Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
Tanah Ribath Media
Pasang Iklan Murah
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Telusuri
Beranda OPINI Nestapa Guru di Tengah Prioritas Gizi
OPINI

Nestapa Guru di Tengah Prioritas Gizi

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
28 Jan, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp


Oleh: Ina Kurnia 
(Sahabat Tanah Ribath Media)

TanahRibathMedia.Com—Badan Gizi Nasional (BGN) bakal mengangkat 32 ribu pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pada 1 Februari 2026. Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan seluruh pekerja yang diangkat sudah melalui proses rekrutmen dan tes, serta sesuai dengan peraturan pemerintah untuk PPPK (cnnindonesia.com, 20-01-2026).

Ironisnya pengangkatan pegawai SPPG ini terkesan tidak adil di tengah isu kesejahteraan guru honorer yang memprihatinkan dan sudah lebih lama mengabdi. Padahal kita tahu bahwa pendidikan adalah salah satu ujung tombak bagi kemajuan sebuah negara. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) suatu negara diukur dari kualitas sumber daya manusianya dan kualitas sumber daya manusia ditentukan oleh kualitas pendidikan dinegara tersebut. namun saat ini kita lihat bahwa saat ini guru honorer disuruh bersabar dan memahami keterbatasan negara, sedangkan diwaktu yang sama 32.000 karyawan SPPG diangkat menjadi ASN P3K. 

Dalam pandangan Islam, kesejahteraan guru adalah hal yang sangat diperhatikan karena guru memiliki kedudukan mulia sebagai pendidik generasi. Islam memandang guru berhak mendapatkan penghidupan layak/gaji. Kesejahteraan guru, baik materiil (gaji) maupun immateriil (penghormatan), wajib dipenuhi negara agar fokus dalam mendidik. 

Bisa kita lihat gaji guru pada masa kekhalifahan Islam, sangat tinggi dan dijamin negara, mencerminkan penghargaan tinggi terhadap ilmu. Pada masa Khalifah Umar bin Khattab, guru digaji 15 dinar (setara Rp33-57 juta) per bulan. Pada masa Abbasiyah, gaji mencapai 2.000–4.000 dinar per tahun. Jika dikonversikan ke mata uang saat ini, dengan asumsi harga emas murni per gram sekitar Rp1.500.000 dan 1 dinar setara dengan 4,25 gram emas, maka gaji guru pada masa itu bisa mencapai miliaran rupiah per tahun. 

Dalam Islam pembiayaan pendidikan apalagi menyangkut gaji para guru/dosen termasuk infrastruktur serta sarana dan prasarana pendidikan, sepenuhnya menjadi kewajiban negara. 

Dengan sumber daya alam di Indonesia yang sangat kaya, sebenarnya negara mampu untuk mensejahterakan para tenaga pendidik apabila sumber daya alam tersebut dikelola dengan baik. Bahkan sebelum ada program MBG berlangsung, sebenarnya pemerintah bisa menganggarkan lebih untuk dana pendidikan, terbukti dengan munculnya program MBG pemerintah bisa langsung menggelontorkan dana hampir 1 triliun per hari. Jika saat ini guru belum diperhatikan, Ini membuktikan pendidikan belum menjadi prioritas bagi negeri ini. 

Padahal Nabi saw. bersabda, “Imam bagaikan penggembala dan dialah yang bertanggung jawab atas gembalaannya itu.” (HR Muslim). Negara wajib menjamin kesejahteraan bagi rakyatnya, terutama bagi para pendidik generasi bangsa. 
 
Sejarah Islam mencatat bagaimana para khalifah menyediakan pendidikan gratis, mendirikan sekolah-sekolah dan perguruan tinggi, membangun asrama siswa dan perumahan guru/dosen.  Dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang memadai. Itu semua diberikan oleh negara agar pendidkan terjamin kualitasnya tanpa dipungut biaya sedikitpun. 

Ilmuwan-ilmuwan yang mendunia pun lahir dalam generasi ini seperti ibnu sina, al-khawarizmi, ibnu al haitsami, Jabir bin hayyan, Ibnu Khaldun dan masih banyak ilmuan lainnya yang menginspirasi lahirnya berbagai ilmu pengetahuan. 

Begitulah Islam memandang pentingnya pendidikan, Sehingga wajar dari sana lahir generasi emas pembawa perubahan. Indonesia yang visinya 2045 ingin menjadi Indonesia emas, bisa menjadi khayalan semata jika pemerintahnya tidak serius dalam mengurus masalah pendidikan dan menyejahtetrakan para  pendidik generasi bangsa.
Via OPINI
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Teror terhadap Pengkritik dan Wajah Otoritarianisme Kekuasaan

Tanah Ribath Media- Januari 28, 2026 0
Teror terhadap Pengkritik dan Wajah Otoritarianisme Kekuasaan
TanahRibathMedia.Com— Teror terhadap salah satu pengkritik pemerintah terjadi dua kali. Pertama, pada Senin (29-12-2025) berupa kiriman bangkai aya…

Most Popular

Teror Konten Kreator Kritisi Rezim, Demokrasi Tak Tahan Kritik?

Teror Konten Kreator Kritisi Rezim, Demokrasi Tak Tahan Kritik?

Januari 25, 2026
Isra Mikraj: Dari Perintah Shalat Menuju Tegaknya Hukum Langit

Isra Mikraj: Dari Perintah Shalat Menuju Tegaknya Hukum Langit

Januari 25, 2026
Menakar Efektivitas Pembatasan Media Sosial pada Anak

Menakar Efektivitas Pembatasan Media Sosial pada Anak

Januari 25, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Juni 09, 2023
Terhubung tapi Terasing: Mengungkap Kesepian akibat Media Sosial di Era Kapitalisme Liberalisme

Terhubung tapi Terasing: Mengungkap Kesepian akibat Media Sosial di Era Kapitalisme Liberalisme

Oktober 02, 2025

Popular Post

Teror Konten Kreator Kritisi Rezim, Demokrasi Tak Tahan Kritik?

Teror Konten Kreator Kritisi Rezim, Demokrasi Tak Tahan Kritik?

Januari 25, 2026
Isra Mikraj: Dari Perintah Shalat Menuju Tegaknya Hukum Langit

Isra Mikraj: Dari Perintah Shalat Menuju Tegaknya Hukum Langit

Januari 25, 2026
Menakar Efektivitas Pembatasan Media Sosial pada Anak

Menakar Efektivitas Pembatasan Media Sosial pada Anak

Januari 25, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us