Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
Tanah Ribath Media
Pasang Iklan Murah
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Telusuri
Beranda SP Ironi di Tengah Tragedi
SP

Ironi di Tengah Tragedi

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
14 Jan, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp




TanahRibathMedia.Com—Banjir bandang yang melanda Aceh Tamiang pada November 2025 menyisakan tumpukan lumpur di jalan-jalan dan fasilitas umum. Tumpukan lumpur di Aceh Tamiang khususnya di Pondok Pesantren Darul Mukhlisin mencapai ketinggian sekitar 4meter dan luas sekitar 2 hektar. Tumpukan ini terdiri dari lumpur dan kayu-kayu besar yang terbawa arus. Butuh upaya dan waktu yang tidak sedikit untuk memulihkan kembali akses jalan dan fasilitas umum lainnya.

Di tengah upaya pemulihan pasca bencana, Presiden Prabowo Subianto mengungkap bahwa terdapat pihak swasta yang terarik untuk membeli material lumpur akibat banijir. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Prabowo Subianto dalam rapat kerja yang dipimpin oleh Presiden sendiri beserta jajaran kabinetnya antara lain: Menteri Pertahanan Sjafrie Syamsoedhin, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Panglima TNI Agus Subiyanto, dan Menteri Investasi Kepala Danantara Rosan Roeslani (SindoNews, 01-12-2026).

Tumpukan lumpur dan kayu-kayu besar memang perlu untuk segera diangkat, namun adanya ketertarikan pihak swasta akan material lumpur menjadi ironi di tengah kondisi warga yang masih berjibaku menghadapi dampak bencana. Sikap penguasa yang menyambut baik wacana ini terkesan lebih mengedepankan aspek ekonomi dibandingkan penderitaan warga. Inilah realita pahit yang harus ditelan rakyat yang hidup di bawah sistem kapitalisme. Ketertarikan pihak swasta dianggap sebagai “aji mumpung” yang digunakan untuk melempar tanggung jawab kepada mereka demi meraih keuntungan. Sikap seperti ini semakin memperjelas watak kapitalistik penguasa. 

Masyarakat belum sepenuhnya pulih dan masih menyimpan kekecewaan yang mendalam terkait penanganan bencana yang terkesan lamban. Saat ini mereka lebih membutuhkan  bantuan pokok. Kebijakan terkait penjualan material lumpur tak seharusnya mengalihkan perhatian kita pada prioritas utama yakni menyalurkan bantuan pokok untuk masyarakat terdampak bencana, karena pada faktanya masih banyak masyarakat yang belum tersentuh bantuan secara optimal. Minat yang ditunjukkan pihak swasta akan material lumpur sisa bencana mungkin  dianggap sebagai sebuah solusi yang menguntungkan, namun sejatinya solusi seperti ini hanyalah solusi yang pragmatis karena hanya fokus pada hasil tanpa memikirkan dampak lebih jauh. Penerapan kebijakan ini jika tidak disertai pengawasan yang ketat dan regulasi yang jelas, maka akan timbul kemungkinan pihak swasta melakukan eksploitasi.

Negara adalah ra’in (pengurus) dan junnah (pelindung) yang seharusnya bertanggung jawab penuh dalam penanggulangan bencana, namun sayang, kita tak akan pernah mendapatkan periayahan dan perlindungan selama masih berada dalam sistem kapitalisme. Kita justru acapkali menjadi korban dari berbagai kebijakan karena pada dasarnya sistem kapitalisme memang hanya berfokus pada keuntungan materi bukan pada kemaslahatan umat.

Berbeda halnya dengan sistem Islam, pemerintahan dalam Islam akan senantiasa mendahulukan kemaslahatan rakyat di atas kepentingan materiil. Mengingat material lumpur yang tertumpuk bukan hanya di jalan-jalan dan fasilitas umum, melainkan juga di area persawahan, perkebunan, hutan dan area yang terdapat sumber daya alam lainnya, maka membiarkan pihak swasta mengelola dan memanfaatkan material lumpur sama halnya dengan membiarkan mereka mengelola sumber daya milik umum. Kebijakan ini sangat bertentangan  dengan syariat, karena Islam melarang swastanisasi dalam hal apapun termasuk pemanfaatan material lumpur.

Dalam penanganan bencana, pemerintahan dalam Islam akan memprioritaskan kebutuhan dasar rakyat. negara akan mengerahkan segala upaya dalam memulihkan seluruh sendi-sendi kehidupan masyarakat dan wilayah yang terdampak bencana dari segala aspek. Baik ekonomi, pendidikan, kesehatan dan lain sebagainya hingga kondisi masyarakat akan kembali seperti sediakala.

Hanya dengan menerapkan Islam, kita akan cepat keluar dari keterpurukan akibat bencana. Hanya dengan Islam pula tentu kita tak akan pernah merasakan pahitnya diabaikan dan dikesampingkan. Maka dari itu bersegeralah kembali kepada Islam, sebagai satu-satunya yang layak dijadikan sandaran kehidupan.

Wallahualam bish shawab.

Irohima
(Sahabat Tanah Ribath Media)
Via SP
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Ironi 1.000 Ton Impor Beras di Tengah Janji Swasembada Pangan

Tanah Ribath Media- Maret 13, 2026 0
Ironi 1.000 Ton Impor Beras di Tengah Janji Swasembada Pangan
Oleh: Nurhy Niha (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Besar pasak daripada tiang, begitulah cara kita memaknai kedaulatan pangan hari…

Most Popular

Kekerasan Aparat dan Suburnya Ketidakadilan, Dampak Sistem Sekuler

Kekerasan Aparat dan Suburnya Ketidakadilan, Dampak Sistem Sekuler

Maret 10, 2026
Aneh, MBG tetap Jalan Meski di Bulan Ramadan

Aneh, MBG tetap Jalan Meski di Bulan Ramadan

Maret 10, 2026
Kekerasan Aparat, Cermin Gagalnya Sistem Sekuler

Kekerasan Aparat, Cermin Gagalnya Sistem Sekuler

Maret 08, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Juni 09, 2023
Terhubung tapi Terasing: Mengungkap Kesepian akibat Media Sosial di Era Kapitalisme Liberalisme

Terhubung tapi Terasing: Mengungkap Kesepian akibat Media Sosial di Era Kapitalisme Liberalisme

Oktober 02, 2025

Popular Post

Kekerasan Aparat dan Suburnya Ketidakadilan, Dampak Sistem Sekuler

Kekerasan Aparat dan Suburnya Ketidakadilan, Dampak Sistem Sekuler

Maret 10, 2026
Aneh, MBG tetap Jalan Meski di Bulan Ramadan

Aneh, MBG tetap Jalan Meski di Bulan Ramadan

Maret 10, 2026
Kekerasan Aparat, Cermin Gagalnya Sistem Sekuler

Kekerasan Aparat, Cermin Gagalnya Sistem Sekuler

Maret 08, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us