Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
Tanah Ribath Media
Pasang Iklan Murah
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Telusuri
Beranda OPINI Akar Zaitun Dicabut, Akar Kepemimpinan Umat Harus Ditanam
OPINI

Akar Zaitun Dicabut, Akar Kepemimpinan Umat Harus Ditanam

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
06 Nov, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Oleh: Sundari Allawiyah, S.E. 
(Pengajar dan Aktivis Muslimah)

TanahRibathMedia.Com—Lebih dari 2.500 pohon zaitun di Palestina yang berusia puluhan tahun dirusak dengan buldoser dalam 200 serangan brutal di musim panen 2026. Satu warga Palestina tewas dan lebih dari 120 orang terluka. Bagi warga Palestina, ini bukan sekedar kehilangan tanaman, melainkan pencabutan identitas, sejarah, dan bukti kepemilikan atas tanah (Cnnindonesia, 28-9-2026).

Faktanya, akar zaitun adalah akar kehidupan. Lebih dari 90.000 keluarga Palestina menggantungkan hidup dari pertanian zaitun, sektor yang menyumbang 8 persen PDB Palestina. Penyerangan terhadap petani zaitun sudah lama terjadi, sejak Agustus tercatat 21.508 pohon terdampak, termasuk 19.375 pohon zaitun. Produksi zaitun tahun 2026 hanya diperkirakan 21.000 ton, sementara kebutuhan lokal 15.000 ton. Namun eskalasinya selalu meningkat saat musim panen (Aljazeera.com, 24-9-2026).

Kebrutalan ini bahkan merambah jurnalis, aktivis, dan politisi yang membersamai petani saat panen. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio dan Dubes AS untuk Israel Mike Huckabee menyatakan kekhawatiran setelah jurnalis AS Heidi Levine diserang dan meminta Israel menyelidiki. Uni Eropa pun mengecam keras serangan terhadap diplomatnya dan petani zaitun (aa.com.tr, 18-10-2026).

Apa makna di balik serangan terstruktur tersebut? 

Pertama, zionis bertujuan untuk merusak ekonomi dan akar budaya rakyat Palestina. Dengan memusnahkan 2.500 pohon yang butuh puluhan tahun untuk tumbuh, mereka memutus sumber penghidupan dan memaksa warga Palestina pergi dari tanahnya. Ini adalah penjajahan berwajah ekologis. 

Kedua, penyerangan terhadap jurnalis dan aktivis adalah upaya sistematis untuk membungkam. Mereka ingin agar tidak ada yang membersamai petani dan agar kekejaman Israel tidak terekspos ke dunia.

Ketiga, kepedulian AS dan kecaman Uni Eropa sejatinya palsu. AS bersuara bukan karena peduli pada petani Palestina, tetapi karena warga negaranya sendiri yang diserang. Sementara kecaman Uni Eropa, seperti kecaman-kecaman sebelumnya, tidak pernah diikuti tindakan apapun. Tidak ada sanksi, tidak ada embargo. Hanya kata-kata.

Walhasil, inilah bukti kebangkrutan tatanan dunia saat ini. Kebrutalan Israel telah mengundang kebencian warga dunia, demonstrasi terjadi di mana-mana, namun tidak ada perubahan berarti bagi Palestina. Mengapa hal itu terjadi? Karena para penguasa muslim hanya berdiam diri,  menjadi kaki tangan Israel dan AS, bahkan menjadi kroninya. Mereka sibuk normalisasi, bukan mobilisasi.

Kondisi ini menunjukkan satu hal: umat Islam tidak bisa menggantungkan nasibnya pada belas kasihan Barat atau lembaga internasional lainnya. Kecaman PBB dan Uni Eropa tidak akan menghentikan buldoser Israel.

Palestina adalah tanah umat Islam, tanah yang memiliki posisi istimewa dalam Islam, yakni kiblat pertama umat Islam, tempat Isra Mi’raj Rasulullah saw., dan tanah yang diberkahi. Menjaganya adalah kewajiban syar’i bagi seluruh umat, bukan hanya warga Palestina. Maka satu-satunya solusi untuk menghentikan kezaliman ini bukanlah seruan gencatan senjata atau bantuan kemanusiaan musiman. Akan tetapi, satu-satunya cara untuk menghentikan kezaliman Israel, AS, dan sekutu-sekutunya adalah dengan mengirimkan tentara-tentara umat Islam di bawah kepemimpinan khilafah yang berpegang teguh pada Al-Qur’an dan Sunnah serta menyuarakan Kebangkitan Islam Kaffah.

Jika hari ini kita lihat Israel berani mencabut akar zaitun karena merasa tidak ada penjaga, maka umat Islam harus menanam kembali akar kepemimpinannya. Khilafah adalah perisai yang akan mengembalikan tentara untuk melindungi darah, tanah, dan pohon zaitun kaum muslimin. Tanpa Khilafah, kita hanya akan terus menghitung berapa pohon lagi yang akan tumbang dan berapa nyawa lagi yang akan melayang, sambil menunggu kecaman berikutnya yang tidak berarti apa-apa. 
Wallahu a’lam.
Via OPINI
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Suara Kritis Dibungkam, Negara Makin Mengabaikan Rakyat

Tanah Ribath Media- November 06, 2026 0
Suara Kritis Dibungkam, Negara Makin Mengabaikan Rakyat
Oleh: Tatiana Riardiyati Sophia  (Aktivis Dakwah)  TanahRibathMedia.Com— Video investigasi ilmiah mengenai bahaya kubah karbon monoksida (CO) dan l…

Most Popular

Peran Santri dan Ulama dalam Menyongsong Peradaban Islam

Peran Santri dan Ulama dalam Menyongsong Peradaban Islam

November 02, 2026
Suara yang Hilang di Balik Pekatnya Asap

Suara yang Hilang di Balik Pekatnya Asap

November 02, 2026
Sistem Sekuler Gagal Melindungi dan Membentuk Generasi

Sistem Sekuler Gagal Melindungi dan Membentuk Generasi

Oktober 30, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Agustus 06, 2024
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024

Popular Post

Peran Santri dan Ulama dalam Menyongsong Peradaban Islam

Peran Santri dan Ulama dalam Menyongsong Peradaban Islam

November 02, 2026
Suara yang Hilang di Balik Pekatnya Asap

Suara yang Hilang di Balik Pekatnya Asap

November 02, 2026
Sistem Sekuler Gagal Melindungi dan Membentuk Generasi

Sistem Sekuler Gagal Melindungi dan Membentuk Generasi

Oktober 30, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us