OPINI
Generasi Mundur Efek Gadget
Oleh: Warjianah
(Muslimah Pemalang)
TanahRibathMedia.Com—Akses internet saat ini, berkembang pesat didukung oleh kecanggihan teknologi dan kemudahan untuk mengaksesnya. Adanya kemudahan dalam mengakses internet, tentu ini sangat bermanfaat untuk semua kalangan. Mulai dari kalangan dewasa remaja hingga anak-anak. Manfaat internet bisa membantu aktivitas manusia di bidang pekerjaan administrasi, saran mencari informasi berita, membantu para pelajar mencari sumber ilmu, dan sebagai media hiburan.
Selain internet mendatangkan sisi positifnya, internet juga mendatangkan sisi negatifnya. Sisi negatifnya jauh lebih terasa dari pada positifnya. Salah satu dampaknya adalah berita yang sempat viral dan mengejutkan di Medan. Seorang anak di Medan membunuh ibunya karena terinspirasi game online (Kompas.com, 29-12-2025). Di dalam internet yang mudah diakses juga menawarkan game online untuk anak-anak, namun di dalam game online tersebut nyatanya banyak hal tidak bisa dijadikan pembelajaran. Bahkan adanya game online yang dimainkan anak-anak justru mengundang kekerasan yang akhirnya ditiru, seperti bullying, teror bom di sekolah, bundir, pembunuhan, dll. Selain adegan-adegan kekerasan yang bisa ditiru, di sisi lain juga memainkan game online dalam jangka panjang tidak baik untuk kesehatan. Menurut WHO, nge-game disebut menyebabkan gangguan mental bila kegiatan itu mengganggu atau merusak kehidupan pribadi, keluarga, pekerjaan, sosial, dan pendidikan (halodoc.com/who-kecanduan-game-merupakan-gangguan-mental).
Akar Masalah
Permasalahan kasus ini tidak muncul tiba-tiba, namun ada penyebabnya. Banyak penyebab anak-anak menirukan adegan kekerasan dalam game online. Pertama, mudahnya mereka mengakses game online yang ada di gadget. Karena ibu sibuk berkerja, gak ada perhatian dalam keluarga. Akhirnya mereka bermain dalam dunia maya tanpa adanya pengawasan.
Kedua, teknologi dan akses internet dimanfaatkan oleh para kapitalis untuk meraih keuntungan. Setelah anak-anak dengan mudah memegang gadget, mereka juga dengan gampangnya tertarik pada iklan game- game yang ada, dan begitu mudahnya untuk mendownload. Hasil dari mereka menghabiskan kuota itulah keuntungan bagi para kapitalis.
Ketiga, negara tidak mampu melindungi anak-anak dari kekerasan yang ada di game online, setelah mereka dengan mudah mendownload lalu memainkan game online, tentu banyak hal yang mereka tonton adegan-adegan kekerasan. Yang mana negara tidak langsung bertindak memblokir akses game online tersebut, pemerintah akan bertindak setelah banyaknya kejadian kasus yang beredar dan netizen banyak berkomentar. Ini merupakan tanda negara gagal melindungi anak-anak dari permainan game online. Padahal negara punya peran yang utama untuk menyelamatkan anak-anak, apalagi anak-anak ini generasi masa depan bangsa.
Solusi Masalah
Kembalikan kehidupan ini, pada aturan Sang Pencipta kita Allah Swt. Dalam agama Islam, sudah diajarkan bahwa negara harus melindungi rakyatnya apalagi anak-anak, karena mereka itu masa depan bangsa. Rasulullah pernah mencontohkan bagaimana membina para sahabat dari yang usia muda yakni, Ali bin Abi thalib. Rasulullah mengajarkan hakikat Islam dalam mengatur kehidupan manusia. Sampai pada akhir di usia mudanya tidak terbuang dan menjadi sosok pemimpin umat yakni seorang khalifah.
Selain itu, media ikut terlibat dalam mendidik anak-anak bangsa tadi. Sehingga media juga digunakan untuk saran pembelajaran yang berbasis meningkatkan ketaqwaan individu. Ini juga akan diawasi oleh negara lewat bidang Direktorat Penerangan, terkait tayangan yang boleh di tampilkan adalah tayangan yang memang menjaga iman dan menumbuhkan ketakwaan (penjelasan kitab Daulah Islam, hal. 366. Bab Penerangan).
Adanya tayangan yang berbasis meningkatkan ketakwaan tadi juga pada akhirnya menciptakan masyarakat yang peduli dan mampu menegakkan amar ma'ruf nahi munkar (saling menasehati dalam kebaikan). Tentu semua ini tidak terlepas dari peran negara yang menerapkan aturan Islam secara keseluruhan.
Wallahu a'lam bishawab.
Via
OPINI
Posting Komentar