OPINI
Cara Islam Mencegah dan Menangani Bencana
Oleh: Najwa Fikriya
(Sahabat Tanah Ribath Media)
TanahRibathMedia.Com—Bencana yang menimpa sebagian daerah di Indonesia memberikan dampak serius bagi warga setempat. Tak hanya itu, fasilitas umum mengalami kerusakan parah bahkan total sehingga beberapa bangunan hilang dan perlu akan pembangunan ulang. Dilansir dari kompas.com (12-01-2026), menggambarkan keadaan di Aceh bagian utara yang masih membutuhkan penanganan segera dalam menanggulangi dampak dari bencana tersebut, di mana berbagai jalan dan ratusan sekolah masih berlumpur dan dibutuhkan proses pembersihan yang signifikan agar saat hujan turun lumpur tidak kembali menumpuk di sepanjang jalan ataupun di halaman sekolah. Selain itu Jamal, selaku Dinas Pendidikan mengungkapkan terkait ajakan yang ditunjukkan kepada seluruh lembaga dan pemerintah daerah dalam bahu-membahu menyediakan perlengkapan sekolah.
Hal ini seharusnya merupakan tanggung jawab negara untuk para korban bencana, agar mendapatkan penanganan dari pemerintah dengan segera sehingga aktivitas masyarakat kembali sediakala. Namun tindakan pemerintah masih dinilai kurang, karena rakyat masih bergantung pada organisasi mandiri dari kalangan masyarakat mengulurkan tangan dan memulihkan kerusakan-kerusakan yang terjadi serta menyediakan kebutuhan pokok. Terlebih lagi sebab terjadinya bencana salah satunya akibat ulah tangan para pejabat yang asal memberikan izin baik secara legal maupun ilegal terhadap penebangan hutan yang dilakukan para investor perusahaan demi keuntungan yang masuk ke kantong pribadi.
Keadaan masyarakat pun dibuat miris mengamati dari fasilitas umum yang rusak, seperti sekolah, rumah sakit bahkan kebutuhan sandang dan pangan yang terbawa arus banjir lenyap seketika. Masyarakat pasti merasa berat dalam memulihkan infrastruktur secara total. Selain itu perlu juga memperhatikan nasib pendidikan anak yang pasti terdampak, menjadikan KBM tertunda dalam jangka waktu yang lama. Negara juga perlu melakukan recovery mental agar trauma yang dialami tidak mengganggu psikis anak dalam masa tumbuh kembang mereka.
Berbeda dalam sistem Islam, Islam akan menangani dengan segera korban bencana alam secara komprehensif dan signifikan bahkan telah melakukan pencegahan terjadinya bencana dan tidak menerapkan izin secara semena-mena dalam pengelolaan SDA milik umum. Karena peran negara hanya sebagai pengelola SDA, tidak lebih. Negara wajib mendistribusikan untuk umat melalui pembangunan fasilitas umum serta menjamin rakyat dalam kemudahan mengakses fasilitas yang tersedia untuk menjamin kebutuhan masyarakat dalam segala bidang, baik kesehatan, pendidikan, maupun lapangan pekerjaan secara gratis bagi seluruh warga negaranya.
Terutama dalam bidang pendidikan, Islam menerapkan kurikulum berbasis akidah Islam, yang bertujuan agar siswa kelak menjadi kepribadian Islam yang kokoh dalam dirinya sehingga ia akan paham bahwa dirinya memiliki peran utama sebagai seorang muslim yakni menjadi khalifah (pemimpin) di muka bumi. Yang mana tugas seorang pemimpin sebagai periayah rakyat dalam mewujudkan kesejahteraan dan kebaikan bagi seluruh kehidupan manusia.
Bukan sebaliknya, yakni merusak SDA yang dapat merugikan makhluk hidup. Maka dari itu peran kita saat ini adalah menyadarkan umat, agar umat membuka mata dan bersuara terhadap kebobrokan serta kerusakan yang telah terjadi bertahun-tahun lamanya dalam kepemimpinan dunia berdasarkan sistem kufur sekuler kapitalisme. Agar masyarakat beralih dan memilih untuk menerapkan sistem Islam sehingga umat dapat melahirkan generasi baru sebagai Khairu Ummah yang siap dalam menegakkan syariat Islam kembali di muka bumi ini. Allahuakbar.
Via
OPINI
Posting Komentar