Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
Tanah Ribath Media
Pasang Iklan Murah
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Telusuri
Beranda OPINI Pelecehan Seksual di Pesantren: Alarm Darurat Dunia Pendidikan
OPINI

Pelecehan Seksual di Pesantren: Alarm Darurat Dunia Pendidikan

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
18 Jan, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Oleh: Evi Faouziah S.Pd 
(Praktisi Pendidikan dan Aktivis Dakwah)

TanahRibathMedia.Com—Dunia pendidikan hari ini penuh dengan tinta merah, baik dari segi keilmuan, adab hingga nilai-nilai agama. Problema kian menjadi-jadi, baik dari kurikulum, peserta didik hingga lembaga pendidikan itu sendiri. Mau yang umum atau pun yang berbasis agama juga demikian. Contohnya yang terjadi di wilayah Deli Serdang yaitu di salah satu Pondok Tahfidz di Desa Sei Mencirim dirubuhkan warga, Minggu (4-1-2026) malam. Pasalnya, pengasuh di Pondok tersebut, AM diduga mencabuli santriwati berinisial N. Ini merupakan tindakan yang keji berbalut agama (Mistar.com, 5-1-2026).

Sejatinya, pendidikan menempa karakter manusia menjadi bermartabat, bukan berbuat asusila. Apalagi Pesantren yang di dalamnya terdapat penanaman nilai ilahiah dan kepribadian Islam. Tapi nyatanya berada di dalam pesantren sekalipun tidak menjamin seseorang bisa berperilaku baik.

Banyaknya kasus pelecehan seksual yang terjadi di pesantren menunjukkan rendahnya pola pikir manusia, ia tidak mampu menahan hawa nafsunya. Hal Ini terjadi bukan hanya sekedar permasalahan individu yang menyimpang, melainkan akibat penerapan tata pergaulan yang salah, penyimpangan pemahaman yang berasal dari peradaban barat menjadikan seorang laki-laki memandang wanita hanya sebagai pemuas nafsu.

Inilah dampak buruk yang ditimbulkan akibat kecacatan berfikir. Sehingga peran besar dan penting dari sebuah pesantren dalam menciptakan ruang pendidikan yang aman dan bermartabat bagi para santri seakan mustahil di dapat. 

Berulangnya kasus ini seharusnya menjadi alarm darurat bagi dunia pendidikan. Terutama bagi negara. Sangat disayangkan, ketika ruang yang seharusnya aman justru menjadi tempat yang menakutkan, bahkan menjadi wadah bagi kekerasan seksual. Lebih ironis lagi tiadanya aturan yang tegas dan minimnya ketakwaan individu serta rendahnya kontrol masyarakat mengakibatkan pelecehan seksual kerap terjadi. Manusia berbuat atas dasar kebebasan. Apalagi jika itu dilakukan oleh yang lebih berkuasa, tidak menutup kemungkinan kasusnya tak selesai. Inilah bobroknya kapitalisme yang ditetapkan atas masyarakat dengan mengatasnamakan kebebasan segalanya dihalalkan dan tak ada batasan bila dilakukan atas dasar suka sama suka, hukum pun tak berani bicara selama belum ada pihak yang merasa dirugikan.

Tidak adanya peran negara saat ini dalam memberikan pemahaman yang benar dan sesuai fitrahnya manusia kepada para peserta didik berakibat tidak adanya kesadaran pada diri setiap individu sehingga melahirkan perbuatan yang tidak sesuai dengan hukum Islam karena perbuatannya tidak di dasari pada ketaatan kepada Allah Swt. 

Negara saat ini menjamin prinsip kebebasan , termasuk kebebasan berekpresi, sehingga dapat berprilaku sesuka hati. Tanpa memperdulikan lingkungan sekitar, sehingga masyarakat hari ini tidak memiliki rasa saling peduli, sehingga tidak akan lahir aktivitas saling mengingatkan dalam kebaikan. Inilah kerusakan nyata yang terjadi akibat penerapan aturan sistem kapitalis demokrasi.
 
