Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
Tanah Ribath Media
Pasang Iklan Murah
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Telusuri
Beranda OPINI Sampah Menggunung, Apa Solusinya?
OPINI

Sampah Menggunung, Apa Solusinya?

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
23 Jan, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp


Oleh: Raka
(Aktivis Remaja)
‎
TanahRibathMedia.Com—Di balik hiruk pikuk kemajuan zaman, bumi Nusantara kini tengah memikul beban yang kian menyesakkan napas. Data bukan sekadar deretan angka, ketika Indonesia menempati posisi lima besar sebagai penyumbang sampah terbesar di dunia dengan puluhan juta ton sisa peradaban yang tak terkelola, itu adalah sebuah sinyal bagi nurani kita semua.

‎Indonesia menjadi negara penghasil sampah terbesar kelima di dunia dengan produksi sampah sebesar 65,2 juta ton sampah pada 2020 (Fakta.com, 2-08-2024). Sebagai data tambahan, total volume sampah nasional mencapai 63 juta ton per 2025 (Kompas.com, 13-01-2026). Sementara itu, dalam pengelolaan sampah padat secara umum, Indonesia berada di posisi terakhir di Asia Tenggara (ASEAN) berdasarkan laporan EPI 2024 (https://epi.yale.edu.com). Peringkat ini didukung dengan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) sampah tak terkelola sebesar 66,14% (SIPSN.com). Kondisi ini menunjukkan betapa besarnya masalah sampah di Indonesia. 
‎
Penyebab Sampah Membeludak

‎Penghasilan sampah dalam suatu negara sebenarnya bergantung pada beberapa faktor. Salah satunya adalah jumlah penduduk. Negara-negara dengan jumlah penduduk terbanyak seperti Tiongkok, Amerika Serikat, India, dan Brazil pada umumnya adalah penghasil sampah terbesar. Selain jumlah, gaya hidup penduduk juga bisa memengaruhi volume sampah. 
‎
Masyarakat yang bergaya hidup tinggi berpotensi menghasilkan sampah yang tidak kecil. Mengapa? Sebab, hidup masyarakat dilandasi oleh gaya hedon yang menjadikan masyarakat berperilaku hidup konsumtif dan serba instan, di mana hedonisme menjadikan standar kebahagiaannya adalah meraih sebanyak-banyaknya materi. 
‎
‎Badan usaha juga adalah penyumbang pertama dalam menghasilkan sampah. Tanpa produsen, masyarakat tidak akan menghasilkan sampah yang berlimpah. Apalagi sekarang sedang banyak diperbincangkan perusahaan yang melakukan praktik planned obsolescence di mana barang sengaja dikurangi masa tahannya, dengan tujuan masyarakat rutin membeli barang baru. Di samping perusahaan yang banyak menghasilkan sampah, sedikit juga yang peduli dengan lingkungan yang rusak akibat limbah. 

Peran Negara dalam Menanggulangi Sampah
‎
‎Negara seharusnya memberikan solusi untuk mengatasi masalah sampah ini, menekan produksi sampah pada perusahaan, mendorong penggunaan sampah ramah lingkungan, dan mengedukasi masyarakat tentang memilah dan memilih sampah. Akan tetapi kenyataannya, sudah ada undang-undang pun tetap tidak berjalan sanksinya. Perusahaan masih tetap berani membuang limbah yang mencemari lingkungan, masyarakat masih buang sampah sembarangan, dll. Ini tak terlepas dari sistem kapitalis-sekuler yang mencekal negeri ini. Semua hal dikaitkan dengan materi. Bahkan jika masyarakat ingin membuang sampah pun, mereka harus membayar jasa untuk melakukannya. 

‎Dalam Islam, negara memegang kendali atas segala urusan. Negara dalam sistem Islam adalah ra'in (pelayan) sehingga dalam masalah ini, negara akan memberikan regulasi, sanksi, dan solusi dalam penanggulangan sampah. Negara akan memberikan tekanan pada perusahaan (penghasil sampah utama), masyarakat sampai individu; menyanksi siapa pun yang melanggarnya; memberikan solusi penanggulangan dan pemanfaatan sampah tanpa ada pajak atau bayaran sehingga tercapailah kesehatan masyarakat. 
‎
‎Negara bersistem Islam juga akan membentuk ideologi masyarakat yang Islami, yang menjadikan rida Allah sebagai tujuan hidupnya. Dengan ini, otomatis masyarakat tidak akan berlomba-lomba hanya untuk mendapat sebanyak-banyaknya materi karena fokus mereka adalah pada kebutuhan hidup saja. Pada akhirnya, sampah yang ada dalam negara akan terkelola dengan baik dan aman. 
‎
‎Itulah sepatutnya negara dalam pandangan sistem Islam. Bersifat melindungi dan memenuhi kebutuhan manusia. Jadi, marilah kita kembali pada sistem yang turun langsung dari Pencipta kita, Allah Swt. 

Wallahualam bisshawab. 
‎
Via OPINI
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Ironi 1.000 Ton Impor Beras di Tengah Janji Swasembada Pangan

Tanah Ribath Media- Maret 13, 2026 0
Ironi 1.000 Ton Impor Beras di Tengah Janji Swasembada Pangan
Oleh: Nurhy Niha (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Besar pasak daripada tiang, begitulah cara kita memaknai kedaulatan pangan hari…

Most Popular

Kekerasan Aparat dan Suburnya Ketidakadilan, Dampak Sistem Sekuler

Kekerasan Aparat dan Suburnya Ketidakadilan, Dampak Sistem Sekuler

Maret 10, 2026
Aneh, MBG tetap Jalan Meski di Bulan Ramadan

Aneh, MBG tetap Jalan Meski di Bulan Ramadan

Maret 10, 2026
Kekerasan Aparat, Cermin Gagalnya Sistem Sekuler

Kekerasan Aparat, Cermin Gagalnya Sistem Sekuler

Maret 08, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Juni 09, 2023
Terhubung tapi Terasing: Mengungkap Kesepian akibat Media Sosial di Era Kapitalisme Liberalisme

Terhubung tapi Terasing: Mengungkap Kesepian akibat Media Sosial di Era Kapitalisme Liberalisme

Oktober 02, 2025

Popular Post

Kekerasan Aparat dan Suburnya Ketidakadilan, Dampak Sistem Sekuler

Kekerasan Aparat dan Suburnya Ketidakadilan, Dampak Sistem Sekuler

Maret 10, 2026
Aneh, MBG tetap Jalan Meski di Bulan Ramadan

Aneh, MBG tetap Jalan Meski di Bulan Ramadan

Maret 10, 2026
Kekerasan Aparat, Cermin Gagalnya Sistem Sekuler

Kekerasan Aparat, Cermin Gagalnya Sistem Sekuler

Maret 08, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us