Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
Tanah Ribath Media
Pasang Iklan Murah
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Telusuri
Beranda Editorial Milkiyyah ‘Ammah Terancam: Tinjauan Syariat Islam atas Proyek Data Center di Kepulauan Riau
Editorial

Milkiyyah ‘Ammah Terancam: Tinjauan Syariat Islam atas Proyek Data Center di Kepulauan Riau

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
05 Nov, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

TanahRibathMedia.Com—Batam, Bintan, dan Karimun merupakan tiga wilayah di Kepulauan Riau (Kepri) yang akan diproyeksikan menjadi Hub Data Center AI. Menurut Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia mengatakan Pembangunan Hub Data Center AI diarahkan untuk menangkap peluang investasi ekonomi digital sekaligus memanfaatkan potensi sumber daya air dan energi baru terbarukan (EBT). Pada Forum Bali Tech Week 2026 di Sanur, Denpasar, Bali, pada 19 Oktober 2026, Bahlil Lahadalia menyebutkan ketiga wilayah ini menjadi pilihan pemerintah pusat karena ada beberapa pertimbangan. Pertama, Kepri dianggap memliki persedian air yang cukup banyak. Kedua, penduduk di Kepri tidak sepadat di Pulau Jawa atau Bali. Ketiga, pemerintah mendorong adanya potensial energi baru terbarukan di Kepri. Bahkan, pemerintah mendukung agar Indonesia menjadi pusat Hub Data Center AI terbesar di Asia – Pasifik.

Proyek ini terdengar megah dan fantastis, dikarenakan mengundang banyak investor asing yang siap menanamkan modalnya dari milyaran hingga triliunan rupiah. Namun, di balik hebatnya proyek ini, terdapat polemik pro dan kontra di tengah masyarakat. Pihak pro akan mengatakan bahwa adanya proyek ini sebagai laju pertumbuhan ekonomi dan teknologi di Indonesia. Sedangkan pihak kontra mengkhawatirkan akan kebutuhan air bersih dan energi. 

Di balik kemegahan itu semua, ada fakta yang tidak bisa dibohongi, bahwa Data Center adalah proyek yang haus air bersih dan energi listrik. Kekhawatiran ini akan menjadi momok menakutkan sebagai ancaman ekologis bagi masyarakat setempat. 


========

Mengurai Polemik Proyek Hub Data Center AI di Tengah Masyarakat Kota Batam


Nongsa Digital Park (NDP) merupakan kawasan yang berstatus sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Program KEK sudah mulai berjalan di Indonesia tahun 2009. NDP dirancang sebagai "Jembatan Digital" yang menghubungkan ekosistem teknologi antara Indonesia dan Singapura. 

Nongsa Digital Park bergerak di beberapa bidang, di antaranya:

1. Infrastruktur Digital dan Hub Pusat Data (Data Center): NDP kini menjadi pusat pertumbuhan AI Data Center dan komputasi skala besar (hyperscale) di Asia Tenggara dengan nilai investasi yang sangat besar. Adapun nilai pasar pusat data Indonesia diprediksi akan tumbuh dari USD2,39 miliar pada 2024 menjadi USD3,79 miliar pada 2030 (Komdigi, 27-5-2025).


2. Teknologi Informasi dan Startup: Menyediakan ekosistem perkantoran bagi perusahaan IT, telekomunikasi, serta pengembangan perangkat lunak berskala internasional.


3. Industri Kreatif: Menjadi basis produksi animasi, perfilman, kekayaan intelektual (IP), dan media digital (seperti studio Kinema).


4. Pengembangan SDM dan Talenta Digital: Menyelenggarakan pelatihan vokasi IT dan teknologi tingkat lanjut melalui program seperti Infinite Learning dan Apple Developer Academy.


5. Pariwisata dan Resor: Kawasan bisnis ini terintegrasi langsung dengan fasilitas pariwisata premium seperti marina, lapangan golf, dan resor pantai.

Di balik geliat pembangunan proyek tersebut terdapat kegelisahan masyarakat setempat. Di himpun dari berbagai media lokal Batam, sudah berkali kali ratusan warga Bakau Serip, Kelurahan Sambau Kecamatan Nongsa menggelar aksi demonstrasi di depan kawasan KEK Nongsa (5-10-2026). Menurut pengakuan warga, mereka tetap membayar tagihan air meski layanan air tidak berjalan ke rumah warga. Mirisnya lagi, pemerintah hanya memberikan air kepada masyarakat lewat mobil tangki yang kualitas airnya kotor (BBCNewsIndonesia, 8-10-2026).


Di sisi lain Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) secara tegas berulang kali mengingatkan tentang kekhawatiran serius dari masifnya pembangunan Hub Data Center AI. Ancaman ekologis seperti krisis air bersih akan berdampak pada keberlangsungan hidup. Mengingat kesiapan Indonesia belum sangat matang menampung proyek raksasa ini. 


========

Kepemilikan Umum (Milkiyyah ‘Ammah) dalam Ancaman, Bagaimana Solusi Islam?


Pada dasarnya, Islam tidak menolak adanya kemajuan teknologi dan sains. Islam telah membahas dengan sangat gamblang antara madaniyah dan hadharah. Dalam pandangan Islam, kemajuan teknologi dan sains adalah bentuk madaniyah umum, termasuk perkembangan AI. Hukum mengambilnya diperbolehkan atau mubah. Ketika AI digunakan menjadi alat bantu mempercepat pekerjaan manusia dan membawa kebaikan untuk umat maka boleh diambil oleh umat Islam. Namun sebaliknya, ketika kecanggihan teknologi dan sains ini disalahgunakan maka haram hukumnya. Proyek Data Center AI ketika keberadaanya mengorbankan hak rakyat, yakni kepemilikan umum (milkiyyah ‘ammah) seperti air dan energi, maka keberadaannya butuh dikaji ulang sampai benar-benar negara kuat dan kokoh atau solusi kedua diberhentikan jika merasa belum sanggup dengan segala kemungkinan yang akan terjadi nantinya. 

