Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
Tanah Ribath Media
Pasang Iklan Murah
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Telusuri
Beranda OPINI Bencana Alam di Indonesia: Kenyataan Pahit yang Tak Terelakkan
OPINI

Bencana Alam di Indonesia: Kenyataan Pahit yang Tak Terelakkan

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
13 Jan, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Oleh: Yeni Yulianti 
(Sahabat Tanah Ribath Media) 


TanahRibathMedia.Com—Indonesia, negeri yang indah dengan keanekaragaman alam dan budaya, namun juga merupakan negari yang rawan bencana. Setiap tahun sampai akhir tahun 2025 Indonesia dilanda berbagai jenis bencana alam, mulai dari gempa bumi, tsunami, banjir, tanah longsor, hingga karhutla (kebakaran hutan) yang ini semua bukan disebabkan faktor cuaca dan alam saja, tetapi ada faktor luar yakni akibat ulah tangan manusia yang merusak alam dan mengeksploitasi secara berlebihan tanpa ada upaya rehabilitasi dan reboisasi.

Kaleidoskop Bencana 2025: Indonesia di Tengah Deretan Bencana

Penghujung 2025 ditutup dengan bencana yang melanda tiga provinsi paling barat Indonesia. Lebih dari 1.000 orang menjadi korban meninggal dunia dan membuat jutaan warga mengungsi. Penanggulangan bencana pun masih berlangsung lebih sebulan hingga kini. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan cuaca ekstrem terjadi di tiga provinsi itu sejak 24, 25, dan 26 November. Puncaknya, terjadi pada 25 dan 26 November lalu (CNN Indonesia, 31-12-2025).

Inilah fakta yang mengkhawatirkan di negeri kaum muslimin. Bencana alam terjadi secara terus-menerus di Indonesia, dengan banjir menjadi bencana paling sering terjadi.

Sedangkan upaya pencegahan dan mitigasi bencana oleh pemerintah masih dinilai tidak efektif. Bahkan tindakan kuratif seperti evakuasi dan recovery seringkali terlambat, menyebabkan banyak nyawa melayang. Juga adanya Kongkalikong antara penguasa dan pengusaha (oligarki) yang telah diberikan izin usaha pengelolaan potensi alam dan aset negara, sehingga seringkali menyebabkan kerusakan lingkungan yang memicu bencana.

Sistem kepemimpinan seperti ini adalah model kepemimpinan yang tidak berpihak pada rakyat membuat pemerintah tidak bertindak sebagai pelindung rakyat. Juga model kepemimpinan yang seharusnya amanah dalam mengelola SDA dan kekayaan alam ini untuk sebesar-besarnya kemaslahatan dan kemakmuran rakyat bukan kemakmuran para kapital dan oligarkhi.

Bencana di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat merupakan contoh tragis dari kerusakan lingkungan akibat ulah manusia. Ini menunjukan bukti kegagalan pemerintah dalam mencegah dan menangani permasalahan bencana yang lamban dan tidak efektif karena kasus atau praktik penebangan liar (ilegal logging) diduga menjadi salah satu penyebab utama bencana ini. Selain itu, bencana yang telah menelan ribuan korban jiwa dan luka-luka, serta kerugian materiil yang diperkirakan mencapai triliunan rupiah ditangani pemerintah dengan lamban bahkan bantuan dunia internasional dari Uni Emirat Arab pun ditolak karena menilai status bencana ini bukan bencana skala nasional.

Walaupun dalam pandangan Islam bencana alam itu dapat dipandang menjadi ujian  dari Allah kepada manusia, namun juga bisa menjadi peringatan dan teguran dari Allah Swt. bagi manusia yang melakukan kerusakan di bumi. Sehingga Islam memberikan aturan dan ketentuan bagaimana masyarakat memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan memelihara alam semesta serta isinya.

Sedangkan fakta kegagalan manusia dalam menjalankan amanah ini dapat menyebabkan bencana alam yang menimbulkan kerugian besar. Yang mana kerusakan lingkungan ini karena akibat ulah manusia yang tidak bertanggung jawab menjadi salah satu penyebab utama bencana alam. Juga terdapat kesalahan peran negara dalam tata kelola sumber daya Alam yang bebas diserahkan kepada asing dan pihak swasta dengan eksploitasi besar-besaran demi memperkaya dan kepentingan para oligarkhi dan mafia politik.

Kemudian bagaimana dalam masalah ini peran negara dalam mengatasi bencana sangatlah penting karna negara sebagai ro'in (pemimpin), negara memiliki tanggung jawab untuk melindungi dan melayani rakyatnya, termasuk dalam menghadapi bencana. Negara harus menjadi mas'ulun (yang bertanggung jawab) atas segala kerugian dan kerusakan yang terjadi akibat bencana. Oleh karena itu, negara harus memiliki sistem penanggulangan bencana yang efektif, termasuk pencegahan, mitigasi, dan penanganan darurat. Negara juga harus memastikan bahwa rakyatnya memiliki akses ke informasi yang akurat dan tepat waktu tentang bencana, serta memiliki kemampuan untuk menghadapi dan memulihkan diri dari bencana.

