SP
Kapitalisasi di Balik Bencana Sumatra
TanahRibathMedia.Com—Presiden Prabowo menyatakan bahwa material lumpur pascabencana akibat banjir dan tanah longsor di Sumatra pada November 2025 yang tersebar di aceh, Sumatra utara, dan Sumatra Barat berencana akan dibeli oleh pihak swasta (Tempo.co, 2-1-2026).
Ia mengatakan bahwa informasi ketertarikan swasta itu dia dapat dari laporan para kepala daerah dalam rapat penanganan bencana di Aceh pada Kamis (1-1-2026) yang disiarkan kantor Sekretariat Presiden. Presiden juga mempersilahkan karena menurutnya hal itu bisa menambah pemasukan bagi pemerintah daerah setempat.
Sungguh sangat disayangkan peryataan yang keluar dari seorang pemimpin yang seharusnya bertanggung jawab penuh dengan penanggulangan bencana. Pemimpin seharusnya lebih mendahulukan kemaslahatan dan mengutamakan kebutuhan rakyatnya di atas kepentingan materiil. Pemimpin juga harus lebih mengutamakan rakyat yang terdampak tapi justru malah melempar tanggung jawab kepada swasta demi meraup keuntungan sebanyak-banyaknya.
Hal ini sangat wajar terjadi karena negara ini menganut sistem kapitalisme sekularisme yang orientasi hidupnya didasarkan pada keuntungan materi semata, tanpa memandang halal haram, baik buruk, yang penting untung, meski banyak menyakiti hati rakyatnya.
Berbeda dengan Islam, Islam justru melarang swasta mengeruk dan mengelola sumber daya alam yang merupakan milik umum, yang harusnya dikelola negara,dan hasilnya diperuntukan bagi seluruh rakyatnya.
Pemimpin dalam Islam bertindak sebagai rain (pengurus rakyat). Ketika mendapati bencana, dia akan fokus untuk menanganinya terutama bagi rakyat yang terdampak. Negara akan mengurus segala kebutuhannya baik sandang, pangan, maupun papan. Sebagai pemimpin dalam Islam, dia akan bermuhasabah atas apa yang telah terjadi pada negerinya.
seperti yang tertuang dalam hadis rasul:
"Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.” (Bukhari dan Muslim)
“Seorang imam (pemimpin negara) adalah pemimpin bagi manusia (rakyatnya) dan ia bertanggung jawab atas mereka...". (Hadits)
Pada saat bencana, pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat mengenai upayanya dalam melindungi dan membantu rakyatnya. Sudah saatnya kembali kepada Islam, karena hanya dengan Islam rakyat akan terjamin kesejahteraannya.
Wallahu a'lam bishshawab.
Laesih Ummu Arfakh
(Sahabat Tanah Ribath Media)
Via
SP
Posting Komentar