Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
Tanah Ribath Media
Pasang Iklan Murah
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Telusuri
Beranda OPINI Dunia Membutuhkan Peradaban Global yang Menjadi Rahmat bagi Seluruh Alam
OPINI

Dunia Membutuhkan Peradaban Global yang Menjadi Rahmat bagi Seluruh Alam

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
22 Jan, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Oleh: Diana Wijayanti
(Sahabat Tanah Ribath Media)

TanahRibathMedia.Com—Belakangan tersiar kabar mengejutkan bahwa Amerika Serikat (AS) telah melancarkan serangan militer ke Caracas, ibu kota Venezuela. Dalam operasi militer tersebut, Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan istrinya ditangkap dan dibawa keluar dari negaranya. Serangan AS juga dilaporkan menghantam Mausoleum Hugo Chávez, mantan presiden Venezuela.

Menurut Menteri Luar negeri AS, dinyatakan bahwa operasi tersebut dilakukan dalam rangka memerangi apa yang mereka sebut sebagai “narkoterorisme”. Namun, tudingan itu dinilai tidak memiliki dasar yang kuat bahkan terkesan mengada-ada. Sejumlah pihak menilai tidak terdapat bukti yang menunjukkan adanya penyelundupan narkotika berskala besar dari Venezuela sebagaimana diklaim Washington.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang diyakini sebagai organisasi yang mampu menjaga keadilan dan keamanan dunia, toh nyatanya tidak bisa berbuat apa-apa di hadapan AS. Ini menjadi bukti ke sekian kali harapan keadilan dunia tidak layak diberikan pada organisasi dunia. 

Sebelumnya, kita dihadapkan pada pembantaian di Gaza, Palestina yang dilakukan oleh entitas Yahudi Israel yang didukung dana dan senjata dari AS dan sekutunya. PBB bukan menetapkan entitas penjajah tersebut sebagai pelaku kriminal, malah diberikan hak mencaplok wilayah lebih dari 80 persen, dan diakui sebagai negara yang sah. Sementara Palestina, pemilik wilayah yang sah, hanya diberikan sisanya, bahkan tidak sampai 20 persen. Benar-benar ironis. 

Di samping itu, persoalan ekonomi, kelaparan global, cuaca ekstrem, kerusakan moral, dan kriminalitas telah menghantui dunia modern saat ini. Kesejahteraan, keamanan dan keadilan global ibarat jauh panggang dari api. Peradaban kapitalisme Barat terbukti tidak mampu mewujudkannya. 

AS sebagai pemimpin peradaban Barat telah gagal mewujudkan cita-cita mulia umat manusia. Kekacauan di mana-mana, arogansi ditampakkan, yang kuat menindas yang lemah menjadi pemandangan sehari-hari. Tabiat AS seperti preman jalanan yang bisa mencelakai siapapun demi mendapatkan keuntungan. 

Akankah kita akan biarkan dunia menuju kehancurannya? Tanpa upaya signifikan untuk melakukan perbaikan? 

Tentu tidak! Oleh karena itu, umat Islam harus berpikir keras menyelesaikan persoalan global ini. Umat harus berpijak pada akidah yang sahih untuk menyelamatkan dunia. Gelar umat terbaik telah terpatri pada pundaknya dan harus direalisasikan bukan hanya menjadi menonton kehancuran di depan mata. Di sinilah perlu kesadaran yang mendasar dan menyeluruh.

Umat harus fokus pada solusi, membuat panggung sendiri untuk mengatur dan mengurus urusan dunia dengan wahyu Allah yaitu Islam. Kemudian segera membangun institusi global khilafah yang agung. Khilafahlah satu-satunya metode praktis memimpin dunia dengan penerapan Islam secara kaffah dan menyebarkan rahmat bagi seluruh alam. 

Pelaksanaan syariah Islam oleh khilafah merupakan keniscayaan untuk menggantikan atas kedzaliman dan kehancuran dunia akibat keserakahan dan hawa nafsu yang saat ini menjadi pijakan. Selanjutnya diemban dakwah Islam ke seluruh penjuru dunia agar kesejahteraan, keamanan, dan keadilan serta keberkahan semakin meluas keseluruhan penjuru dunia. 

Secara historis, peradaban Islam mampu memimpin dunia lebih dari 13 abad lamanya menguasai 2/3 dunia. Negeri yang baldatun thoyyibatun wa rabbun ghafur terwujud sejak Rasulullah saw. hijrah ke Madinah hingga kekuasaan Khilafah Utsmaniyah runtuh tahun 1924 M. Kini sudah 105 tahun dunia tanpa khilafah. Kerusakan demi kerusakan terus merajalela tanpa ada yang mampu menghentikannya. Maka saatnya umat Islam bangkit, tampil memimpin dunia berlandaskan iman dan Islam. 

Seiring terungkapnya kebobrokan peradaban global, yang berpijak pada ideologi kapitalisme, maka umat harus semakin yakin dan percaya diri, berjuang mewujudkan peradaban Islam nan gemilang adalah kewajiban yang akan diganjar oleh Allah Swt. sebagai amalan paling agung. Peluang itu semakin besar dari tahun ke tahun. Namun ingat, perubahan peradaban tidak bisa dilakukan sendiri, butuh sebuah jamaah dakwah yang serius dan bersungguh-sungguh melakukan amalan dakwah menyadarkan umat akan pentingnya kepemimpinan global. 