Bagaimana konsep pengelolaan bencana dalam Syari'at Islam yang menjelaskan peran yang seharusnya dilakukan oleh negara (Khilafah Islam) dalam menyelesaikan permasalahan umat tersebut berbasis syari'at mencakup beberapa aspek penting. Berikut adalah beberapa contoh implementasi konsep tersebut:

1. Pengaturan Lingkungan dan Tata Ruang: Khilafah akan menerapkan aturan yang ketat untuk melindungi lingkungan dan mencegah kerusakan alam. Contohnya:
- Menerapkan hukum syariat untuk melarang pembalakan liar dan perusakan hutan.
- Mengatur tata ruang kota untuk meminimalkan risiko bencana alam seperti banjir dan longsor.
- Membangun infrastruktur yang tahan bencana dan ramah lingkungan.

2. Prioritas Kepentingan Rakyat: Khilafah akan memprioritaskan kepentingan rakyat dalam pengelolaan bencana. Contohnya:
- Menyediakan bantuan darurat dan evakuasi yang cepat dan efektif kepada korban bencana.
- Mengalokasikan sumber daya negara untuk membantu korban bencana.
- Menyediakan fasilitas kesehatan dan psikologis untuk korban bencana.

3. Penerapan Hukum Syariat: Khilafah akan menerapkan hukum syariat dalam pengelolaan bencana. Contohnya:
- Menghukum pelaku perusakan lingkungan dan penjarahan sumber daya alam.
- Menerapkan prinsip "ma'ruf" (kebaikan) dan "munkar" (kemungkaran) dalam pengelolaan bencana.

4. Evakuasi dan Bantuan Korban: Khilafah akan melakukan evakuasi dan bantuan kepada korban dengan cepat dan efektif. Contohnya:
- Mengirimkan tim SAR dan bantuan darurat ke lokasi bencana.
- Menyediakan tempat pengungsian yang aman dan nyaman bagi korban bencana.
- Mengalokasikan sumber daya untuk membantu korban bencana, seperti makanan, air, dan obat-obatan.

5. Mobilisasi Sumber Daya Negara: Khilafah akan memobilisasi sumber daya negara untuk membantu korban bencana. Contohnya:
- Mengalokasikan anggaran untuk bantuan bencana.
- Mengirimkan tim bantuan dan peralatan untuk membantu korban bencana.
- Mengkoordinasikan bantuan dari berbagai lembaga dan organisasi.

Dengan demikian, Khilafah Islamiyah dapat menjadi contoh bagi negara-negara lain dalam pengelolaan bencana yang komprehensif dan berbasis syariat.

Bagaimana membangun suatu kehidupan negara yang Baldatun Thayyibun wa Rabbun Ghofur ini tidak terlepas dari ketundukan dan ketaatan penguasa, masyarakat, dan individu rakyatnya kepada aturan dan hukum-hukum Allah yang sudah sempurna diturunkan dalam Al-Qur'an dan As Sunnah, agar hidup kita semua selalu dalam rida dan rahmat-Nya dan dijauhkan dari peringatan dan Azab Allah baik berupa musibah, bencana dan malapetaka yang menimpa negeri ini dan negeri-negeri kaum muslimin lain didunia.

Sehingga manusia dijauhkan dari sikap rakus dan tamak terhadap kekayaan dan kekuasaan sehingga tidak mendorong sikap tidak puasan mengeksploitasi  alam demi keuntungan individu dengan menghalalkan segala cara dan dengan merusak alam dan merugikan semua pihak. Semoga penguasa dan para kapital penguasa serta masyarakat diberikan kesadaran dan rasa waro' kepada Allah untuk memperbaiki semuanya terutama memperbaiki sistem dan asas kebijakan dan politik negara dengan sistem Islam (Khilafah) yang mampu menjadi rahmatan lil 'alamin, aamiin.
Via OPINI
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Teror terhadap Konten Kreator Kritis, Paradoks Demokrasi Otoriter

Tanah Ribath Media- Januari 13, 2026 0
Teror terhadap Konten Kreator Kritis, Paradoks Demokrasi Otoriter
TanahRibathMedia.Com— Fenomena teror dan intimidasi terhadap konten kreator serta influencer yang kritis terhadap kebijakan rezim menunjukkan wajah…

Most Popular

Pendidikan Ditumbalkan Demi Makan Bergizi Gratis?

Pendidikan Ditumbalkan Demi Makan Bergizi Gratis?

Januari 08, 2026
Rumah dan Cinta

Rumah dan Cinta

Januari 08, 2026
Ketika Seragam Kehilangan Marwah

Ketika Seragam Kehilangan Marwah

Januari 08, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Juni 09, 2023
Terhubung tapi Terasing: Mengungkap Kesepian akibat Media Sosial di Era Kapitalisme Liberalisme

Terhubung tapi Terasing: Mengungkap Kesepian akibat Media Sosial di Era Kapitalisme Liberalisme

Oktober 02, 2025

Popular Post

Pendidikan Ditumbalkan Demi Makan Bergizi Gratis?

Pendidikan Ditumbalkan Demi Makan Bergizi Gratis?

Januari 08, 2026
Rumah dan Cinta

Rumah dan Cinta

Januari 08, 2026
Ketika Seragam Kehilangan Marwah

Ketika Seragam Kehilangan Marwah

Januari 08, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us