Menyoal kembali tentang proyek Hub Data Center AI, ketika negara menjalankan proyek ambisius seperti ini, hendaknya negara memastikan keberpihakannya kepada rakyat kecil. Jangan sampai mengorbankan rakyat demi keuntungan yang hanya dirasakan segelintir orang. Karena rakyat memiliki hak atas keberadaan sumber daya alam dan energi di negaranya. 

Sebagaimana sabda Rasulullah saw.: 

  اَلْمُسْلِمُوْنَ شُرَكَاءُ في ثلَاَثٍ فِي الْكَلَإِ وَالْماَءِ وَالنَّار

Artinya: Kaum Muslim berserikat dalam tiga perkara yaitu padang rumput, air dan api. (HR Abu Dawud dan Ahmad) 


Dalam pandangan Islam, kebijakan pembangunan Hub Data Center AI semestinya berorientasi pada kemaslahatan umat, menjaga kedaulatan digital, serta melindungi sumber daya dan ekologis lingkungan bukan justru membuka ruang bagi dominasi korporasi asing dan swasta untuk meraup keuntungan yang fantastis.


Dalam sabda Nabi Muhammad ﷺ yang diriwayatkan oleh Abu Sa’id Sa’d bin Malik bin Sinan al-Khudri ra.: 

“لَا ضَرَرَ وَلَا ضِرَارَ”

“Tidak boleh ada bahaya dan tidak boleh (sengaja) menimbulkan bahaya.” (Diriwayatkan oleh Malik dalam Al-Muwaththa’, dan lainnya. Hadis ini dinilai hasan oleh ulama seperti Imam an-Nawawi dan Ibnu Rajab). 

Dalam syariat Islam, negara seharusnya memiliki kebijakan yakni menghadirkan teknologi dan sains secara mandiri tanpa campur tangan asing apalagi negara kafir dengan status muhariban fi'lan (negara yang nyata-nyata memusuhi Islam dan kaum muslimin). 

Pada masa kejayaan Islam, telah lahir banyak cendikiawan dan ilmuwan muslim yang menjadikan kecerdasannya untuk kemaslahatan umat bukan mengejar keuntungan sesaat. Negara Islam menempatkan rakyat sebagai prioritas utama dalam periayahan. Maka, teladan seperti ini seharusnya kita lakukan dalam kehidupan bernegara. 

=====

Kesimpulan

Krisis air bukan dharar kecil. Air dalam Islam adalah bagian dari milkiyyah 'ammah atau kepemilikan umum. Air tidak boleh dimonopoli atau dikuasai oleh korporasi sementara rakyat kehilangan sumber kehidupannya. Apa gunanya manfaat ekonomi dan investasi dari pembangunan proyek ini jika mudharatnya adalah kehilangan jaminan hidup bagi warga setempat? 


Beginilah watak dari pembangunan dalam lingkaran sekularisme - kapitalis, menjadikan keuntungan materi sebagai tujuan utama. Sedangkan pembangunan dalam paradigma Islam sangat memuliakan jiwa (hifzhun nafs), karena menjamin air bersih dan energi jauh lebih tinggi kedudukannya dari pada meraih keuntungan investasi sesaat. 

Semoga tulisan ini menjadi evaluasi bagi semua pihak yang membaca, bahwa dengan penerapan Islam kehidupan manusia akan benar-benar terjaga. Syariat Islam mengajarkan kepada kita bahwa pengelolaan negara tidak soal keuntungan materi melainkan tanggungjawab kepada Allah Swt. yang dibawa hingga ke akhirat kelak.[] Nai Ummu Maryam
Wallahu'alam bi shoawab.
Via Editorial
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama Tak ada hasil yang ditemukan
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Milkiyyah ‘Ammah Terancam: Tinjauan Syariat Islam atas Proyek Data Center di Kepulauan Riau

Tanah Ribath Media- November 05, 2026 0
Milkiyyah ‘Ammah Terancam: Tinjauan Syariat Islam atas Proyek Data Center di Kepulauan Riau
TanahRibathMedia.Com— Batam, Bintan, dan Karimun merupakan tiga wilayah di Kepulauan Riau (Kepri) yang akan diproyeksikan menjadi Hub Data Center A…

Most Popular

Sistem Sekuler Gagal Melindungi dan Membentuk Generasi

Sistem Sekuler Gagal Melindungi dan Membentuk Generasi

Oktober 30, 2026
Bullying dalam Pandangan Islam: Lebih dari Sekadar Kenakalan Remaja

Bullying dalam Pandangan Islam: Lebih dari Sekadar Kenakalan Remaja

Oktober 29, 2026
Suara yang Hilang di Balik Pekatnya Asap

Suara yang Hilang di Balik Pekatnya Asap

November 02, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Agustus 06, 2024
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024

Popular Post

Sistem Sekuler Gagal Melindungi dan Membentuk Generasi

Sistem Sekuler Gagal Melindungi dan Membentuk Generasi

Oktober 30, 2026
Bullying dalam Pandangan Islam: Lebih dari Sekadar Kenakalan Remaja

Bullying dalam Pandangan Islam: Lebih dari Sekadar Kenakalan Remaja

Oktober 29, 2026
Suara yang Hilang di Balik Pekatnya Asap

Suara yang Hilang di Balik Pekatnya Asap

November 02, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us