OPINI
Negara Harus Segera Menyelamatkan Korban Bencana Termasuk Anak Yatim
Oleh: Elih Lisnawati
(Sahabat Tanah Ribath Media)
TanahRibathMedia.Com—Nasib anak-anak yatim piatu yang telah menjadi korban banjir longsor, karena ditinggal orang tuanya, kini kian membutuhkan perlindungan dan rasa aman, selain ingin mendapatkan kepastian bagaimana pemenuhan untuk kebutuhan dasar dan pendidikan. Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Diyah Puspitarini mengungkapkan, pemerintah harus bertanggung jawab atas masa depan mereka.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf berjanji, pemerintah pusat akan memberikan perlindungan dan rasa aman dengan memenuhi kebutuhannya terutama makanan yang bergizi dan jaminan sosial, termasuk kebutuhan yang menyangkut pendidikan sampai tuntas hingga kuliah atau sampai lulus SMA dan telah siap menjadi pekerja terampil (BBC News Indonesia, 06-01-2026).
Banyak anak korban bencana Sumatra yang menjadi yatim piatu dan mereka terlantar juga kehilangan hak dasarnya yaitu kasih sayang dari orang tuanya. Berdasarkan UUD, keberadaan anak-anak yatim piatu seharusnya dipelihara dan diurus serta dipenuhi kebutuhannya oleh negara. Namun pada faktanya, negara telah abai untuk mengurusi hak anak-anak yatim tersebut. Negara sangat lamban mengurusi korban bencana.
Sampai saat ini, negara belum ada komitmen khusus terkait dengan pengurusan anak-anak yatim piatu korban bencana Sumatra, termasuk memikirkan nasib mereka setelah kehilangan keluarga.
Saat ini, negara dalam cengkeraman kapitalisme, yang menjadikan abai terhadap kewajibannya. Negara absen untuk meriayah anak-anak korban bencana dan sangat minim empati dari pemerintah, termasuk memikirkan nasib mereka setelah kehilangan keluarga.
Negara malah memandang bencana dari sudut pandang keuntungan materi, misalnya rencana untuk menyerahkan lumpur bencana kepada swasta. Sedangkan tanggung jawab meriayah rakyatnya tidak dilakukan.
Berbeda dengan negara khilafah yang memiliki tanggung jawab untuk meriayah rakyatnya, sehingga apa pun kebutuhan rakyatnya ketika menjadi korban bencana akan dipenuhi, termasuk pengurusan anak-anak yatim piatu. Negara khilafah akan menampung dan memastikan anak-anak yatim piatu agar tidak kehilangan kasih sayang dari orang tuanya dengan jalur kerabat, hadanah, dan perwalian bagi anak-anak yang tidak memiliki keluarga sama sekali. Negara akan hadir memberikan fasilitas tempat tinggal, pendidikan, dan kesehatan. Semua kebutuhan biaya ditanggung oleh baitulmal untuk meriayahnya melalui pos-pos pengeluaran yang sudah ditetapkan syariat.
Oleh karena itu, saat ini, sangat diperlukan peran negara yang benar-benar peduli terhadap nasib rakyatnya. Satu-satunya negara yang mampu meriayah rakyatnya hanya negara adidaya yaitu negara khilafah. Namun sayang, negara khilafah belum tegak kembali karena terus dihalangi oleh agen-agen kafir Barat yaitu Amerika Serikat yang menjadi biang kerok untuk menghalangi kebangkitan Islam ini.
Sudah saatnya kita campakan sistem demokrasi kapitalisme sekuler dan segera beralih kepada sistem yang mampu memanusiakan manusia yaitu sistem khilafah ala minhaji nubuwwah yang akan mengembalikan kehidupan Islam Kembali. Dengan berdirinya negara khilafah maka kehidupan akan sejahtera dan mendapatkan keberkahan baik dari langit maupun bumi.
Wallahu'alam bishowab.
Via
OPINI
Posting Komentar