OPINI
Menjadikan Isra Mi'raj sebagai Upgrade Diri ‘Download’ Pahala
Oleh: Nadia Amelia Iqrima
(Sahabat Tanah Ribath Media)
TanahRibathMedia.Com—Seperti yang kita ketahui bersama, setiap tahunnya ada peringatan yang sangat istimewa bagi umat Islam yakni Isra Mi'raj. Isra Mi'raj adalah peristiwa luar biasa yang terdiri dari dua tahapan perjalanan spiritual Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam yang terjadi dalam satu malam. Secara harfiah, “Isra” berarti perjalanan malam, merujuk pada perjalanan Nabi Muhammad dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa di Yerusalem Palestina. Kemudian, “Mi'raj” berarti naik atau tangga, yang menggambarkan perjalanan spiritual Nabi Muhammad dari Masjidil Aqsa melintasi lapisan-lapisan langit hingga mencapai Sidratul Muntaha (langit ke tujuh).
Peringatan hikmah Isra Miraj 2026 menjadi momen penting bagi umat Islam untuk merenungkan kembali makna mendalam dari peristiwa agung yang dialami oleh Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. Peristiwa spiritual luar biasa ini akan diperingati pada Jumat, 16 Januari 2026, bertepatan dengan 27 Rajab 1447 Hijriah (Liputan6.com, 10-01-2026).
Namun, sangat disayangkan buah dari Sistem Kapitalisme saat ini menjadikan umat Islam di Indonesia menjadi masyarakat yang sekuler (Memisahkan agama dari kehidupan), sehingga banyak dari kalangan umat islam itu sendiri yang tidak menjadikan moment isra mi'raj ini sebagai peningkatan ibadah spiritual yang lebih baik dari sebelumnya.
Sistem Kapitalisme global yang saat ini dipimpin oleh Amerika Serikat terbukti melahirkan kezaliman sistemik, karena sistem Kapitalisme jelas tidak dibangun di atas wahyu melainkan berdiri di atas asas sekularisme (Pemisahan agama dari kehidupan) yang menjadikan kepentingan materi, modal, dan kekuasaan sebagai standar utama pengambilan keputusan.
Selain zalim, sistem kapitalisme juga adalah ideologi yang gagal dalam segala aspek, mulai dari ekonomi, pendidikan, juga kesehatan, karena asas dari sistem ini hanya mencari keuntungan materi sebanyak mungkin, sehingga tidak bisa dikaitkan dengan peristiwa isra mi'raj yang seharusnya menjadikan dorongan ibadah yang lebih giat malah menjauhkan ibadah itu sendiri dari kehidupan.
Sangat berbeda dengan Sistem Islam yang bertolak belakang dengan Sistem Kapitalisme ini. Peristiwa Isra Mi‘raj tampak jelas ketika Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam memimpin shalat para nabi di Masjid al-Aqsha. Peristiwa ini bukan simbol kosong. Ia adalah isyarat ilahiyah tentang kepemimpinan Islam atas seluruh umat manusia dan seluruh risalah sebelumnya.
Sehingga patut untuk kita teladani dengan merealisasikan peristiwa itu dengan memaksimalkan ibadah yang dicontohkan oleh Rasul dan tidak hanya dalam waktu isra mi'raj saja, melainkan di waktu-waktu lain seperti hari biasanya kita harus tetap memaksimalkan ibadah dan ketaatan kita terhadap Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
Peringatan Isra Mi'raj bisa menjadi langkah awal dalam menyadarkan umat betapa penting nya syariat Islam mengatur kehidupan dalam naungan negara. Sistem Islam akan menyelesaikan akar permasalahan ibadah yang dimulai dari wilayah individu hingga ke wilayah negara.
Sehingga di era Negara Islam di bawah kepemimpinan Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam, kepemimpinan Sistem Islam mencapai bentuk institusionalnya dalam wujud Khilafah Islamiyah. Dengan menjadikan sahabat Abu Bakar ash-Shiddiq menjadi khalifah pertamanya. Setelah wafat, Abu Bakar ash-Shiddiq digantikan oleh Sahabat Umar bin al-Khaththab, juga dilanjutkan kepada para sahabat setelahnya.
Kemudian Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam telah mengingatkan fungsi vital kepemimpinan Islam:
الْإِمَامُ جُنَّةٌ يُقَاتَلُ مِنْ وَرَائِهِ وَيُتَّقَى بِهِ
“Imam (Khalifah) itu adalah perisai (pelindung) orang-orang berperang di belakangnya dan berlindung kepada dia.” (HR al-Bukhari dan Muslim)
Tanpa perisai ini, umat Islam terpecah menjadi puluhan negara lemah yang mudah dikendalikan, diintervensi bahkan dijajah. Itulah yang terjadi sejak Khilafah Islam diruntuhkan hingga saat ini. Sebagai salah satu contoh yaitu Negara Palestina yang dijajah Yahudi selama puluhan tahun hingga hari ini. Padahal dulu, selama ratusan tahun, aman dan damai di bawah kekuasaan Khilafah Islam.
Selain itu, peristiwa dalam isra mi'raj ini mengandung pesan ilahiyah kepada umat Islam agar senantiasa menegakkan kepemimpinan Islam global (Khilafah). Hanya khilafahlah yang mampu menerapkan syariah Islam secara menyeluruh sebagaimana pada zaman dahulu mewujudkan keadilan sejati sekaligus memimpin manusia menuju kesejahteraan dan keridhaan Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
Wallahu a'lam bishawab.
Via
OPINI
Posting Komentar