Umat Islam harus melebur dalam satu jama'ah dakwah yang sohih itu, berjuang dengan penuh keikhlasan, ketulusan, serius, tekun, bersabar menyampaikan pemikiran Islam terus menerus, tak kenal lelah, bahu membahu hingga kemenangan yang dijanjikan itu tiba. Sungguh umat harus berjuang menegakkan khilafah bersama jama'ah dakwah karena sunatullahnya malaikat tidak turun untuk menegakkannya, sementara kita duduk diam menunggu.

Perjuangan dengan mengikuti dan meniti langkah dakwah Rasulullah SAW lah yang akan menghantarkan pada kemenangan dan pertolongan-Nya. Untuk itu perlu ketelitian dan konsistensi menapaki jalan perjuangan satu demi satu tanpa melenceng sedikitpun walaupun seujung kuku. 

Ada beberapa hal yang harus disiapkan untuk mencapai kesuksesan perjuangan menegakkan khilafah, di antaranya adalah sebagai berikut:

Pertama, dukungan ideologis. Perjuangan harus berpijak pada landasan dan ikatan yang kuat yaitu berbasis ideologi, bukan ikatan nasionalisme, patriotisme, sukuisme, kemaslahatan maupun ikatan spiritual. Ideologi di dunia hanya tiga yaitu kapitalisme, sosialisme, dan Islam. Islamlah satu-satunya ideologi yang benar yang harus diwujudkan untuk menyelesaikan persoalan global. 

Kedua, realitas politik global. Para pengusung khilafah harus memperhatikan ancaman, tantangan, hambatan gangguan, dan rintangan (ATHGR) tatanan global terhadap khilafah. Sangat dibutuhkan strategi yang jitu untuk menghadapi ATHGR ini agar perjuangan tidak padam sebelum terwujud. Mengingat ideologi kapitalisme yang berkuasa saat ini niscaya akan menghalangi bangkitnya khilafah. 

Ketiga, butuh kesadaran umat Islam. Persoalan yang mendasar yang dihadapi dunia Islam dan umat manusia secara umum, harus disadari oleh para pejuang sehingga solusi yang diambil tepat dan cepat diwujudkan. Maka penyadaran yang menyeluruh bagi umat Islam yang ditimpa kerusakan harus terus digencarkan agar opini umum tentang perubahan global menuju penegakkan khilafah meluas. Dengan itu dukungan dan tuntutan umat untuk menegakkan khilafah akan menguat. 

Ke empat, teknologi dan sains harus dimanfaatkan. Kemajuan teknologi dan sains bukan musuh perjuangan, meskipun dilahirkan dari peradaban Barat. Para pengemban dakwah harus mampu memanfaatkan kemajuan teknologi itu untuk memperluas dan mempercepat target dakwah. 

Kelima, respon dunia Barat yang sangat membenci khilafah. Para pengemban dakwah harus menyiapkan berbagai strategi untuk mengkaunter opini negatif tentang khilafah. Landasan yang berasal dari wahyu harus dipahami dan kombinasikan dengan pembongkaran kejahatan Barat dan anteknya di dunia Islam agar umat paham hakikat perjuangan yang shohih. 

Semangat perjuangan ini terus dikobarkan hingga peradaban Islam yang gemilang kembali dalam waktu dekat ini. Sungguh mulia orang yang telah berpartisipasi dalam perjuangan, walau sekecil apapun kontribusi kita. 

Wallahua'lam bishshawab.
Via OPINI
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Ironi 1.000 Ton Impor Beras di Tengah Janji Swasembada Pangan

Tanah Ribath Media- Maret 13, 2026 0
Ironi 1.000 Ton Impor Beras di Tengah Janji Swasembada Pangan
Oleh: Nurhy Niha (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Besar pasak daripada tiang, begitulah cara kita memaknai kedaulatan pangan hari…

Most Popular

Kekerasan Aparat dan Suburnya Ketidakadilan, Dampak Sistem Sekuler

Kekerasan Aparat dan Suburnya Ketidakadilan, Dampak Sistem Sekuler

Maret 10, 2026
Aneh, MBG tetap Jalan Meski di Bulan Ramadan

Aneh, MBG tetap Jalan Meski di Bulan Ramadan

Maret 10, 2026
Kekerasan Aparat, Cermin Gagalnya Sistem Sekuler

Kekerasan Aparat, Cermin Gagalnya Sistem Sekuler

Maret 08, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Juni 09, 2023
Terhubung tapi Terasing: Mengungkap Kesepian akibat Media Sosial di Era Kapitalisme Liberalisme

Terhubung tapi Terasing: Mengungkap Kesepian akibat Media Sosial di Era Kapitalisme Liberalisme

Oktober 02, 2025

Popular Post

Kekerasan Aparat dan Suburnya Ketidakadilan, Dampak Sistem Sekuler

Kekerasan Aparat dan Suburnya Ketidakadilan, Dampak Sistem Sekuler

Maret 10, 2026
Aneh, MBG tetap Jalan Meski di Bulan Ramadan

Aneh, MBG tetap Jalan Meski di Bulan Ramadan

Maret 10, 2026
Kekerasan Aparat, Cermin Gagalnya Sistem Sekuler

Kekerasan Aparat, Cermin Gagalnya Sistem Sekuler

Maret 08, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us