SP
Hegemoni AS dan Krisis Kepemimpinan Global: Saatnya Islam Memimpin Dunia
TanahRibathMedia.Com—Dunia kini di bawah kendali Amerika Serikat dan ideologi kapitalismenya telah membuat umat Islam terjajah, lemah , menderita, dan semakin sekuler. Idealnya bagi umat Islam seharusnya kondisi seperti ini tidak akan merasakan kenyamanan dan berdiam diri. Harus ada kesadaran umat untuk kembali kepada kondisi yang sesuai dengan fitrahnya sebagai seorang muslim yang bergelar khairu ummah.
Berbagai bencana ekologis di dunia akibat keserakahan kepemimpinan kapitalisme global. Ideologi kapitalisme diciptakan bukan untuk menyejahterakan rakyat, tapi untuk kepentingan sekelompok orang yang punya uang dan kekuasaan. Di bawah kendali negara adidaya saat ini yaitu Amerika Serikat kini telah menyebarkan paham ideologi kapitalis sekulernya hampir ke seluruh dunia, termasuk Indonesia. Terbukti di Indonesia, bencana ekologis besar-besaran yang terjadi baru-baru in terjadi di Sumbar, Sumut, dan Aceh bukan hanya karena takdir, namun juga karena keserakahan pemerintah sekuler kapitalis melalui kebijakannya yang tidak bijak. Meski banyak menuai kritikan, namun pemerintah menutup mata dan telinga. Karena begitulah cara kerja kepemimpinan kapitalis sekuler.
Sebagai negara penganut ideologi kapitalisme sejati, hegemoni Amerika Serikat sangat melekat terhadap negara-negara yang lemah baik secara ekonomi maupun politik. Amerika Serikat telah menunjukkan arogansinya dengan melakukan serangan dan ancaman ke berbagai negara di dunia termasuk Venezuela. Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah menculik kepala Negara Venezuela Nicolas Maduro beserta istrinya dan mendakwanya dengan dalih karena telah melakukan kejahatan serius. Padahal di balik itu semua sebenarnya Trump mengincar cadangan minyak mentah di Venezuela yang berjumlah sangat besar yaitu 303 miliar barel dan merupakan salah satu cadangan minyak bumi terbesar dibumi. Selain itu, Amerika Serikat juga marah karena Venezuela telah membantu Rusia dan membuka hubungan perdagangan dengan Cina.
Ideologi Kapitalis yang Merusak
Ideologi kapitalis sekuler telah merusak sendi-sendi kehidupan umat Islam, baik dalam hal akidah, muamalah, akhlak, ekonomi, politik, sosial budaya dan pendidikan. Kebebasan yang kebablasan dari pemikiran sekuler kapitalis membuat umat Islam tidak lagi mementingkan halal dan haram dalam bertindak. Mereka bebas beragama, kebathilan dalam berjual beli, pemuja praktik ribawi, budaya korupsi, pergaulan bebas, dan tidak beradab.
Kejamnya ideologi kapitalis sekuler telah dibuktikan oleh Amerika Serikat dalam menjajah dengan melakukan aneksasi ke negara lain demi menguasai sumber daya alam mereka tanpa mempedulikan tatanan hukum internasional dan kecaman masyarakat dunia.
Mabda Islam sebagai Solusi
Mengingat umat Islam adalah umat terbaik dan telah Allah janjikan akan memimpin dunia ditambah Islam juga sebagai mabda/ideologi merupakan modal besar untuk kebangkitan dengan tegaknya kepimpinan Islam untuk melawan hegemoni Amerika Serikat.
Sebagaimana firman Allah Swt. dalam surah An-Nur ayat 55 yang artinya:
“Allah telah menjanjikan kepada orang-orang diantara kamu yang beriman dan mengerjakan kebjikan, bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dibumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orag sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai (Islam), dan Dia benar-benar akan mengubah (keadaan) mereka, setelah berada dalam ketakutan menjadi aman Sentosa..”
Kepemimpinan Islam satu-satunya harapan mengembalikan tatanan kehidupan dunia yang penuh rahmat. Karena dalam Islam, pemimpin adalah pelayan rakyat. Politik hanyalah untuk mengurusi rakyat, bukan untuk mengambil keuntungan pribadi atau kelompok. Islam menjamin kehidupan rakyatnya berupa sandang, pangan, papan, kesehatan, pendidikan dan keamanan. Semua jaminan tersebut bukan sebuah kemustahilan didapatkan karena sumber daya alam dikelola sendiri oleh negara Islam dan dimanfaatkan untuk jaminan tersebut. Negara Islam adalah negara independen yang tidak akan bergantung dengan negara asing, yang menentang keras tindakan penjajahan.
Negara Islam (khilafah) tidak hanya melindungi umat Islam, tapi juga melindungi seluruh manusia dari kezaliman, kemungkaran, dan berbagai kerusakan/bencana. Kondisi inilah dibutuhkan masyarakat dunia saat ini yang sedang dilanda kerusakan, baik kerusakan akidah, ekonomi, politik, sosial, pendidikan, kesehatan dan keamanan. Maka tidak ada cara lain bagi kita selain sama-sama menjemput janji Allah dengan berjuang menegakkan kembali negara Islam.
Allahu a’lam.
Reni Susanti, S.A.P
(Muslimah Riau)
Via
SP
Posting Komentar