Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
Tanah Ribath Media
Pasang Iklan Murah
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Telusuri
Beranda SYIAR Aktivis Muslimah Depok: Paradigma Sekuler Kapitalis Membuat Ketahanan Keluarga Runtuh
SYIAR

Aktivis Muslimah Depok: Paradigma Sekuler Kapitalis Membuat Ketahanan Keluarga Runtuh

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
29 Des, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

TanahRibathMedia.Com—Aktivis Muslimah Ustazah Weny Ummu Fatih menilai paradigma sekuler kapitalis membuat ketahanan keluarga runtuh secara perlahan dan mengikis kualitas generasi. 

Hal tersebut diungkap Aktivis Muslimah, Ustadzah Weny Ummu Fatih dalam Kajian Muslimah Shalihah, Perceraian Marak: Keluarga Runtuh, Genarasi Rapuh!, Ahad (16-12-2025), di Depok.

Pasalnya, yang membuat ketahanan keluarga runtuh, dari tahun ke tahun kasus perceraian semakin meningkat. “Ini adalah warning awal rapuhnya generasi,” tegasnya di hadapan 87 peserta.

Menurutnya, pada umumnya kasus perceraian rumah tangga dilatarbelakangi oleh masalah pertengkaran berulang, ekonomi, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), perselingkuhan, judol, dan kecanduan lainnya. 

“Berdasarkan data nasional dan daerah, tercatat pada 2023 terdapat 408.340 kasus perceraian.  Meningkat drastis di tahun 2024 menjadi sebanyak 466.359 kasus, terakhir periode berjalan 2025 dari Januari sampai 1 September sebanyak 317.056 putusan perceraian terjadi. Khusus wilayah Depok Jawa Barat di tahun 2024, terjadi 1.133 perceraian yang diakibatkan oleh judi online atau judol dan pinjaman online atau pinjol,” bebernya.

Oleh karenanya, akibatnya dari kasus perceraian ini menyebabkan anak menjadi kehilangan figur orang tua dalam tugas mendidik, mengalami trauma psikis berkepanjangan, bahkan  rentan mengulang masalah yang sama ketika nantinya ia memasuki jenjang pernikahan,” tambahnya.

Tak heran, lanjutnya, ini sebabkan karena sistem pendidikan negara yang cenderung berorientasi pada pencapaian materi, menghasilkan generasi yang siap kerja namun labil, tidak matang dalam mengelola emosi.  

“Selain itu, serangan budaya hedonis dan pergaulan bebas akibat media sosial dan tontonan yang jauh dari pesan moral yang mendidik kian memperparah keadaan,” tegasnya.
Menurutnya, akidah sebagai fondasi diri dan rumah tangga perlu kembali diperkuat, selain perlunya dukungan tata sosial yang baik dan komunitas Islam sebagai ‘support system’ yang menguatkan. Lingkungan yang terkondisi baik, akan menjaga akhlak mukmin agar terus taat terhadap syariat. 

“Namun di balik itu semua, peran negara sebagai ra’in dalam penguatan ekonomi Islam dan urusan sistem pendidikan yang berbasis akidah pun harus hadir untuk turut aktif membentuk generasi tangguh,” pungkasnya.[] Mega Marlina
Via SYIAR
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Wibawa Guru Direndahkan: Buah Sistem Pendidikan Sekuler Kapitalistik

Tanah Ribath Media- Mei 05, 2026 0
Wibawa Guru Direndahkan: Buah Sistem Pendidikan Sekuler Kapitalistik
Oleh: Anggun Istiqomah (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Dunia pendidikan kembali tercoreng oleh peristiwa yang memprihatinkan. Se…

Most Popular

Editor Post

Popular Post

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us