PUISI
Air Mata Rumah Tangga (Pov: Ujian Ekonomi Merusak Ketulusan Hati)Bagian 2
Oleh: Umi Syahidah
TanahRibathMedia.Com—Dengan seksama ku dengarkan ia bercerita
Ingin mengakhiri biduk rumah tangga
Terseok-seok menguatkan rasa
Ekonomi jadi pangkal masalahnya
Pernah suatu kali melihatnya
Saat naik motor di belakangnya
Ia sedang berkendara juga
Sambil membonceng ketiganya anaknya
Dan galon dalam genggamannya
Duh, melihatnya…
Ikut sesak di dada
Kemana suaminya
Yang seharusnya membeli air minum untuknya
Sepanjang pernikahannya
Yang masuk 15 tahun lamanya
Hanya beberapa bulan
Suaminya bekerja
Selebihnya ia menanggung semuanya
Ia bukan satu-satunya
Ribuan perempuan bernasib sama
Seharusnya mereka dijamin nafkahnya
Terpaksa jadi tulang punggung keluarga
Miris, sungguh miris memikirkannya
Ribuan perempuan nestapa karenanya
Bukankah seharusnya perempuan merdeka finansial?
Bukankah sandang papan dan pangan di jamin pemenuhannya?
Bukankah perempuan adalah ibu dan pengatur rumah tangga?
Dan okus mengemban amanah suci mencerdaskan generasi?
Lalu kenapa...
Perempuan harus turun gunung memikirkan cukupkah ekonomi hari ini?
Ketika kebebasan kepemilikan digaungkan
Merusak tata kelola perputaran uang
Si kaya lagi berkuasa bagai singa di hutan rimba
Mencaplok dan mencabik semua yang lemah dalam taringnya
Lagi dan lagi
Perempuan jadi korban
Dan dikorbankan
Diri ini berharap
Akan terbit terang setelah gelap
Ekonomi kapitalistik hilang lenyap
Berganti aturan Islam yang gemerlap
Hidup dalam ketenangan finansial
Penuh keberkahan dan keadilan
Bahagia dalam genggaman seluruh insan
Hanya Islam jaminan kesejahteraan
Via
PUISI
Posting Komentar