SP
Guru Dikeroyok Siswa, Buah Penerapan Sistem Kapitalis
TanahRibathMedia.Com—Kini kasus-kasus kekerasan di lingkup sekolah sering terjadi. Entah guru memukul murid, murid memukul murid, atau bahkan murid memukul guru. Baru-baru ini viral guru dikeroyok siswa. Alasan pengeroyokan belum jelas. Menurut korban, semua berawal dari tindakan tidak hormat serta peneriakan kata yang tidak pantas dari murid. Sedangkan menurut siswa, sang guru sering kali ditemukan berbicara kasar, menghina siswa, dan orang tua (detikSumbagsel, 14-01-2026).
Kasus pengeroyokan ini tidak hanya sekadar konflik personal atau emosi sesaat. Hal ini justru menandakan sistem pendidikan sekarang sedang sakit. Hubungan guru-murid justru berubah menjadi relasi ketegangan bahkan kekerasan. Guru yang seharusnya dihormati murid, namun kini tidak lagi berlaku. Murid justru berani melakukan hal yang tidak sepantasnya ia lakukan. Seperti berkata kasar hingga memukul. Begitupun dengan guru. Kini, guru berani melakukan penghinaan bahkan kekerasan terhadap murid. Padahal, sudah sepantasnya guru menjaga adab di depan anak didiknya. Sebab perilaku guru akan dicontoh oleh muridnya.
Inilah buah dari penerapan sistem sekuler-kapitalis. Membuat guru dan murid lupa akan peran mereka masing-masing. Keduanya sama-sama dijauhkan dari pemahaman Islam. Sehingga lupa dengan adab-adab yang seharusnya sudah tertanam dalam diri mereka. Akhirnya ketika ada hal yang tidak diinginkan terjadi, emosi meluap dan tak terkendalikan. Penurunan gaji guru juga termasuk salah satu faktor menurunnya kualitas mengajar guru. Sebab guru justru terfokus pendapatan uang tambahan bukan pada kualitas pengajaran.
Dalam Islam, visi dan misi pendidikan bukan hanya sekadar melahirkan siswa pintar, namun mencetak siswa beradab berkepribadian Islam. Sehingga pola pikir dan pola sikap murid merujuk kepada Islam. Pada zaman Rasul, tujuan diutusnya beliau adalah menyempurnakan akhlak. Maka negara Islam kelak, akan menjadi perantara penyempurnaan akhlak tersebut. Dalam sistem pendidikan Islam, adab adalah hal yang harus dinomorsatukan sebelum ilmu. Murid dididik untuk memuliakan guru, sedangkan guru diwajibkan mendidik dengan kasih sayang. Selain itu, peran guru bukan hanya sebagai pengajar, namun menjadi teladan bagi murid-muridnya. Daulah Islam akan menerapkan kurikulum berbasis akidah Islam dan setiap mata pelajaran akan mengarahkan pada pembentukan syakhsiyyah islamiyyah.
Wallahu’alam bish-Ashowwab.
Ghaida Rizkyama
(Sahabat Tanah Ribath Media)
Via
SP
Posting Komentar