OPINI
Anak Bunuh Ibu Kandung, Potret Rapuhnya Bangunan Keluarga dalam Sistem Sekularisme
Oleh: Tini Sitorus
(Praktisi Pendidikan)
TanahRibathMedia.Com—Bocah kelas VI SD di Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut), berinisial AL (12) membunuh Ibu kandungnya, F (42) saat tidur. Si anak diketahui menyukai gim di gawai yang mengandung kekerasan. Ia marah karena gimnya dihapus ibunya (detiksumut, 29-12-2026).
Data menunjukkan bahwa anak menghabiskan waktunya menggunakan gawai mencapai 10-15 jam, seperti melihat tiktok, instagram, facebook, bermain games, dengan melihat hal-hal yang tidak bermanfaat. Anak di jaman sekarang memiliki sosial media itu bukan hanya satu tetapi lebih, seperti Instagram. Anak tidak mencukupkan satu instagram tetapi bisa dua atau lebih. Games mampu merusak generasi karena menimbulkan kecanduan yang berlebihan sehingga menjadikannya kehidupan yang lain, dan meninggalkan hal-hal yang diperintah Allah seperti mengerjakan sholat, dll.
Ketika dianalisis, ternyata si Ibu sering memarahi kakaknya dengan mengancam menggunakan pisau dan memukul dengan sapu. Melihat kejadian tersebut si anak pun mempraktekkan apa yang dilakukan ibunya. Anak adalah peniru ulung. Ada rasa dendam dan kekesalan anak terhadap orangtua karena orangtua tersebut sering bertindak kasar seperti memukul dengan ikat pinggang dan sapu. Ini adalah kesalahan orangtua dalam mendidik. Orang tua perlu belajar parenting, bagaimana dalam mendidik, dan menegur anak. Juga belajar bagaimana perlakuan orang tua ketika anak masih bayi, bagaimana perlakuan orang tua ketika anak masih berumur 0-12 tahun, dan bagaimana perlakuan orangtua ketika anak sudah dewasa. Segala sesuatu butuh ilmu dan pembelajaran. Karena menikah adalah kehidupan yang panjang dan diniatkan ibadah karena Allah.
Tidak adanya kepedulian pemerintah terhadap generasi saat ini, banyaknya games yang diperjualbelikan bebas, judi online marak di mana mana, dan pinjaman online marak, Video yang menampakkan aurat bebas berseliweran. Ini menandakan tidak adanya ketegasan dari pemerintah sendiri. Andaikan permainan games itu dihapus oleh pemerintah dan ada hukum yang tegas bagi siapa yang melanggar, dipastikan anak akan melakukan aktivitasnya dengan hal-hal yang bermanfaat. Data menunjukkan banyaknya generasi saat ini sedang melakukan pinjaman online seperti SPay Later. Ini kan sesuatu yang memang difasilitasi Negara. Negara memfasilitasi hal- hal yang merusak generasi-generasi muda, seperti melegalkan judi, melegalkan pinjol, melegalkan video yang mempertonton aurat. Inilah sistem demokrasi kapitalis. Dimana segala sesuatu perbuatan itu karena manfaat belaka, tanpa memperlihatkan efek kehancurannya generasi yang akan mendatang.
Kehidupan rumah tangga yang hancur, di mana istri dan suami sering bertengkar karena si suami melakukan perbuatan maksiat seperti berselingkuh di luar. Perbuatan buruk si suami, berefek kebencian pada istri dan mengakibatkan mental si ibu juga sedang tidak sehat, jadi ibu melampiaskan emosinya kepada anak-anaknya. Sosok suami yang menghancurkan kehidupan rumah tangga dengan melakukan maksiat di luar sehingga membuat rumah tangga menjadi hancur. Kalau seorang istri mentalnya tidak sehat itu mengakibatkan keributan dan ketidakharmonisan dalam keluarga.
Kurangnya pemahaman agama yang dimiliki suami dan istri bisa menyebabkan kehancuran berkeluarga. Tidak memahami bahwa apa yang sudah diperbuat adalah perbuatan yang haram. Seperti melakukan perselingkungan, marah dan kasar terhadap anak, mengancam anak. Ini adalah perbuatan yang tidak diridhoi Allah. Kehidupan yang sekuler yang memisahkan agama dan kehidupan yang menjadikan orang-orang bebas melakukan apapun.
Solusi Islam
Pentingnya seorang muslim dan muslimah sebelum menikah harus memiliki ketakwaan dan keimanan kepada Allah. Agar memiliki keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah, dan memiliki kecintaan terhadap ilmu dengan terus belajar dan belajar. Memahami apa hak dan kewajiban menjadi istri begitu juga sebaliknya mengetahui apa hak dan kewajiban sebagai seorang suami, belajar parenting, rutin mengkaji Islam, bersosialisasi dengan sahabat-sahabat takwa. Jangan hanya sibuk bekerja tetapi tidak mendalami ilmu agama.
Kehidupan berumah tangga adalah ibadah yang terpanjang sehingga harus memiliki bekal ilmu dan terus memahami ilmu agama Islam. Karena Islam adalah solusi dari permasalahan hidup. Anak terlahir dalam keadaan suci. Tetapi didikan orangtua akan menjadikan baik buruknya anak. Kewajiban orangtua kepada anak adalah memberikan pendidikan agama sehingga anak mencerminkan perilaku yang baik.
Seharusnya sebagai orangtua mampu memberikan contoh yang baik kepada anak. Jika orang tua berharap anaknya sholeh dan sholehah, maka orang tua juga harus seperti itu. Anak adalah peniru ulung, apa yang dilakukan orangtua maka itulah yang dia lihat dan di praktekan.
Pentingnya amar ma'ruf nahi mungkar terhadap masyarakat dan keluarga. Apabila memiliki tetangga atau saudara yang menyalahi aturan karena dengan peringatan mereka akan sadar atas kesalahan yang dilakukan.
Harus ada keterlibatan negara terhadap permasalahan ini dengan menghapus gim-gim dan konten-konten negatif yang merusak generasi muslim. Memberikan hukuman yang tegas kepada orang-orang yang melanggar. Seperti memberikan hukuman terhadap kasus perselingkuhan. Dalam Islam hukuman seorang lelaki yang sudah menikah melakukan perzinaan adalah hukuman rajam atau dilempari batu sampai benar-benar mati. Hukuman bagi zina muhshan dan ghairu muhsan.
Dari Ubadah bin Shamit bahwa Rasulullah saw. bersabda,
”Seorang gadis/perjaka yang berzina dicambuk 100 kali dan diasingkan dari kampung halamannya selama satu tahun, Adapun yang sudah menikah dihukum cambuk 100 kali dan dirajam sampai mati.” (HR. Muslim no. 1690)
Wallahu a'lam bisshowab.
Via
OPINI
Posting Komentar