SP
Romansa Ditolak, Nyawa Terancam: Potret Gagalnya Sistem Pendidikan Sekuler
TanahRibathMedia.Com—Lagi-lagi, terjadi kekerasan remaja di lingkungan pendidikan. Kali ini ada di UIN Sultan Syarif Kasim Riau yang melibatkan sepasang pemuda mahasiswa. Menurut laporan berita yang dimuat di laman kumparan.com (27-02-2026), kejadian mengerikan ini terjadi akibat adanya perasaan romansa yang ditolak. Korban tidak nyaman dengan perilaku pelaku yang terus saja mendekatinya. Hubungan yang awalnya baik, jadi semakin merenggang. Akhirnya, terpiculah ide kriminal dalam benak pelaku untuk melancarkan aksinya tersebut. Untungnya, korban masih bisa diselamatkan.
Perilaku pemuda atau remaja yang mengenal aktivitas kriminalitas seperti kekerasan, pembunuhan, atau pergaulan bebas ini memperlihatkan bahwa sistem pendidikan saat ini sudah gagal dalam membentuk generasi berkepribadian yang mulia. Anak-anak semakin jauh dari akhlak yang mulia karena pendidikan tidak lagi tegas dalam membentuk pribadi mulia tersebut. Hal tersebut terjadi karena sistem saat ini yang sudah jauh dari agama. Kehidupan benar-benar dipisahman dari agama, yang disebut sebagai sekularisme.
Sekularisme tersebut membentuk standar kebebasan dan bertindak semaunya dalam diri pemuda tanpa mempertimbangkan kembali akibatnya bagi orang lain. Akibat dari menormalisasi nilai-nilai liberalisme, khususnya dalam lingkup pergaulan bebas (seperti pacaran atau selingkuh) di tengah keluarga dan masyarakat adalah dapat mengubah perilaku remaja atau pemuda yang bertentangan dengan norma agama bahkwan berujung pada tindak penghilangan nyawa.
Negara yang menganut sistem Kapitalisme-Sekuralisme kurang dalam memprioritaskan pembinaan generasi, sehingga generasi sering dipandang hanya sebagai faktot ekonomi yang bernilai produktif dan berlandaskan pada materi saja. Kenapa kita memakai sistem yang rusak? Padahal ada sistem pendidikan yang mampu mencetak generasi cerdas dan mulia, yaitu sistem pendidikan Islam. Sistem yang dibangun di atas asas akidah, dan bertujuan untuk membentuk kepribadian Islam (pola pikir dan perilaku yang sesuai dengan nilai syariat).
Generasi dalam sistem pendidikan ini dididik untuk memiliki kesadaran yang kuat untuk tetap taat pada syariat, halal-haram suatu hal atau perbuatan, nilai tanggung jawab atas setiap pilihan, dan ketakwaan yang kokoh. Bukan hanya fokus pada pencapaian akademik atau keterampilan saja yang dijadikan tujuan.
Bukan hanya pendidik, masyarakat pun saling mengingatkan dalam kebaikan, menentang dan mencegah kemaksiatan, sehingga akan tercipta lingkungan yang mendukung ketaatan dan menjauhkan dari perilaku yang menyimpang. Negara dengan penerapan sistem Islam akan menerapkan aturan dan sanksi yang sesuai hukum Islam untuk memberi efek jera dan menjaga keamanan serta kehormatan masyarakat dengan sangat adil.
Sehingga, kejadian seperti dua pemuda di atas dan kasus serupa lainnya akan berkurang dan bahkan tidak akan ada lagi. Dalam lingkup pergaulan pun, perempuan dan laki-laki akan memiliki batasan dalam berinteraksi. Karena setiap individu akan merasa takut untuk berbuat zalim, takut akan konsekuensi berikutnya yang berat.
Sarah Fauziah
(Sahabat Tanah Ribath Media)
Via
SP
Posting Komentar