Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
Tanah Ribath Media
Pasang Iklan Murah
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Telusuri
Beranda OPINI Islam Solusi Paripurna bagi Para Korban Bencana
OPINI

Islam Solusi Paripurna bagi Para Korban Bencana

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
23 Jan, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

 
Oleh: Rury Andrianti
(Sahabat Tanah Ribath Media)

TanahRibathMedia.Com—Kejadian bencana Sumatra di akhir tahun kemarin sudah menginjak bulan kedua. Kita bisa melihat dengan jelas problem yang datang setelahnya, tidak hanya bencana Sumatra problem serupa sangat mungkin muncul di setiap bencana.

Banjir bandang dan longsor di Sumatra menyisakan kisah anak-anak yang dalam sekejap ditinggal orang tua mereka. Nasib anak-anak yang menjadi yatim piatu belum jelas. Anak-anak yang ditinggal orang tua, kata Komisioner Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Diyah Puspitarini, membutuhkan rasa aman selain juga kepastian soal kebutuhan dasar dan pendidikan (BBC.com, 7 Januari 2026).

Banyak anak-anak yatim piatu korban bencana Sumatra kehilangan hak dasarnya. Berdasarkan UUD seharusnya dipelihara (di urus) oleh negara.  Faktanya negara abai, terpantau lamban mengurusi korban bencana terkhusus anak-anak yatim piatu dari korban bencana Sumatra ini.

Pengurusan anak-anak yatim piatu korban bencana Sumatra sampai saat ini belum ada komitmen khusus dan berkelanjutan dari negara. Negara abai terhadap rakyat, termasuk anak-anak korban bencana. Kehadiran negara sangatlah minim dalam me-riayah anak-anak korban bencana, termasuk memikirkan nasib mereka setelah kehilangan keluarga. 

Negara memandang bencana secara Kapitalistik yaitu sudut pandang keuntungan dalam setiap urusan sedangkan tanggung jawab riayah diabaikan, misalnya wacana menyerahkan lumpur bencana pada swasta. Negara tidak hadir dalam memelihara urusan anak-anak yatim korban bencana baik sandang, pangan, papan juga kebutuhan pendidikan, kesehatan serta keamanan untuk menjalani hidup kedepannya.

Negara wajib hadir dalam setiap pengurusan menyangkut rakyatnya. Rasulullah bersabda yang artinya:

"Imam (kepala negara) adalah pengurus rakyat dan dia bertanggung jawab atas rakyat yang dia urus." (HR An Nasa'i)

Dalam Sistem Islam, negara mempunyai visi riayah apapun kebutuhan rakyat akan dipenuhi orang per orang, termasuk pengurusan anak-anak yatim piatu korban bencana. Negara akan memastikan jalur hadhanah dan perwalian anak yatim korban bencana. Bahkan bagi anak-anak yang tidak memiliki keluarga sama sekali negara akan menampung dan menjamin semua kebutuhannya termasuk tempat tinggal, pendidikan dan kesehatan. Baitul mal yang akan membiayai semua kebutuhan tersebut melalui pos-pos pengeluaran yang sudah ditetapkan.


Hanya dengan Islam yang paripurna pengurusan bencana dapat dituntaskan, dengan penerapan Islam secara kaffah dalam seluruh aspek kehidupan tidak akan ada lagi anak-anak yatim piatu yang terlantar dan terkatung-katung nasib kehidupannya. Inilah yang seharusnya diwujudkan, khususnya di negeri ini.  

wallahu a'lam bishshawab.
Via OPINI
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Ironi 1.000 Ton Impor Beras di Tengah Janji Swasembada Pangan

Tanah Ribath Media- Maret 13, 2026 0
Ironi 1.000 Ton Impor Beras di Tengah Janji Swasembada Pangan
Oleh: Nurhy Niha (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Besar pasak daripada tiang, begitulah cara kita memaknai kedaulatan pangan hari…

Most Popular

Kekerasan Aparat dan Suburnya Ketidakadilan, Dampak Sistem Sekuler

Kekerasan Aparat dan Suburnya Ketidakadilan, Dampak Sistem Sekuler

Maret 10, 2026
Aneh, MBG tetap Jalan Meski di Bulan Ramadan

Aneh, MBG tetap Jalan Meski di Bulan Ramadan

Maret 10, 2026
Kekerasan Aparat, Cermin Gagalnya Sistem Sekuler

Kekerasan Aparat, Cermin Gagalnya Sistem Sekuler

Maret 08, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Juni 09, 2023
Terhubung tapi Terasing: Mengungkap Kesepian akibat Media Sosial di Era Kapitalisme Liberalisme

Terhubung tapi Terasing: Mengungkap Kesepian akibat Media Sosial di Era Kapitalisme Liberalisme

Oktober 02, 2025

Popular Post

Kekerasan Aparat dan Suburnya Ketidakadilan, Dampak Sistem Sekuler

Kekerasan Aparat dan Suburnya Ketidakadilan, Dampak Sistem Sekuler

Maret 10, 2026
Aneh, MBG tetap Jalan Meski di Bulan Ramadan

Aneh, MBG tetap Jalan Meski di Bulan Ramadan

Maret 10, 2026
Kekerasan Aparat, Cermin Gagalnya Sistem Sekuler

Kekerasan Aparat, Cermin Gagalnya Sistem Sekuler

Maret 08, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us