SP
Intimidasi terhadap Aktivis Kritis
TanahRibathMedia.Com—Berbagai teror kepada aktivis yang mengkritik pemerintah kembali bermunculan. Saat ini, intimidasi muncul setelah adanya beberapa figur publik seperti influencer atau pemengaruh, aktivis lingkungan, artis, dan lain-lain menyuarakan kritik keras tentang penanganan bencana di Sumatra.
Berbagai teror yang dilaporkan menimpa mereka seperti, ancaman fisik, vandalisme, doxing, pengiriman bangkai ayam, peretasan digital, hingga intimidasi yang menyasar keluarga. Teror-teror tersebut memicu kekhawatiran publik atas kebebasan berekspresi dalam demokrasi di Indonesia (MediaIndonesia.com, 31-12-2025).
Ancaman-ancaman itu datang setelah para influencer mempublikasikan kritik terkait penanganan bencana di Sumatra. Apa yang mereka katakan seharusnya menjadi evaluasi bagi pemerintah untuk meningkatkan kinerjanya dalam mengurusi urusan umat, khususnya penanganan bencana Sumatra. Hendaknya pemerintah memberi ruang diskusi kepada para influencer atau aktivis untuk menyuarakan kebenarannya.
Sistem saat ini yang dipakai adalah sistem kapitalisme-sekularisme, di mana dalam sistem ini tidak memandang halal dan haram dalam segala perbuatan. Sangat jauh berbeda dengan sistem Islam, Islam bukan hanya sebagai agama ritual saja. Islam juga memiliki aturan dalam kehidupan, di mana pedoman untuk kehidupan hanya berhukum pada Al-Qur'an dan As-Sunnah yang sudah jelas ini bersumber dari Sang Pencipta yakni Allah Swt.
Penguasa dalam Islam adalah junnah (pelindung) rakyat, bukan menjadi pengancam rakyat. Hubungan penguasa dan rakyat diatur dengan syariat di antaranya penguasa wajib menjalankan fungus ra'in (pengurus) dan junnah (pelindung) bagi rakyatnya, sedangkan rakyat wajib muhasabah lil hukam yaitu mengevaluasi, mengoreksi, atau mengkritik apabila penguasa melakukan perbuatan atau membuat hukum tidak sesuai syariat. Dalam kepemimpinan Islam, penguasa sangat menghargai kritik dari warganya. Para pengkritik tidak akan dikriminalisasi, namun diberi ruang untuk menyampaikan kritiknya.
Wallahu a'lam bishawab.
Elis Schaaci
(Sahabat Tanah Ribath Media)
Via
SP
Posting Komentar