Peran Negara Islam dalam Menjaga Fitrah dan Menutup Pintu Kejahatan Seksual

Islam adalah agama yang sempurna dan menyeluruh, yang diturunkan oleh Allah SWT sebagai pedoman hidup bagi manusia dalam seluruh aspek kehidupan. Islam tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Sang Pencipta (ḥablum minallāh), tetapi juga mengatur hubungan antarmanusia (ḥablum minannās) 

Sistem Islam hadir sebagai solusi hakiki atas berbagai problem kehidupan yang muncul akibat penerapan sistem buatan manusia. Beberapa hal yang bisa di lakukan untuk menyelesaikan kasus seksual ialah negara di dalam Islam berkewajiban menutup rapat semua pintu terjadinya tindak pelecehan dan kekerasan seksual, baik berupa tontonan, tayangan/iklan yang mendorong bangkitnya syahwat dan seksualitas, memberi sanksi tegas yang membuat jera pelaku dengan menerapkan had (hukuman) Islam atas pelaku pelecehan seksual, perkosaan, ataupun tindak pidana lainnya dengan hukuman jilid, rajam, atau hukuman lain yang lebih berat sesuai tindak pidana yang dilakukan.

Negara akan membangun ketakwaan individu setiap rakyat dan mendorong untuk selalu taat dalam menjalankan setiap perintah Allah dan menjauhi segala larangannya. 
Sektor pendidikan merupakan sektor vital pembangun generasi peradaban. Apalagi pesantren yang merupakan aset bangsa dan umat. Maka menyelamatkan pesantren dari praktik kekerasan seksual berarti menjaga masa depan generasi dan menegakkan nilai-nilai luhur pendidikan Islam itu sendiri. Agar pesantren tetap menjadi tempat tumbuhnya ilmu, iman, dan akhlak—bukan trauma yang disembunyikan.

Penerapan ini hanya bisa ditegakkan oleh negara dalam Islam dengan mengambil sistem kehidupan yang berlandaskan ilahiah yakni sistem kehidupan Islam. Dalam naungan Daulah Islam yang kelak akan tegak atas izin-Nya. Oleh karena itu teruslah katakan kebenaran agar atas izin Allah hal ini tertunaikan serta segala problema teratasi dengan sempurna.
Via OPINI
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Satu Bulan Bencana, Keselamatan Rakyat Masih Jadi Taruhan

Tanah Ribath Media- Januari 17, 2026 0
Satu Bulan Bencana, Keselamatan Rakyat Masih Jadi Taruhan
Oleh: Amirah Desi (Sahabat Tanah Ribath Media)   TanahRibathMedia.Com— Kurang lebih satu bulan pascabencana banjir dan tanah longsor di Aceh, Suma…

Most Popular

Ketika Statistik Kriminal Turun, Benarkah Akar Masalah Telah Teratasi?

Ketika Statistik Kriminal Turun, Benarkah Akar Masalah Telah Teratasi?

Januari 14, 2026
Lumpur Bencana Sumatra, Antara Empati dan Ladang Cuan

Lumpur Bencana Sumatra, Antara Empati dan Ladang Cuan

Januari 14, 2026
Mengincar Untung dari Lumpur Bencana

Mengincar Untung dari Lumpur Bencana

Januari 14, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Juni 09, 2023
Terhubung tapi Terasing: Mengungkap Kesepian akibat Media Sosial di Era Kapitalisme Liberalisme

Terhubung tapi Terasing: Mengungkap Kesepian akibat Media Sosial di Era Kapitalisme Liberalisme

Oktober 02, 2025

Popular Post

Ketika Statistik Kriminal Turun, Benarkah Akar Masalah Telah Teratasi?

Ketika Statistik Kriminal Turun, Benarkah Akar Masalah Telah Teratasi?

Januari 14, 2026
Lumpur Bencana Sumatra, Antara Empati dan Ladang Cuan

Lumpur Bencana Sumatra, Antara Empati dan Ladang Cuan

Januari 14, 2026
Mengincar Untung dari Lumpur Bencana

Mengincar Untung dari Lumpur Bencana

Januari 14, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us