OPINI
Islam Solusi Paripurna bagi Para Korban Bencana
Oleh: Rury Andrianti
(Sahabat Tanah Ribath Media)
TanahRibathMedia.Com—Kejadian bencana Sumatra di akhir tahun kemarin sudah menginjak bulan kedua. Kita bisa melihat dengan jelas problem yang datang setelahnya, tidak hanya bencana Sumatra problem serupa sangat mungkin muncul di setiap bencana.
Banjir bandang dan longsor di Sumatra menyisakan kisah anak-anak yang dalam sekejap ditinggal orang tua mereka. Nasib anak-anak yang menjadi yatim piatu belum jelas. Anak-anak yang ditinggal orang tua, kata Komisioner Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Diyah Puspitarini, membutuhkan rasa aman selain juga kepastian soal kebutuhan dasar dan pendidikan (BBC.com, 7 Januari 2026).
Banyak anak-anak yatim piatu korban bencana Sumatra kehilangan hak dasarnya. Berdasarkan UUD seharusnya dipelihara (di urus) oleh negara. Faktanya negara abai, terpantau lamban mengurusi korban bencana terkhusus anak-anak yatim piatu dari korban bencana Sumatra ini.
Pengurusan anak-anak yatim piatu korban bencana Sumatra sampai saat ini belum ada komitmen khusus dan berkelanjutan dari negara. Negara abai terhadap rakyat, termasuk anak-anak korban bencana. Kehadiran negara sangatlah minim dalam me-riayah anak-anak korban bencana, termasuk memikirkan nasib mereka setelah kehilangan keluarga.
Negara memandang bencana secara Kapitalistik yaitu sudut pandang keuntungan dalam setiap urusan sedangkan tanggung jawab riayah diabaikan, misalnya wacana menyerahkan lumpur bencana pada swasta. Negara tidak hadir dalam memelihara urusan anak-anak yatim korban bencana baik sandang, pangan, papan juga kebutuhan pendidikan, kesehatan serta keamanan untuk menjalani hidup kedepannya.
Negara wajib hadir dalam setiap pengurusan menyangkut rakyatnya. Rasulullah bersabda yang artinya:
"Imam (kepala negara) adalah pengurus rakyat dan dia bertanggung jawab atas rakyat yang dia urus." (HR An Nasa'i)
Dalam Sistem Islam, negara mempunyai visi riayah apapun kebutuhan rakyat akan dipenuhi orang per orang, termasuk pengurusan anak-anak yatim piatu korban bencana. Negara akan memastikan jalur hadhanah dan perwalian anak yatim korban bencana. Bahkan bagi anak-anak yang tidak memiliki keluarga sama sekali negara akan menampung dan menjamin semua kebutuhannya termasuk tempat tinggal, pendidikan dan kesehatan. Baitul mal yang akan membiayai semua kebutuhan tersebut melalui pos-pos pengeluaran yang sudah ditetapkan.
Hanya dengan Islam yang paripurna pengurusan bencana dapat dituntaskan, dengan penerapan Islam secara kaffah dalam seluruh aspek kehidupan tidak akan ada lagi anak-anak yatim piatu yang terlantar dan terkatung-katung nasib kehidupannya. Inilah yang seharusnya diwujudkan, khususnya di negeri ini.
wallahu a'lam bishshawab.
Via
OPINI
Posting Komentar