan Solusi dalam Sistem Islam

Bagaimana Cara Merebut Palestina Kembali?Tinjauan Solusi dalam Sistem Islam

Januari 11, 2026
Teror terhadap Konten Kreator Pengkritik Rezim: Paradoks Demokrasi Otoriter

Teror terhadap Konten Kreator Pengkritik Rezim: Paradoks Demokrasi Otoriter

Januari 11, 2026
Ketika Statistik Kriminal Turun, Benarkah Akar Masalah Telah Teratasi?

Ketika Statistik Kriminal Turun, Benarkah Akar Masalah Telah Teratasi?

Januari 14, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Juni 09, 2023
Terhubung tapi Terasing: Mengungkap Kesepian akibat Media Sosial di Era Kapitalisme Liberalisme

Terhubung tapi Terasing: Mengungkap Kesepian akibat Media Sosial di Era Kapitalisme Liberalisme

Oktober 02, 2025

Popular Post

Bagaimana Cara Merebut Palestina Kembali?Tinjauan Solusi dalam Sistem Islam

Bagaimana Cara Merebut Palestina Kembali?Tinjauan Solusi dalam Sistem Islam

Januari 11, 2026
Teror terhadap Konten Kreator Pengkritik Rezim: Paradoks Demokrasi Otoriter

Teror terhadap Konten Kreator Pengkritik Rezim: Paradoks Demokrasi Otoriter

Januari 11, 2026
Ketika Statistik Kriminal Turun, Benarkah Akar Masalah Telah Teratasi?

Ketika Statistik Kriminal Turun, Benarkah Akar Masalah Telah Teratasi?

Januari 14, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us