Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
Tanah Ribath Media
Pasang Iklan Murah
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Telusuri
Beranda SP ‘Game Online’, Inspirasi Kekerasan dan Pembunuhan?
SP

‘Game Online’, Inspirasi Kekerasan dan Pembunuhan?

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
19 Jan, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp




TanahRibathMedia.Com—Pada saat ini game online sudah sangat mudah untuk di akses oleh siapa pun, kapan pun dan di mana pun. Dari mulai anak-anak sampai orang dewasa bisa memainkannya. Konten pada game online pun sangat beragam, tak jarang berisi kekerasan dan bullying. 

Anak-anak yang belum sempurna akalnya maka akan sangat mudah untuk meniru apa yang ada pada game online tersebut. Inilah yang sangat disayangkan terjadi pada generasi mudah kita saat ini. Mereka cenderung merealisasikan emosi yang ada pada game online ke dunia nyata. Lihatlah betapa banyak berita yang memuat tentang kekerasan yang dilakukan oleh generasi mudah saat ini, antara lain pembulian di lingkungan sekolah dan anak yang tega membunuh orang tuanya sendiri.

Mau bagaimana lagi, kita sekarang hidup di sistem kapitalis, yang mana platform game online hanya memikirkan bagaimana mereka bisa mendapatkan uang sebanyak-banyaknya tanpa harus memikirkan efek samping dari game online tersebut. Dan akhirnya generasi muda yang seharusnya fokus pada potensi diri sekarang hanya sibuk bermain game online.

Sungguh sangat kreatif platform game online ini, Di mana mereka membungkus nilai dan ajaran yang merusak dam bentuk sebuah game online yang begitu mudah dan menarik untuk di konsumsi oleh anak-anak saat ini.

Dari semua dampak negatif dari game online tersebut negara tidak menunjukan perannya sebagai pelindung rakyat. Negara dirasa tidak memiliki kepedulian yang begitu besar pada generasi muda penyuka game online. Terlihat dari kasus kekerasan yang terjadi akibat game online, Di mana hukumannya tidak membuat efek jera dan tidak Upaya untuk pencegahan dan perlindungan bagi generasi muda pengila game online.

Sungguh jika kita semua mencari solusi dari hal ini, maka akan kita dapati Islamlah satu-satunya sistem yang mampu menjaga dan melindungi generasi muda dari segala bahaya kerusakan, salah satunya game online ini. Karena sistem Islam mewajibkan negara untuk menjadi penjaga dan pelindung rakyatnya.

Kemudian negaralah yang seharusnya berperan penting dalan menciptakan kekuatan kedaulatan digital, karena jika ini sudah terjadi maka  hegemoni ruang digital oleh kapitalise golobal bisa dilawan. Karena negara memang harus kuat untuk bisa melawan, jika negara lemah maka akan sulit untuk melawan kapitalisme global.

Titik terpenting unuk menjadi awal yang baik untuk para generasi muda kita agar meninggalkan game online tersebut adalah dengan meningkatkan ketakwaan dengan memperdalam ilmu agama yang bisa menjadi kontrol emosi, kemudian peran masyarakat yang seharusnya tidak menormalisasi bermain game online, serta negara yang tau diri bahwa fungsinya adalah sebagai pelindung rakyat. Ini bisa disempurnakan dengan diterapkannya sistem politik, ekonomi, pendidikan, pergaulan, dan budaya islam.

Wallahu a'lam.

 Ismarini Rambulan 
(Sahabat Tanah Ribath Media)

Via SP
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Wibawa Guru Direndahkan: Buah Sistem Pendidikan Sekuler Kapitalistik

Tanah Ribath Media- Mei 05, 2026 0
Wibawa Guru Direndahkan: Buah Sistem Pendidikan Sekuler Kapitalistik
Oleh: Anggun Istiqomah (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Dunia pendidikan kembali tercoreng oleh peristiwa yang memprihatinkan. Se…

Most Popular

Tragedi Guru: Krisis Marwah dalam Sistem Pendidikan yang ‘Sakit’

Tragedi Guru: Krisis Marwah dalam Sistem Pendidikan yang ‘Sakit’

Mei 01, 2026
Selat Hormuz Tutup Kembali, Geopolitik semakin Memanas

Selat Hormuz Tutup Kembali, Geopolitik semakin Memanas

Mei 01, 2026
Hardiknas : Refleksi Dunia Pendidikan yang Makin Memprihatinkan

Hardiknas : Refleksi Dunia Pendidikan yang Makin Memprihatinkan

Mei 01, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024
Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Juni 09, 2023

Popular Post

Tragedi Guru: Krisis Marwah dalam Sistem Pendidikan yang ‘Sakit’

Tragedi Guru: Krisis Marwah dalam Sistem Pendidikan yang ‘Sakit’

Mei 01, 2026
Selat Hormuz Tutup Kembali, Geopolitik semakin Memanas

Selat Hormuz Tutup Kembali, Geopolitik semakin Memanas

Mei 01, 2026
Hardiknas : Refleksi Dunia Pendidikan yang Makin Memprihatinkan

Hardiknas : Refleksi Dunia Pendidikan yang Makin Memprihatinkan

Mei 01, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us