Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
Tanah Ribath Media
Pasang Iklan Murah
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Telusuri
Beranda OPINI Era Digital dan Pengaruh Aktivisme pada Gen Z
OPINI

Era Digital dan Pengaruh Aktivisme pada Gen Z

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
18 Jan, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Oleh: Marhamah 
(Pendidik dan Pemerhati Generasi)

TanahRibathMedia.Com—Tidak bisa pungkiri gen z tak bisa lepas dari pengaruh dunia digital. Mereka memang terlahir di era digital. Tak heran jika sejak kecil mereka terbiasa dengan gawai untuk bermain gim bahkan telah pintar bermedia sosial. Survei Profil Internet Indonesia 2025 oleh Asosiasi Pengguna Jasa Internet Indonesia (APJII) pada Juni 2022 pada semester tahun ini jumlah penggunaan internet di Tanah Air telah mencapai 229.428.417 jiwa. Pengguna internet tersebut didominasi oleh gen z sebanyak 25, 54% (Teknologi.id, 07-08-2025). Angka ini menunjukan kenaikan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Internet kian menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat khususnya gen z. 

Generasi z akhirnya terbiasa menyaksikan berbagai pergerakan pemikiran di berbagai negara. Sehingga membentuk karakter generasi z yang terbuka  terhadap perspektif baru. Informasi yang disajikan di medsos dalam spektrum yang luas. Mencakup berbagai kondisi masyarakat di berbagai wilayah, baik dalam maupun luar negeri. Seperti kesenjangan ekonomi, penguasa zolim, korupsi, expolitasi oleh para oligarki kapitalis, terpampang jelas di layar gawai mereka. 

Generasi z selalu terkoneksi dengan sesamanya di berbagai belahan bumi melalui medsos sehingga muncul berbagai pandangan baru dalam melihat realitas masyarakat dan tata kelola negara. Kondisi ini membentuk gen z menjadi sosok yang kritis terhadap berbagai kebijakan publik. Mereka berani mengkeritik penguasa dan melakukan aksi lokal yang tersebar secara global melalui medsos. Aksi di media sosial ini berlanjut ke aksi di dunia nyata. Mereka serentak turun ke jalan untuk berunjuk rasa. Generasi muda sangat leluasa dan mudah untuk bergerak karena terkoneksi di mana saja dan kapan saja. Tanpa dibatasi ruang dan waktu mereka meanfaatkan medsos untuk berkoordinasi.  Dengan mengetik satu seruan di medsos, ribuan orang bisa digerakkan dalam waktu singkat.

Gen z kini mampu melakukan berbagai aktivitas glocal (global-local). ini telah terjadi di berbagai negara, yaitu Indonesia, Nepal, Filipina, Timor Leste, Maroko, Peru, dan Madagaskar. Para pemuda turun ke jalan dan menyuarakan tuntutan perubahan kepada penguasa pada bidang politik,ekonomi, sosial, pendidikan, kesehatan, lingkungan, dll. Ada juga aksi praktis, seperti membangun  sekolah, menanam pohon, membersihkan sampah, dll. 

Misalnya saja di Indonesia, generasi muda melakukan aksi praktis yaitu, melakukan penggalangan dana dan memberikan bantuan kepada para korban bencana banjir dan longsor yang terjadi di Sumatra dan Aceh, pada saat penanganan bencana oleh negara sangat minim dan lamban. Adapun secara internasional, aktivisme digital generasi muda mampu menggedor status quo. Aksi mahasiswa di beberapa negara mampu memaksa sejumlah pejabat korup undur diri.

Namun di balik kesuksesan gerakan gen z ada beberapa catatan kritis. Diantaranya  cairnya gerakan mereka disamping mengandung paradoks. Di satu sisi mereka terbukti kreatif, berani, dan mampu menggerakkan ribuan orang dalam waktu singkat. Mereka juga tidak gentar menghadapi sikap represif aparat. Namun, di sisi lain, mereka seringkali tak berdaya menghadapi fragmentasi. Disamping itu perhatian mereka cepat berubah arah dari satu isu ke isu lainnya. Tidak heran jika gerakan anak-anak muda bisa cetar membahana, namun segera tenggelam dalam hitungan hari. 

Ketiadaan struktur formal menjadikan aktivisme gen z sulit menawarkan solusi nyata. Kekuatan besar mereka memang bisa mengganti pejabat. Tetapi belum mampu melahirkan perubahan regulasi, apalagi perubahan sistem. Wacana yang ditawarkan masih dangkal, belum mengakar pada solusi fundamental. Itu sebabnya, gerakan gen z bersifat instan, tidak punya strategi jangka panjang, bahkan mudah dibajak kepentingan Barat. 

Korporasi digital kapitalis sangat menyadari keberadaan aktivisme digital gen z dan apa dampaknya pada eksistensi ideologi kapitalisme. Oleh sebab itu, kapitalisme mempengaruhi aktivisme gen z dengan membentuk pola pikir, pola sikap, dan pola perilaku sekuler liberal kapitalistik pada generasi muda melalui media sosial. Upaya ini bertujuan agar aktivisme gen z tidak meruntuhkan sistem kapitalisme yang kerusakannya makin nyata.

Meski gen z dikenal kritis dan memiliki rasa empati yang tinggi, banyak generasi muda yang terjebak dalam pola konsumsi yang didikte oleh algoritma digital. Gen z menjadi target pasar dengan produk yang makin sesuai dengan preferensi mereka.

