SP
‘Game Online’, Inspirasi Kekerasan dan Pembunuhan?
TanahRibathMedia.Com—Pada saat ini game online sudah sangat mudah untuk di akses oleh siapa pun, kapan pun dan di mana pun. Dari mulai anak-anak sampai orang dewasa bisa memainkannya. Konten pada game online pun sangat beragam, tak jarang berisi kekerasan dan bullying.
Anak-anak yang belum sempurna akalnya maka akan sangat mudah untuk meniru apa yang ada pada game online tersebut. Inilah yang sangat disayangkan terjadi pada generasi mudah kita saat ini. Mereka cenderung merealisasikan emosi yang ada pada game online ke dunia nyata. Lihatlah betapa banyak berita yang memuat tentang kekerasan yang dilakukan oleh generasi mudah saat ini, antara lain pembulian di lingkungan sekolah dan anak yang tega membunuh orang tuanya sendiri.
Mau bagaimana lagi, kita sekarang hidup di sistem kapitalis, yang mana platform game online hanya memikirkan bagaimana mereka bisa mendapatkan uang sebanyak-banyaknya tanpa harus memikirkan efek samping dari game online tersebut. Dan akhirnya generasi muda yang seharusnya fokus pada potensi diri sekarang hanya sibuk bermain game online.
Sungguh sangat kreatif platform game online ini, Di mana mereka membungkus nilai dan ajaran yang merusak dam bentuk sebuah game online yang begitu mudah dan menarik untuk di konsumsi oleh anak-anak saat ini.
Dari semua dampak negatif dari game online tersebut negara tidak menunjukan perannya sebagai pelindung rakyat. Negara dirasa tidak memiliki kepedulian yang begitu besar pada generasi muda penyuka game online. Terlihat dari kasus kekerasan yang terjadi akibat game online, Di mana hukumannya tidak membuat efek jera dan tidak Upaya untuk pencegahan dan perlindungan bagi generasi muda pengila game online.
Sungguh jika kita semua mencari solusi dari hal ini, maka akan kita dapati Islamlah satu-satunya sistem yang mampu menjaga dan melindungi generasi muda dari segala bahaya kerusakan, salah satunya game online ini. Karena sistem Islam mewajibkan negara untuk menjadi penjaga dan pelindung rakyatnya.
Kemudian negaralah yang seharusnya berperan penting dalan menciptakan kekuatan kedaulatan digital, karena jika ini sudah terjadi maka hegemoni ruang digital oleh kapitalise golobal bisa dilawan. Karena negara memang harus kuat untuk bisa melawan, jika negara lemah maka akan sulit untuk melawan kapitalisme global.
Titik terpenting unuk menjadi awal yang baik untuk para generasi muda kita agar meninggalkan game online tersebut adalah dengan meningkatkan ketakwaan dengan memperdalam ilmu agama yang bisa menjadi kontrol emosi, kemudian peran masyarakat yang seharusnya tidak menormalisasi bermain game online, serta negara yang tau diri bahwa fungsinya adalah sebagai pelindung rakyat. Ini bisa disempurnakan dengan diterapkannya sistem politik, ekonomi, pendidikan, pergaulan, dan budaya islam.
Wallahu a'lam.
Ismarini Rambulan
(Sahabat Tanah Ribath Media)
Via
SP
Posting Komentar