Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
Tanah Ribath Media
Pasang Iklan Murah
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Telusuri
Beranda Cerbung Getar-Getar Rasa Keluarga #2
Cerbung

Getar-Getar Rasa Keluarga #2

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
28 Mei, 2025 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Oleh: Maman El Hakiem

TanahRibathMedia.Com—Semua ada saatnya. Setiap doa itu akan menjumpai pemiliknya. 

“Jangan lupa shalat duha ya bi!” Hayati selalu mengingatkan suaminya, Furqon agar selalu semangat dalam mencari nafkah.

Sebagai seorang istri yang secara penghasilan lebih besar, mungkin di hati Furqon ada perasaan minder. Hal itulah, bagi Hayati selalu was-was agar suaminya tetap mengutamakan nilai ruhiyah dalam nafkahnya.

“Ya, tetapi rasanya abi harus cari kerjaan lain, keuntungan dari penjualan buku-buku tidak mencukupi,” kata Furqon dengan nada mengeluh.

“Sstt..., Gak boleh gitu! Sedikit atau banyak itu tergantung rasa syukur kita. Memang ada rencana bisnis apa? Biar nanti umi sisihkan dari gaji umi kerja.” Hayati memberi peluang untuk usaha suaminya.

“Kayaknya kalau melamar kerja bukanlah tipe abi, mungkin sementara kita bersabar dengan usaha yang ada saja, semoga pada saatnya jualan buku-buku akan booming,” jawab Furqon.

“Nah, gitu semangat dong, usaha itu gak boleh cengeng. Eh Bi, kayaknya umi sudah sering telat haidnya. Nanti sore, boleh ya periksa ke bidan?” pinta Hayati.

“Alhamdulillah, bener nih? Tuh kan jika sudah saatnya, kita akan diberikan amanah dari Allah.” Furqon tampak merasa senang, karena sudah ada tanda kehamilan pada istrinya.

“Gak salah nih, abi sendiri yang suka gak sabar, baru diuji usaha mandeg saja langsung mengeluh,” sindir Hayati. 

Tentu, Furqon merasa kagum karena istrinya selalu saja lebih optimis dalam memandang kehidupan.

“Mi, selama ini pemikiran umi justru yang selalu memuaskan akal dan hati tenteram, kenapa ya?” tanya Furqon.

“Wah, naga-naganya abi kepo nih dengan kitab-kitab yang dikaji halaqah ya, dah ngaji aja!” jawab Hayati mencandai suaminya untuk pindah harokah.

“Entar dulu, emang ada yang salah dengan kajian abi ya?” Furqon balik bertanya.

“Gak kok, tadi kan abi sendiri yang bilang merasa nyaman, banyak tuh kitabnya di lemari,” kata Hayati sambil menunjuk lemari kecil yang banyak berisi buku-buku.

“Kok seperti kitab gundul. Kitab kuning bukan?” tanya Furqon.

“Hehe...kitab putih ini mah, abi punya gak kitabnya?” Pertanyaan Hayati membuat Furqon sedikit merenung, apalagi setelah lihat isi kitabnya banyak yang membuatnya ingin banyak tahu.

“Ya sudah, besok abi mau ngasih kado buku buat ustaz Hasan, buku “Jalan Baru Islam” bagus juga ya,” kata Furqon  dalam hatinya ingin memberikan buku buat murobinya.

“Emang ada acara apa kok ngasih-ngasih kado gitu?” tanya Hayati.

“Sekadar tanda terima kasih, selama ini beliau adalah guru sekaligus ayah yang selalu perhatian, cuma saja barangkali belum banyak tahu ide tentang harokahmu,” jawab Furqon.

“Wah... abi mau bikin gurunya marah. Nanti dikiranya pamit mau pindah kajian hehe,” ucap Hayati sambil merapihkan kembali buku-buku di lemari.

Keluarga yang bahagia bukanlah yang berlimpah harta, melainkan keluarga yang disinari cahaya ilmu dan terjalinnya persahabatan sejati. Suami istri harusnya menjadi cermin untuk saling memahami adanya perbedaan pemikiran, namun tetap berasal dari akidah yang bersih, yaitu akidah Islam.*** Bersambung... 
Via Cerbung
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Ironi 1.000 Ton Impor Beras di Tengah Janji Swasembada Pangan

Tanah Ribath Media- Maret 13, 2026 0
Ironi 1.000 Ton Impor Beras di Tengah Janji Swasembada Pangan
Oleh: Nurhy Niha (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Besar pasak daripada tiang, begitulah cara kita memaknai kedaulatan pangan hari…

Most Popular

Penyesatan Opini di Balik Topeng BoP

Penyesatan Opini di Balik Topeng BoP

Maret 13, 2026
Ironi 1.000 Ton Impor Beras di Tengah Janji Swasembada Pangan

Ironi 1.000 Ton Impor Beras di Tengah Janji Swasembada Pangan

Maret 13, 2026
Normalisasi Gaul Bebas, Bikin Kebablasan

Normalisasi Gaul Bebas, Bikin Kebablasan

Maret 13, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Juni 09, 2023
Terhubung tapi Terasing: Mengungkap Kesepian akibat Media Sosial di Era Kapitalisme Liberalisme

Terhubung tapi Terasing: Mengungkap Kesepian akibat Media Sosial di Era Kapitalisme Liberalisme

Oktober 02, 2025

Popular Post

Penyesatan Opini di Balik Topeng BoP

Penyesatan Opini di Balik Topeng BoP

Maret 13, 2026
Ironi 1.000 Ton Impor Beras di Tengah Janji Swasembada Pangan

Ironi 1.000 Ton Impor Beras di Tengah Janji Swasembada Pangan

Maret 13, 2026
Normalisasi Gaul Bebas, Bikin Kebablasan

Normalisasi Gaul Bebas, Bikin Kebablasan

Maret 13, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us