OPINI
Peningkatan Kriminalitas Generasi, Darurat Penerapan Sistem Pergaulan Islam
Oleh: Bunda Umar
(Aktivis Muslimah Peduli Generasi)
TanahRibathMedia.Com—Kasus kematian orang tua karena kegalauan anak sudah semakin memprihatinkan. Remaja bertindak spontan tanpa banyak pertimbangan. Banyak hal yang tidak dipertimbangkan oleh generasi muda ketika ada tindakan orangtua yang tidak dia senangi.
Kalau hanya merajuk, kabur dari rumah, diam tanpa kata itu, zaman ini seolah masih biasa. Generasi berubah menjadi manusia hiperbola dengan emosional yang meledak hingga ketika tidak senang mereka akan tega membunuh orang yang sangat menyayangi mereka.
Anak lalu menyimpan rasa marah dan melampiaskan sakit hati kepada orang tuanya ketika ada kesempatan. Dan melakukan hal tersebut juga dampak seringnya dia menonton tayangan berkelahi di game yang menggunakan pisau.
Untuk masalah hati, generasi juga sanggup melakukan banyak hal di luar nalar. Kasus yang terjadi di negeri ini. Karena ditolak cintanya oleh seorang gadis dan dia menyimpan dendam kepada sang gadis. Aksi teror dilakukan oleh sang pemuda ini kepada sepuluh sekolah mengatasnamakan sang gadis. Hingga menggegerkan sekolah tersebut akibat tindakan teror ini.
Darurat Perbaikan Generasi Rapuh Mental
Sistem sakit seperti kapitalis sekuler memang realitasnya hasilkan generasi yang tidak bisa dibanggakan seutuhnya. Generasi saat ini seolah kuat dan elok di permukaan. Namun rapuh dan retak dalam diri mereka baik pikiran dan hati mereka. Apakah wajar semuanya hanya kita persalahkan mereka? Atau ada pihak lain yang berkontribusi membentuk kerusakan mental dan kekosongan jiwa mereka?
Padahal secara intelektualitas mereka melebihi generasi sebelumnya. Sistem ini jelas tidak mengenal manusia secara utuh. Manusia semestinya bergantung pada zat yang menciptakannya. Suasana dibentuk oleh aturan di sistem sekuler kapitalisme ini menjauh dari Sang Pencipta.
Mereka layaknya menyodorkan keindahan dan kebaikan digitalisasi ke dalam dunia generasi. Namun efek yang sangat luar biasa membuat generasi jauh dari kestabilan mental dan kedekatan kepada aqidahnya. Karena memang sejatinya sistem sekular ini alergi dengan pondasi agama dalam kehidupan.
Generasi ini adalah modal kebangkitan peradaban dunia masa depan. Wajar dirusak oleh sistem rusak kapitalis agar masa depan Islam hancur. Kaum fundamental ideologi kapitalis dan liberal berusaha memimpin peradaban. Keadaan ini harus dibalikkan. Islam hanyalah ideologi yang tepat untuk seluruh umat. Karena kerusakan generasi sudah sangat fatal, terlebih lagi cenderung menjurus kepada kriminalitas.
Generasi Butuh Peradaban Islam
Peradaban Islam suatu bentuk kehidupan terbaik yang pernah dicontohkan Rasulullah. Harusnya manusia muslim dan muslimah hari ini rugi ketika tidak dapat menerapkan kehidupan seperti itu.
Maka membangunnya sebuah keharusan bagi umat Islam. Karena menguntungkan bagi semua pihak. Manusia, alam semesta serta kehidupan. Semua unsur tersebut akan berjalan dengan baik, seimbang, serta berkah ketika menjadikan aturan Sang Pencipta bumi ini. Mengenai aturan mengatur manusia. Islam ada obatnya ketika manusia sakit. Apakah itu penyakit fisik, mental, pikiran, maupun hati.
Luar biasanya lagi Allah membuat obat tersebut untuk setiap umat manusia. Misalnya saja. Obat ketika ingin fisik kita kuat, cerdas, dan tidak mudah sakit. Salah satunya makan makanan halal serta baik (toyyib) untuk badan kita. Misal, menggantikan gula dalam badan kita, sebaiknya sering mengkonsumsi buah-buah segar dibandingkan makanan cepat saji yang banyak berbahan tepung. Apakah hanya untuk muslim saja? Tentu tidak. Namun, pengaturan pola makan sehat itu juga untuk umat selain muslim.
Sama halnya ketika berbicara membangun peradaban. Hal yang krusial saat ini salah satunya adalah kerusakan generasi. Maka ideologi Islam punya langkah agar kerusakan generasi intensitasnya menurun atau menghilang.
Dengan penerapan politik islam, yang nantinya di dalam negara politik akan mengatur peran keluarga, masyarakat dan pemerintah demi perbaikannya generasi. Apakah itu terkait gizi, mental, pemikiran, dll.
Terkhusus masalah peningkatan emosi anak yang tidak stabil dan mengarah kepada kriminalitas. Jika kita mau bisa saja negara mulai mengatur agar ada pembatasan saluran kekerasan, pornografi, gaya hidup hedon (foya-foya) tidak masuk ke dunia digital.
Negara memberikan kurikulum akidah Islam di seluruh sekolah negeri maupun swasta. Dan yang terpenting negara mencukupkan segala fasilitas belajar demi perkembangan siswa. Masyarakat juga merupakan pihak terpenting untuk mendidik generasi. Masyarakat peduli ketika generasi saat ini bermaksiat. Dan polisi negara membantu masyarakat ketika upaya nasihat menasihati generasi yang menyimpang.
Orangtua ketika di rumah punya jiwa tanggung jawab penuh bahwa mendidik anak adalah aset untuk masa depan mereka, baik akhirat maupun duniawi. Dan tanggung jawab utama dan pertama adalah orangtua. Hal terpenting juga anak berkepribadian islam nantinya menjadi aset negara untuk membangun peradaban dan membuat negara menjadi mercusuar bagi negara lainnya.
Via
OPINI
Posting Komentar