Demikian halnya aktivis generasi muslim terseret arus algoritma kapitalisme global. Melalui hegemoni digital, kapitalis barat mengajari mereka perilaku konsumerisme, FOMO, permisif, hedonistik, sekuler, liberal, dan kapitalistik. Hegemoni digital membentuk karakter generasi muslim yang terfokus pada mengejar pencapaian duniawi.  Misalnya harus sukses pada usia muda; matang finansial sebelum menikah; profil pendakwah Islam harus mapan, glowing, dan memakai outfit yang kekinian; serta ukuran materiel yang sejenis. 

Pengenalan penggunaan internet secara berlebihan tidak bisa dipandang sebagai hal wajar dan alamiah melainkan bagian dari rancangan kapitalisme yang menguasai infrastruktur digital dunia. Karenanya kaum muslimin baik generasi muda maupun tua harus waspada akan bahaya hegemoni digital yang terus mengintai. Kita harus tampil kembali sebagai khoiru ummat yang terbebas dari belenggu hegemoni kapitalis digital. Dari sisi pribadi, kaum muda harus sibuk berbenah diri dengan belajar Islam secara kaffah. Islam sebagai way of live dan sebuah ideologi. Learning by doing. Dengan semangat membara setiap ilmu Islam yang didapat segera dipraktekan dalam kehidupan. Pada saat yang sama kaum muda berkontribusi dalam perjuangan kebangkitan Islam. Terlibat aktif dalam dakwah politik bersama partai politik Islam ideologis dalam rangka melangsungkan kehidupan Islam di bawah naungan institusi khilafah Islamiah.

Dalam Islam, peran keluarga dan kontrol masyarakat sangat sentral. Dibutuhkan penanaman aqidah, akhlaq dan nilai-nilai berupa adab dan etika Islam sebagai rambu-rambu dalam bermedia sosial. Orang tua pun tetap harus mengontrol dan membimbing anak-anaknya agar tidak salah kaprah selama bermedia sosial. Bimbingan seperti  tabayyun akan melatih anak berhati-hati saat menerima dan berbagi informasi sehingga tidak menjadi korban info hoak. 

Kontrol sosial masyarakat dengan standar agama Islam akan menyelamatkan generasi dari pengaruh buruk media sosial. Masyarakat akan memastikan media sosial digunakan secara baik dan bermanfaat. Negara dalam Islam berfungsi sebagai pelindung rakyat (raain),  tidak hanya di dunia nyata namun mencakup ruang digital yakni lingkungan hidup utama kaum muda saat ini.  Khilafah wajib membebaskan generasi muda dari hegemoni digital kapitalistik. Karenanya khilafah wajib membangun infrastruktur digital secara mandiri Dengan visi misi ideologi yang jelas, khilafah harus mengelola ruang digital untuk kepentingan pendidikan, penjagaan akidah, akhlak dan intelektual ummat. Disamping itu ruang digital akan digunakan sebagai sarana dakwah dan propaganda Islam ke seluruh alam.

Di sinilah urgensi dakwah politis untuk membangun kembali kekuatan, kemandirian dan kedaulatan ummat Islam.di bawah naungan institusi khilafah Islamiah. Sudah saatnya kaum muslimin bersatu mewujudkan satu kepemimpinan untuk seluruh ummat Islam di dunia dan mewujudkan rahmatan lilalamiin.
Via OPINI
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Satu Bulan Bencana, Keselamatan Rakyat Masih Jadi Taruhan

Tanah Ribath Media- Januari 17, 2026 0
Satu Bulan Bencana, Keselamatan Rakyat Masih Jadi Taruhan
Oleh: Amirah Desi (Sahabat Tanah Ribath Media)   TanahRibathMedia.Com— Kurang lebih satu bulan pascabencana banjir dan tanah longsor di Aceh, Suma…

Most Popular

Bagaimana Cara Merebut Palestina Kembali?Tinjauan Solusi dalam Sistem Islam

Bagaimana Cara Merebut Palestina Kembali?Tinjauan Solusi dalam Sistem Islam

Januari 11, 2026
Teror terhadap Konten Kreator Pengkritik Rezim: Paradoks Demokrasi Otoriter

Teror terhadap Konten Kreator Pengkritik Rezim: Paradoks Demokrasi Otoriter

Januari 11, 2026
Ketika Statistik Kriminal Turun, Benarkah Akar Masalah Telah Teratasi?

Ketika Statistik Kriminal Turun, Benarkah Akar Masalah Telah Teratasi?

Januari 14, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Juni 09, 2023
Terhubung tapi Terasing: Mengungkap Kesepian akibat Media Sosial di Era Kapitalisme Liberalisme

Terhubung tapi Terasing: Mengungkap Kesepian akibat Media Sosial di Era Kapitalisme Liberalisme

Oktober 02, 2025

Popular Post

Bagaimana Cara Merebut Palestina Kembali?Tinjauan Solusi dalam Sistem Islam

Bagaimana Cara Merebut Palestina Kembali?Tinjauan Solusi dalam Sistem Islam

Januari 11, 2026
Teror terhadap Konten Kreator Pengkritik Rezim: Paradoks Demokrasi Otoriter

Teror terhadap Konten Kreator Pengkritik Rezim: Paradoks Demokrasi Otoriter

Januari 11, 2026
Ketika Statistik Kriminal Turun, Benarkah Akar Masalah Telah Teratasi?

Ketika Statistik Kriminal Turun, Benarkah Akar Masalah Telah Teratasi?

Januari 14, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us