OPINI
Sampah Menggunung, Apa Solusinya?
Oleh: Raka
(Aktivis Remaja)
TanahRibathMedia.Com—Di balik hiruk pikuk kemajuan zaman, bumi Nusantara kini tengah memikul beban yang kian menyesakkan napas. Data bukan sekadar deretan angka, ketika Indonesia menempati posisi lima besar sebagai penyumbang sampah terbesar di dunia dengan puluhan juta ton sisa peradaban yang tak terkelola, itu adalah sebuah sinyal bagi nurani kita semua.
Indonesia menjadi negara penghasil sampah terbesar kelima di dunia dengan produksi sampah sebesar 65,2 juta ton sampah pada 2020 (Fakta.com, 2-08-2024). Sebagai data tambahan, total volume sampah nasional mencapai 63 juta ton per 2025 (Kompas.com, 13-01-2026). Sementara itu, dalam pengelolaan sampah padat secara umum, Indonesia berada di posisi terakhir di Asia Tenggara (ASEAN) berdasarkan laporan EPI 2024 (https://epi.yale.edu.com). Peringkat ini didukung dengan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) sampah tak terkelola sebesar 66,14% (SIPSN.com). Kondisi ini menunjukkan betapa besarnya masalah sampah di Indonesia.
Penyebab Sampah Membeludak
Penghasilan sampah dalam suatu negara sebenarnya bergantung pada beberapa faktor. Salah satunya adalah jumlah penduduk. Negara-negara dengan jumlah penduduk terbanyak seperti Tiongkok, Amerika Serikat, India, dan Brazil pada umumnya adalah penghasil sampah terbesar. Selain jumlah, gaya hidup penduduk juga bisa memengaruhi volume sampah.
Masyarakat yang bergaya hidup tinggi berpotensi menghasilkan sampah yang tidak kecil. Mengapa? Sebab, hidup masyarakat dilandasi oleh gaya hedon yang menjadikan masyarakat berperilaku hidup konsumtif dan serba instan, di mana hedonisme menjadikan standar kebahagiaannya adalah meraih sebanyak-banyaknya materi.
Badan usaha juga adalah penyumbang pertama dalam menghasilkan sampah. Tanpa produsen, masyarakat tidak akan menghasilkan sampah yang berlimpah. Apalagi sekarang sedang banyak diperbincangkan perusahaan yang melakukan praktik planned obsolescence di mana barang sengaja dikurangi masa tahannya, dengan tujuan masyarakat rutin membeli barang baru. Di samping perusahaan yang banyak menghasilkan sampah, sedikit juga yang peduli dengan lingkungan yang rusak akibat limbah.
Peran Negara dalam Menanggulangi Sampah
Negara seharusnya memberikan solusi untuk mengatasi masalah sampah ini, menekan produksi sampah pada perusahaan, mendorong penggunaan sampah ramah lingkungan, dan mengedukasi masyarakat tentang memilah dan memilih sampah. Akan tetapi kenyataannya, sudah ada undang-undang pun tetap tidak berjalan sanksinya. Perusahaan masih tetap berani membuang limbah yang mencemari lingkungan, masyarakat masih buang sampah sembarangan, dll. Ini tak terlepas dari sistem kapitalis-sekuler yang mencekal negeri ini. Semua hal dikaitkan dengan materi. Bahkan jika masyarakat ingin membuang sampah pun, mereka harus membayar jasa untuk melakukannya.
Dalam Islam, negara memegang kendali atas segala urusan. Negara dalam sistem Islam adalah ra'in (pelayan) sehingga dalam masalah ini, negara akan memberikan regulasi, sanksi, dan solusi dalam penanggulangan sampah. Negara akan memberikan tekanan pada perusahaan (penghasil sampah utama), masyarakat sampai individu; menyanksi siapa pun yang melanggarnya; memberikan solusi penanggulangan dan pemanfaatan sampah tanpa ada pajak atau bayaran sehingga tercapailah kesehatan masyarakat.
Negara bersistem Islam juga akan membentuk ideologi masyarakat yang Islami, yang menjadikan rida Allah sebagai tujuan hidupnya. Dengan ini, otomatis masyarakat tidak akan berlomba-lomba hanya untuk mendapat sebanyak-banyaknya materi karena fokus mereka adalah pada kebutuhan hidup saja. Pada akhirnya, sampah yang ada dalam negara akan terkelola dengan baik dan aman.
Itulah sepatutnya negara dalam pandangan sistem Islam. Bersifat melindungi dan memenuhi kebutuhan manusia. Jadi, marilah kita kembali pada sistem yang turun langsung dari Pencipta kita, Allah Swt.
Wallahualam bisshawab.
Via
OPINI
Posting Komentar