OPINI
Israel Merusak Pertanian Zaitun untuk Memutuskan Perekonomian
Oleh: Zhiya Kelana
(Sahabat Tanah Ribath Media)
TanahRibathMedia.Com—Musim panen akan segera tiba di Palestina, namun kenyataan pahit harus diterima warga Palestina karena buldoser militer milik Israel telah meratakan 31.000 meter persegi lahan pertanian di kota Beit Rima, barat laut Ramalah. Lebih dari 400 pohon zaitun atau 9 Hektar lahan hancur sebelum panen di Oktober nanti. Diketahui bahwa pohon zaitun adalah sektor pertanian yang menyumbang 8 persen dari PDB dan ada lebih dari 60.000 lapangan kerja di sana menurut Kementerian Pertanian Otoritas Palestina. Bahkan menurut seorang warga lahannya bisa menghasilkan 12 drum minyak zaitun. Sebanyak 90.000 lebih keluarga bergantung pada pertanian ini (cnnindonesia, 28-9-2026).
Bukan sekali Israel merusak pertanian milik warga Palestina. Hal ini sudah berlangsung sejak lama. Penyerangan sengaja dilakukan saat menjelang musim panen untuk memutuskan mata rantai pencaharian warga setempat. Penyerangan semakin meningkat di awal musim panen Sudah terjadi 200 serangan yang didukung IDF, yang menyebabkan 1 orang tewas dan lebih dari 120 terluka, juga 2500 pohon zaitun dirusak.
Para jurnalis, aktivis dan politikus juga mendapat serangan dalam momen tersebut. Sekretaris luar negeri AS Marco Rubio dan duta besar AS untuk Israel Mike Huckabee menyatakan kekhawatirannya dalam peristiwa penyerangan jurnalis AS dan diplomat Eropa yang meminta Israel menyelidikinya. European Union juga mengecam keras serangan tersebut, tapi hal ini tidak diikuti dengan tindakan apapun, hanya seperti kecaman-kecaman lainnya.
Tujuan Israel sebenarnya adalah untuk merusak perekonomian dan budaya warga Palestina, agar mereka segera meninggalkan tanahnya. Penyerangan terhadap para jurnalis dan aktivis juga agar mereka berhenti bersuara tentang kondisi Palestina bahkan di saat panen, supaya kekejaman Israel semakin tidak terekspos oleh dunia.
AS seolah sangat peduli dan bersuara dikarenakan penyerangan juga terjadi pada warganya dan para diplomat EU. Tapi kecaman dari EU juga belum terlihat pada tindakan. Meski kebrutalan dari Israel telah mengundang banyak kebencian dari warga dunia namun tetap saja tidak ada perubahan tentang kondisi Palestina. Bahkan para penguasa muslim sendiri terutama negara Arab hanya berdiam diri saja bahkan dengan sukarela menjadi kaki tangan Israel dan AS.
Palestina memiliki posisi sangat istimewa dalam Islam dah harus dipertahankan, karena itu adalah tanah milik kaum muslimin. Umat Islam tidak bisa menggantungkan diri pada siapa pun untuk membebaskan Palestina. Tapi dengan tegaknya Khilafah yang menyatukan umat di seluruh dunia dan berpegang teguh pada Al-Qur’an dan Sunnah, maka pembebasan itu akan segera datang.
Itulah satu-satunya cara untuk menghentikan semua kezaliman dari Israel, AS dan para sekutunya, dengan mengirimkan para tentara kaum muslimin di seluruh dunia di bawah kepemimpinan khilafah yang agung. Maka umat akan bebas dari segala perbudakan manusia dan menjadi aman sentosa seprti yang telah dijanjikan.
Rasulullah saw. bersabda yang artinya;
“Sesungguhnya imam (khalifah) itu perisai, di mana (orang-orang) akan berperang di belakangnya (mendukung) dan berlindung (dari musuh) dengannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Wallahu ‘alam bishawab.
Via
OPINI
Posting Komentar