SP
Kecanggihan AI, Harus Ada Batasan
TanahRibathMedia.Com—“Bapak AI dunia” salah satu peneliti kecerdasan buatan (AI) menerbitkan penelitian yang mewanti-wanti pemerintah untuk bersiap menghadapi “ledakan kecerdasan AI”. Riset ini dilakukan oleh 22 peneliti termasuk Yoshua Bengio dan Geoffrey Hinton, dan melibatkan salah satu pendiri Anthropic Jack Clark dan Jakub Pachocki kepala ilmuan OpenAI. (cnnIndonesia, 30-9-2026).
AI sendiri mempunyai dampak positif misalnya dalam bidang medis dan teknologi lainnya, namun ledakan kecerdasan ini juga mempunyai tiga resiko termasuk ancaman biologis dan siber, hilangnya kendali dan keterlibatan manusia serta ancaman perang antar negara. Hal ini sungguh sangat menakutkan dalam perkembangan AI. Walau harus diakui bahwa perkembangan teknologi AI dapat memberikan kemudahan dalam kehidupan manusia sekaligus bahaya yang tanpa disadari manusia. Dan kemudahan ini menyebabkan banyaknya manusia bergantung di dalamnya tanpa batasan juga membuat mereka malas untuk berpikir.
Memang penggunaan AI bisa untuk kebaikan tapi sangat mungkin digunakan untuk kejahatan. Seperti mencuri data orang, memindahkan uang secara otomatis bahkan bisa memalsukan video dan suara. Bahkan mungkin kejahatan yang lebih besar lagi seperti perang antar negara dan bangsa. Kecerdasan dari kecerdasan buatan (AI) tanpa kendali akidah dan syariat Islam bisa sangat berbahaya pada kehancuran manusia. Harus ada kontrol dan batasan dalam kecerdasan buatan manusia ini. Maka baik buruknya sebuah teknologi tidak hanya bergantung pada manusianya tapi juga pada pembuatan awalnya.
Manusia adalah makhlukyang sangat istimewa, diberikan kemuliaan berupa akal untuk bisa memahami tanda-tanda kekuasaan dari Allah dan menjadi seorang pemimpin di bumi ini. Sehingga dia paham baik buruk suatu perbuatan itu tergantung bagaimana dia berpikir. Allah berfirman yang artinya;
“Dan Dia menundukkanmu apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi semuanya,(sebagai rahmat) daripada-Nya. Sejatinya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berpikir.” (TQS.Al-Jasiyah: 13)
Islam menetapkan hukum yang sangat tegas terhadap segala bentuk hasil pemikiran manusia yang telah dipengaruhi oleh ideologi yang netral. Maka penayangannya akan berubah ketika melihat sesuatu dengan pertimbangan ini. Tidak mengambil semua ideologi yang kemudian bertentangan dengan Islam.
AI adalah buah perkembangan teknologi buatan manusia yang akan mempengaruhi berbagai informasi, pemikiran dan ideologi yang diproses menjadi satu keputusan. Kegunaannya dibolehkan hanya untuk kebaikan seperti perkembangan dakwah. AI di tangan manusia yang memiliki akidah yang kokoh dan ketundukannya kepada syariat akan memberikan kemaslahatan bagi manusia. Sebaliknya, AI di tangan orang kafir akan mendatangkan bahaya dan kerusakan. Contohnya saja perkembangan AI untuk dibuat menjadi sebuah video yang menjadi unsur kemaksiatan, yang membuat pemikiran semakin rusak.
Sistem kehidupan manusia harus diatur dengan syariat Islam agar mereka selamat. Aturan ini berasal dari Sang Khaliq, yang sudah tentu membuat aturan untuk kehidupan manusia memudahkannya dalam menjalani hidup di muka bumi ini.
Wallahu 'alam bishawab.
Zhiya Kelana
(Sahabat Tanah Ribath Media)
Via
SP
Posting Komentar