Tausiah
Iman Tangguh, Selingkuh Jauh, Cinta pun Utuh
Oleh: Kartika Soetarjo
(Sahabat Tanah Ribath Media)
TanahRibathMedia.Com—Selingkuh adalah satu hal yang tabu bagi banyak orang, terutama dalam konteks hubungan yang serius atau dalam hubungan pernikahan. Karena dari perselingkuhan akan hadir dampak-dampak negatif yang merugikan kehidupan pribadi dan orang-orang sekitar.
Dosa Besar
Selain dapat merugikan pada kehidupan, selingkuh pun termasuk dosa besar yang kedua setelah dosa syirik. Sebagaimana Allah telah berfirman dalam Al-Quran surah An-Nur ayat 3, artinya:
"Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik, dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki yang musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas orang-orang yang Mukmin".
Selingkuh dan Pejabat Publik
Sebenarnya, selingkuh dilakukan oleh siapapun tidak akan menjadikan ringan hisabannya di mata Allah, atau menjadi hal wajar di mata manusia. Mau dilakukan oleh para artis, pejabat publik, atau rakyat biasa pun, tetap saja selingkuh adalah hal yang keji dan sangat dibenci oleh Allah.
Namun, ketika isu selingkuh itu dilakukan oleh pejabat publik, dan masyarakat mengenalnya sebagai seorang pejabat yang agamis, rumah tangganya harmonis, dan kepada pasangan pun sangat romantis, maka isu itu menjadi lebih krusial.
Pejabat yang diharapkan menjadi teladan integritas, moralitas, dan kepatuhan terhadap hukum Negara dan Agama, justru malah sebaliknya. Merusak moral dan melanggar hukum Agama dan Negara.
Padahal, Islam sudah jelas-jelas mengecam keras kepada pejabat publik yang merusak moral, baik melalui perselingkuhan maupun perilaku tidak bermoral lainnya. Karena perilaku tersebut adalah sabuah pengkhianatan, dan dosa besar.
Penyebab Perselingkuhan
Faktor penyebab selingkuh bisa beragam. Pertama, berharap pasangan selalu sempurna, baik dalam segi fisik, penampilan, maupun dalam akhlak.
Kedua, kurang komunikasi antar pasangan.
Ketiga, lingkungan pertemanan, dan keempat kurang Iman.
Cara Islam Menjauhi Perselingkuhan
Pertama, kita harus tahu bahwa di dunia ini tidak ada manusia yang sempurna, ternasuk pasangan kita. Kehidupan bisa berubah dengan seiring waktu.
Cantik dan tampan bisa luntur oleh usia.
Penampilan, tegantung bagaimana kita melihat pasangan. Jika cinta selalu besar, walau pasangan berpenampilan wajar, maka dimata kita akan terlihat cetar. Akhlak. Tidak ada manusia yang berakhlak sempurna, kecuali Rasulullah saw. Pun pasangan kita, pasti pernah melakukan kesalahan, dan Islam mengajarkan bahwa tugas pasangan adalah saling menyempurnakan.
Kedua, sering-seringlah mengajak pasangan mengobrol, jadilah pendengar yang baik, seremeh apapun obrolan pasangan, tanggapi dengan baik.
Ketiga, menjaga pandangan. Menghindari melihat lawan jenis dengan syahwat baik di dunia nyata maupun dunia maya (sosmed) adalah langkah preventif awal untuk menutup pintu zina. Rasulullah saw. menyarankan agar segera pulang jika muncul ketertarikan pada orang lain.
Keempat, memperkuat komitmen. Islam mengibaratkan suami-istri ibarat pakaian yang selalu menutup aib masing-masing.
Dan terakhir, perbanyak berzikir. Dekatkan diri pada Allah, berdoa kepada-Nya agar diberi Iman yang tangguh, dijauhkan dari godaan duniawi, salah satunya adalah selingkuh yang akan merusak kehidupan. Baik kehidupan pribadi, dalam berumah tangga, maupun dalam bermasyarakat.
Maka dari itu, jelas selingkuh sangat berdampak besar. Maka, kuatkanlah Iman dan komitmen.
Ketika Iman kita selalu tangguh, selingkuh pun akan jauh, dan cinta akan terawat indah dan utuh.
"Apabila seorang hamba berzina, maka keluarlah Iman darinya, seakan-akan Iman itu seperti awan di atas kepalanya". (HR. Bukhari dan Muslim).
Pengkhianatan dalam hubungan manusiawi mengingatkan bahwa cinta duniawi memiliki kerapuhan, mendorong pencarian cinta yang lebih abadi dan tidak bersyarat, yaitu cinta Illahi (Syekh Jalaludin Rumi).
Wallahu 'alam bisawwab.
Via
Tausiah
Posting Komentar